Syaikh Al Adnani: Daulah Islam Iraq dan Syam Semakin Kuat, Tangguh, dan Kokoh


Syaikh Al Adnani: Daulah Islam Iraq dan Syam Semakin Kuat, Tangguh, dan Kokoh

Shoutussalam – Syaikh Abu Muhammad al Adnani, Juru Bicara Resmi Daulah Islam Iraq dan Syam dalam pembukaan rekaman audio terbarunya yang dirilis pada hari Kamis (3/4/2014), dengan judul “Dan Sungguh Allah Akan Memberikan Kemenangan bagi Mereka atas Dien (Agama) yang Allah Ridhoi”, mengemukakan bahwa Daulah Islam kini tumbuh semakin kuat dan kuat dari waktu ke waktu sejak awal berdirinya.
Syaikh mengemukakan sejarah awal berdirinya Daulah Islam, yang bangkit tegak di atas puing-puing kekalahan pasukan Salibis Amerika di Iraq. Amerika terusir oleh kekuatan Mujahidin Iraq, membawa pulang semua besi-besi kendaraannya yang tinggal rongsokan saja.
“Sesungguhnya makar setan itu amat lemah. Amerika datang ke Iraq memimpin hingar bingar perang Salib, menguatkan lengannya di atas peta baru yang mereka sebut sebagai ‘Timur Tengah’. Amerika datang dengan semua kekuatannya dan semua besi persenjataannya, lengkap dengan segala kebanggaan dan semua arogansinya,” kata Syaikh al Adnani.
“Amerika mengumpulkan semua sekutunya dan memobilisasi semua pesawat dan armadanya , pun membawa kuda besi dan semua bala tentaranya. Tentara Salib berpikir tidak akan ada yang sanggup mengalahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki, namun Allah Maha Perkasa mempermalukan mereka dan menunjukkan kepada kita betapa lemahnya makar kejahatan mereka.”
“Berkobarlah nyala api Jihad, rusaklah agenda Perang Salib dan Daulah Islam didirikan di tengah-tengah kemarahan para penjahat, dan Amerika diusir dari Iraq dalam keadaan dipermalukan, menyeret ekor di antara kedua kaki mereka, yang terkalahkan dan hancur, meninggalkan Iraq dalam kebangkitan peta Daulah Islam, yang siap untuk melukis kembali dunia di bawah naungan Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah. Dengan rahmat Allah, sesungguhnya Daulah Islam menjadi lebih kuat dari hari ke hari.”
“Bangunan Daulah Islam dinaikkan, tiangnya berdiri kuat, panji benderanya berkibar tinggi oleh deburan angin. Oleh karena limpahan nikmat dari Allah, kekuasaan Daulah Islam belum pernah berhenti sejak ia didirikan untuk pertama kalinya, dan operasi penaklukan (perluasan wilayahnya) tidak akan berhenti dengan izin Allah, sampai Salib dihancurkan, babi-babi dibunuh dan Jizyah ditegakkan, pun tidak tersisa lagi fitnah di muka Bumi dan agama hanya milik Allah seluruhnya.”
Oleh karena semakin bertambah kuatnya Daulah Islam dari tahun ke tahun, banyak pihak yang berupaya menghancurkannya justru dirundung kegagalan dan kekalahan, Syaikh al Adnani mengingatkan kepada mereka siapa saja yang berupaya memeranginya, agar supaya berpikir 1000 kali sebelum bertindak.
“Siapa pun yang berpikir untuk ikut memerangi kami, maka ia harus mempertimbangkan 1.000 kali sebelum melakukannya.”
“Hari ini, atas nikmat Allah kami menjadi lebih kuat dari hari kemarin, dan oleh karunia Allah musuh-musuh kami dalam keadaan lemah lunglai. Sesungguhnya hari ini kalian melihat singa-singa Daulah Islam dari kaum Muhajirin dan Ansar yang mana bisa kalian saksikan kekokohan dan kekuatan mereka. Kemarin orang-orang ini tinggal di gurun yang menyengat dengan teriknya panas matahari. Pasir-pasir yang menyakiti mereka, mereka bertahan di dalamnya rasa kesepian, keterasingan dan penderitaan, dan hari ini mereka kembali  berkelana di jalan-jalan dan alun-alun kota hidup berbahagia bersosialisasi dengan manusia lainnya. Mereka sedang dihibur di wilayah-wilayah pedesaan dan di kebun-kebun yang teduh dan membahagiakan.”
“Jadi janganlah kalian berpikir bahwa mereka akan meninggalkan hari-hari mereka saat ini dan kembali seperti hari-hari sebelumnya. Tidak ada tempat tersisa untuk kalian wahai kaum sekularis, lebih baik bagi kalian untuk segera melarikan diri kalian, karena sesungguhnya Daulah Islam akan tetap eksis dengan izin Allah, teguh oleh karena Kekuatan Allah, InsyaAllah menang.
“Kafilah ini pun terus berjalan, dan gonggongan anjing tidak akan membahayakannya. Tidak akan pernah ada lagi fitnah yang akan membahayakan tentara Daulah Islam setelah datangnya hari ini Insya Allah. Semua anak panah telah menyerang mereka, semua mata tombak telah dihujamkan ke atas mereka, dan mereka telah merasakan semua tebasan pedang , mereka telah difitnah dengan semua jenis kebohongan. Mereka telah dituduh dengan segala tuduhan dan keburukan, namun tidak ada yang bertambah dalam diri paskan Daulah Islam melainkan kekuatan, ketangguhan, tekad dan ketabahan.”
“Keberkahan untukmu wahai Daulah Islam Iraq dan Syam. Berbahagialah kalian, karena Rasulullah sholllahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang kalian, ‘Tidak akan pernah membahayakan mereka, orang-orang yang menentang mereka atau meninggalkan mereka’.”
“Insya Allah penaklukan Umar bin kHattab (maksudnya perang perluasan wilayah Islam yang dulu dilakukan oleh Umar bin Khattab) telah dimulai kembali, jika salah satu dari kalian melakukan perjalanan hari ini hingga ratusan mil jauhnya ia hanya akan melihat bendera tauhid , yang berkibar dan melambai tinggi di atas langit. Tidak ada lagi hukum yang mengatur kecuali hukum Allah, dan tidak ada agama lain kecuali agama Allah (Islam).”
“Orang-orang munafik akan dipermalukan, hidup hina dan mundur. Orang-orang yang bertauhid hidup terhormat, menang dan menguasai segala-galanya. Alhamdulillah yang membuat kami hidup untuk mewujudkan kemenangan dan keberkahan ini…” [arkan]
Continue Reading

Sheikh Ayman al-Zawahiri Melarang Pertikaian dan Mengkafirkan Sesama Mujahidin


Sheikh Ayman al-Zawahiri Melarang Pertikaian dan Mengkafirkan Sesama Mujahidin

SURIAH (voa-islam.com) - Di tengah perbedaan yang berlangsung, dan terjadinya konflik, bahkan perang terbuka antara kelompok Mujahidin di Suriah, As- Sahab Media Foundation (Al-Qaidah), merilis rekaman audio dari Ayman al -Zawahiri, yang menyerukan mujahidin di Suriah segera menghentikan perbedaan mereka.  Sebuah keprihatinan dan kepedulian yang mendalam dari pemimpin al-Qaidah terhadap kondisi di Suriah, Kamis, 23/1/2014.  
Pesan Sheikh Ayman al-Zawahiri itu datang bersamaan dengan terjadinya konflik antara Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dan faksi mujahidin lainnya, termasuk dengan Jabhat al-Nusrah yang memiliki hubungan dengan al-Qaidah.
Sheikh Zawahiri mendesak Mujahidin di Suriah menghentikan perbedan, dan saling dan menyerang satu sama lain.
Selain itu, Sheikh Zawahiri menyerukan kepada kelompok-kelompok Muslim yang lebih  luas di Suriah, antara lain,  “Saudara-saudara semua kelompok jihadis, para ulama, pengacara,  tokoh, pemimpin suku, profesional, pedagang, penulis, wartawan, media, dan penegak hukum, dan setiap rakyat  di al-Syam (Suriah) yang berjuang  menurunkan rezim Syiah Bashar al-Assad, hendaknya menghentikan pertkaian dan perbedaan yang ada, dan mengakhiri semua perselisihan”, ujar seruan Sheikh Ayman al-Zawahiri.
Ini sebuah bentuk keprihatinan yang mendalam dari pemimpin al-Qaidah, melihat kondisi di Suriah saat ini.
Sheik al-Zawahiri menyerukan perlunya  pembentukan komite Syariah untuk mengatasi perbedaan antara, “Berbagai kelompok Mujahidin di Suriah, terkait dengan  ketidakadilan yang terjadi diantara masing-masing kelompok, yang mengklaim adanya ketidak adilan terhadap kelompok jihadis lainnya”.
Sheikh Ayman al –Zawahiri, melalui rekaman video itu, yang bertajuk, “Sebuah seruan mendesak kepada orang-orang kami di Syam”.
Dalam seruannya itu, beliau menyampaikan, salam dan rahmat serta berkah Allah Ta’ala. Selanjutnya,  Sheikh Ayman al-Zawahiri, menyampaikan :
Kepada saudara-saudara Mujahidin Islam yang ramah, singa jihad, dan semua kelompok jihadis perlawanan di Syam, dan insya Allah segera akan memperoleh kemenangan.
Kini, saudara-saudara terkasih, anda tahu bahwa saudara-saudara dan saya (al-Qaidah), kelompok al-Jihad, memiliki cinta dan hormat kepada anda , kita tahu status anda, kami memuji ketabahan anda,  kami melihat anda sebagai harapan umat dalam membangun pemerintahan Islam di Syam,  kekuatan perlawanan dan jihad, serta anda adalah harapan yang akan membebaskan Baitul al-Maqdis (Yerusalem). Anda diberkahi dengan jihad, yang  merupakan langkah maju menuju jalan yang akan membawa kembali kepada Khilafah dengan  manhaj Nabi shallahu alaihi wassalam.
Saudara-saudara yang baik, anda tahu, seluruh  pernyataan, apakah yang dikeluarkan dari saya atau atau para syuhada, semoga Allah menerima mereka semua, kita berbicara kepada semua anda, tanpa membedakan antara satu Muslim dengan Muslim lainnya , atau antara Mujahid dengan Mujahid lainnya. Sebaliknya, kami menganggap anda semua saudara dalam Islam, jihad , hijrah dan perlawanan.
Persaudaraan di antara kita  dalam Islam  lebih kuat dibandingkan dengan semua bentuk hubungan manusia. Persaudaraan kita dalam Islam dapat mengubah hubungan organisasi, dan yang lebih penting perlunya persatuan, penyatuan dan harmoni. Semuanya itu lebih mahal dan lebih berharga bagi kita daripada hubungan organisasi (tandzim). Persatuan dan penyatuan dan peleburan itu merupakan nilai yang sangat penting, diatas segala kepentingan dari semua tingkat hubungan anda, dan  lebih tinggi dibandingkan atas loyalitas kepada organisasi dan sikap ekstrim terhadap kelompok.
Sebaliknya, hubungan  organisasi yang bersifat partisan harus dikorbankan - tanpa ragu-ragu - jika mereka bertentangan dengan harmoni, dan kesatuan. Kita harus  berdiri tegak dalam satu bangunan menghadapi kekuatan sekuler, musuh kita Bahar al-Assad  yang didukung oleh Syiah, kekuasaan Safawi (Iran),  Rusia dan Cina, dan kampanye kekuatan Tentara Salib, yang  sekarang bekerjasama dengan mereka.
Dan anda tahu, kita tidak bisa menerima, bahwa  kehormatan seorang Muslim-Mujahid disentuh hidupnya oleh uang. Kehormatan atau martabatnya diserang, tuduhan kufur atau murtad dilemparkan kepada dirinya.
 Kita mempertimbangkan organisasi jihad, dan perlawanan jihad  di Syam  yang mengorbankan diri mereka dan uang dalam jihad di jalan Allah. Di mana mereka telah berjuang menegakkan firman Allah, mendirikan pemerintahan dengan Syariah Allah-sebagai saudara-saudara kita, dan kita tidak bisa menerima mereka digambarkan sebagai murtad, kafir atau sesat.
Dan saya ingatkan Mujahidin, dan kekuatan perlawanan Islam, dan para jihadis dengan sabda Nabi shallahu alaihi wassalm agar  tidak memanggil saudaranya sebagai kafir.
Saudara-saudara terkasih, anda tahu, kita telah dipanggil dan kami terus berjihad - Insya Allah - menyerukan kepada semua orang untuk berjuang membentuk pemerintahan Islam  di Syam melalui perlawanan dan jihad, dan memilih siapa yang mereka sepakati - dari mereka yang memiliki kemampuan Syariah yang baik - sebagai penguasa bagi mereka, dan siapa saja yang mereka pilih akan menjadi pilihan kami, dan kita tidak setuju, siapa pun memaksa diri  anda, karena kita berjuang untuk kembalinya Khilafah dengan manhaj Nabi shallahu alaihi wassalam, yang memerintah dengan Syariah, meletakkan Shura, menyebar keadilan, melindungi hak-hak , dan menentang agresi dari kaum kafir.
Saudara-saudara, Mujahidin Islam di semua kelompok jihadis di Syam serta kelompok  perlawanan dan jihad, hati kita dan hati umat - yang hatinya terhubung dengan anda – seperti berdarah akibat fitnah pertempuran, yang menyebar di antara Mujahidin Islam.
Sungguh seruan Sheikh Ayman al-Zawahiri ini merupakan langkah penting dalam sejarah jihad di Syam, di mana sebagai pemimpin al-Qaidah, yang sangat terpandang terpanggil menyelesaikan berbagai masalah yang berlangsung di internal Mujahidin. Semoga usaha Sheikh Al-Zawahiri ini diberkahi oleh Allah Azza Wa Jalla. Wallahu’alam
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/opini/2014/01/24/28789/sheikh-ayman-alzawahiri-melarang-pertikaian-dan-mengkafirkan-sesama-mujahidin/#sthash.O8JL4otg.dpuf
Continue Reading

Penduduk Raqqa : Hanya Daulah Islam Yang Memperlakukan Kami Dengan Penuh Keadilan


Penduduk Raqqa : Hanya Daulah Islam Yang Memperlakukan Kami Dengan Penuh Keadilan

Shoutussalam – Departemen al Furqon, sayap media Daulah Islam Iraq dan Syam pada hari Ahad (6/4/2014) merilis video terbaru yang memperlihatkan praktek nyata penegakan Syari’at Islam di ibukota Raqqa.
Video yang berjudul “Dan Siapakah Yang Lebih Baik Dalam Menghukumi Daripada Allah?” tersebut juga menghadirkan testimoni kesaksian penduduknya, bagaimana Daulah Islam dan penegakan Syari’at Islam menentramkan hati warga pun menuntaskan semua permasalahan hidup mereka dengan hasil memuaskan.
“Ini menjadi bukti, bahwa Daulah Islam berupaya sebaik mungkin untuk menegakkan Syari’at Islam. Mereka terapkan Syari’at Islam di wilayah yang dikuasainya, meski luasnya kecil tanpa mempedulikan celaan para pencela,” kata salah satu petugas di Mahkamah Syari’ah Daulah di awal-awal video.
Dalam video tersebut, diperlihatkan berbagai macam penerapan Syari’at Islam. Hukuman cambuk untuk para pemabuk, juga hukuman mati untuk para dukun dan penyihir, lalu seorang wanita yang memperolah hak-haknya kembali setelah bercerai dengan suaminya di al Bab.
Dalam sebuah adegan ditunjukkan pula, bagaimana Mahkamah Syari’ah Daulah Islam menghukum para Prajurit Daulah yang bersikap dzolim pada warga sipil.
“Aku punya masalah dengan salah satu saudara di Daulah, yang mana ia menyerangku. Aku lantas mengadukannya pada Mahkamah Syari’ah. Hakim lantas menjatuhkan hukuman Qisosh padanya, dan pelaku pun diperlakukan sebagaimana saat ia menyerangku,” ujar salah seorang warga.
“Saudara-saudara di Daulah Islam sangatlah baik. Hak-hakku mereka penuhi, kalian bahkan bisa meminta hak-hak kalian dari pimpinan Daulah Islam. Beda jauh dengan yang terjadi di era kekuasaan Assad dulu, kau tak bisa mengeluhkan perilaku buruk Polisi Lalu Lintas, sebaliknya malah ditangkap,” imbuhnya.
Di wilayah al Bab, salah seorang penduduk juga mengadu ke Mahkamah Syari’ah Daulah Islam lantaran merasa didzolimi oleh salah seorang komandan lokal Daulah Islam.
“Aku mengadu terkait salah seorang pimpinan, dan sekarang ia kini menghadapi pengadilan. Aku bahkan mengadukan perbuatan sejumlah pimpinan, dan pengadilan menjebloskan mereka ke dalam jeruji penjara Daulah Islam,” kata penduduk al Bab tersebut.
“Dalam pandangan Syari’at Islam, tidak ada beda antara Mujahid dengan Penduduk Sipil. Jika ada hak-hakmu yang terdzolimi, ia akan dipulihkan kembali padamu,” tambahnya.
“Daulah Islam baru saja tegak berdiri dan mengatur masyarakatnya di seluruh wilayahnya. Keadilan semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tingkat kriminalias, baik itu pencurian, pembunuhan, dan pemerkosaan menurun hingga 90%.”
Di wilayah Tabaqah, Provinsi Raqqa, salah seorang pemilik toko memberikan kesaksian, membandingkan keadaan kacau sebelum dikuasainya Raqqa oleh Daulah Islam, dengan keadaan aman sesudahnya.
Salah seorang Mujahid Daulah Islam bertanya pada pemilik toko itu, “Apakah kau bahagia hidup di bawah naungan Daulah Islam Iraq dan Syam?”
Ia menjawab,”Ya Syaikh, tokoku selalu jadi sasaran para perampok ketika kelompok-kelompok pejuang lain masih berada disini. Namun setelah Daulah Islam mengambil alih Raqqa, tidak ada lagi yang berani merampok toko milikku.”
Mujahid Daulah Islam tadi kembali bertanya, “Pasukan kami yang berlaku dzolim pada kalian dihukum di depan publik, sebagian lain dimasukkan dalam penjara. Katakan padaku, apakah ada kelompok lain sebelum ini yang menghukum anggotanya yang bersalah?”
“Tidak ada,” kata sang pemilik toko.
Video lantas ditutup oleh pernyataan salah seorang penduduk Raqqa lainnya, ketika ditanya oleh presenter video, ”Kenapa kau mendatangi Daulah Islam?”
Sang lelaki menjawab, “Karena tidak ada satupun orang yang memperlakukanku dengan penuh keadilan kecuali Daulah Islam.” [arkan]
Continue Reading

Syaikh Al Maqdisi: Aku Bersama Mujahidin yang Mengusung Panji Tauhid


Syaikh Al Maqdisi: Aku Bersama Mujahidin yang Mengusung Panji Tauhid

Ini adalah terjemahan dari tulisan Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi dari balik penjara.  Tulisan ini memang sudah lama beredar, yaitu pada pertengahan Rabiul Awal 1435 H. Namun, semoga dari sini kita bisa mengambil pelajaran penting dari tulisan beliau yang terinspirasi dari kunjungan putranya di penjara.
Berikut ini tulisannya:
Anakku yang kecil, Mughiroh datang menjengukku. Dia lalu bertanya kepadaku: Wahai ayah, beberapa sahabatmu mengunjungi kita kemarin. Salah seorang dari mereka bertanya kepadaku: Kamu bersama siapa wahai Mughiroh, bersama Jabhah atau Daulah? Aku pun menjawab: aku bersama seluruh orang Islam.
Betapa bahagianya aku dengan jawaban anakku ini. Air mataku tercurah dan aku berkeinginan menjanjikannya sebuah hadiah. Aku mantapkan dan terasa akan pentingnya jawabannya ini. Aku akan lekatkan dalam otakku serta ukir dalam hatiku. Aku ambil papan lalu aku tulis kalimat itu untuk dipajang di rumah. Aku tuliskan namanya dengan disertai ayat-ayat dan kata-kata yang indah. Aku akan tulis dengan khot yang bagus sebagai ungkapan bahwa aku berharap ia mengatakannya ketika mereka bertanya kepadanya: Aku bersama seluruh orang Islam.
Sesungguhnya pertanyaan yang diajukan si penanya kepada anakku ini benar-benar menyedihkan. Menyakitkan sekali. Terutama setelah peperangan yang terjadi antara saudara-saudara kita para mujahidin di Suriah, antara fraksi-fraksi yang mengangkat satu bendera dan punya satu tujuan. Sungguh kami telah melakukan qunut sebulan penuh bersama saudara-saudara kami di penjara setiap shalat lima waktu sejak berkecamuknya perang diantara mereka. Kami berdoa kepada Allah agar menautkan hati-hati para mujahidin dan mengumpulkannya  dalam satu kalimat tauhid. Berkumpul pada satu orang yang paling bertakwa diantara mereka… Dari sinilah kami mengeluarkan risalah yang mengajak mereka untuk bersatu, dengan menyertakan ayat yang mulia“kecuali kalian melakukannya akan menjadikan fitnah di bumi dan kerusakan yang besar”.
Ini sebagai peringatan dari bahaya perpecahan yang mengurai para Mujahidin di Suriah. Berlawanan dengan bersatunya musuh-musuh Allah kepada mereka yang meningkat dan makar mereka kepada seluruh mujahidin….
Para muwahhidin seharusnya lebih unggul dalam persatuan dibanding para musyrikin yang menjadi musuh Allah. Karena, para Mujahidin lebih jauh untuk melakukan itu daripada musuh-musuh Allah di samping lebih terjaga untuk menuruti hawa nafsu. Karena mereka mengharap balasan dari Allah, berbeda dari musuh-musuhnya. Mereka mengharap wajah Allah sedang musuh-musuh tidak mengharapkannya. Mereka berharap pertolongan Allah sedang musuh-musuh tidak mengharapkannya…. Allah ta’ala berfirman “Perangilah orang-orang musyrik secara keseluruhan, sebagaimana mereka memerangimu secara keseluruhan. Dan beramallah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” Kami merasa sedih senapan-senapan orang kafir Nashrani diarahkan kepada para Mujahidin. Kami mengingkari risalah yang muncul dari orang-orang yang mengeluarkannya, kami berlepas diri dari perbuatannya yang telah terjadi…. Tanpa kita membatasi nama-nama atau sebutan-sebutan karena tujuan kami adalah memberantas perbuatan-perbuatan yang munkar ini. Kami berlepas dari itu semua bukan berarti kami berlepas diri dari mereka. Namun hal ini karena kami lebih menghajatkan diri untuk mendengar urusan-urusan yang menurut kami lebih besar , disebabkan kecintaan kami kepada mereka. Yang saya maksud adalah “Kalimat tauhid dan benderanya”
Sebelumnya telah kami jelaskan dalam sebuah risalah, yang kita susun berdasar hadits Sulaiman dan Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam ketika menghukumi antara dua wanita. Salah satu dari anak mereka berdua dibawa pergi oleh serigala. Sesungguhnya yang bersungguh-sungguh  terhadap jihad dan benderanya atau sejenisnya itu hak, benar adanya. Tidak rela jika hal itu dirusak. Diibaratkan dalam hal ini, kerelaan ibu yang rela untuk ‘merusak’ anak dari ibu yang asli. Ibu yang sayang dengan anak tadi (asli) menerima agar anak itu diserahkan ke ibu satunya agar tidak dirusak. Sungguh orang yang sayang dengan umat Islam, benar-benar merasa sakit, benar-benar tidak bisa tidur atas apa yang terjadi atasnya, para pemangkunya tidak akan rela selamanya jika bendera Mujahidin terpecah-pecah dan shaf-shaf mereka rusak. Bahkan ia bisa menangis, berdoa kepada Allah dengan keikhlasan agar shaf-shaf mereka bersatu dan hati-hati mereka bertautan. Hal ini karena persatuan mereka itu memberikan maslahat bagi Islam dan pemeluknya. Sesungguhnya mujahid yang jujur dan dai yang faqih tidak berceloteh (berbicara banyak) dengan celotehan-celotehan yang memecah belah dan tidak memalingkan (dari perpecahan). Hujjah-hujjah yang dibentuk dan disematkan adalah memajukan maslahat Islam dan kaum muslimin. Dalam  tahapan ini adalah mempersatukan shaf Mujahidin.
Allah ta’ala “menyukai orang-orang yang berperang di jalannya dalam satu shaf” bukan beberapa shaf…. Kami juga sangat rindu kecintaan Allah kepada kami  dalam rangka mengajak orang-orang kepada persatuan shaf-shaf Mujahidin. Kami tidak rela atau lepas dari tuntutan ini, sehingga mata kami menjadi sejuk dengan melihat orang kafir marah dengan terealisasinya hal itu. Kami tidak membenarkan tulisan atau seruan yang menguatkan perpecahan atau menambahnya. Sebagaimana kami berlepas diri dari setiap perbuatan yang tertuju dari salah seorang mujahidin dari setiap jamaah yang menyebabkan perpecahan ini. Kami melihat bahwa tulisan-tulisan atau seruan-seruan  dan perbuatan-perbuatan itu diridhoi oleh setan, dari kalangan manusia dan jin, sehingga menyenangkan matanya. Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada sahabat-sahabatnyaketika suatu hari safar bersama mereka.  Ketika mereka berhenti di suatu tempat, mereka terpencar-pencar diantara cabang-cabang dan pohon:(Sesungguhnya berpencarnya kalian ini diridhoi setan), mendengar itu mereka pun berkumpul.  Sampai-sampai ketika diletakkan baju di atasnya untuk menutupi mereka, maka akan tertutupi semuanya dikarenakan saking berdempetannya mereka.… Untuk itu saya yakin bahwa setiap yang menyeru kepada perpecahan dan meninggikannya, serta tulisan, tindakan, atau perbuatan yang menyebabkan peperangan luar dalam maka ia masuk dalam keridhoan setan, bukan keridhoan Ar Rahman.
Ar Rahman “mencintai orang-orang yang berperang di jalannya dalam satu shaf”, dan setan ridho kita berpisah, terpecah belah dan berselisih… Berapa banyak dari mujahid atau penulis atau khotib telah membenarkan sangkaan iblis dan ridho dengan jalannya yang menambah perpecahan, kehancuran  dan peperangan “Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.” (QS  Saba: 20)
Sebagaimana hal itu juga membuat ridho musuh kita dan menyejukkan mata-mata mereka. Bahkan mereka berusaha untuk memuluskannya dan merancang hal itu. Mereka berserikat di dalamnya secara langsung ataupun tidak langsung. Untuk itu aku berkata kepada saudara-saudaraku di dalam penjara ketika kabar-kabar yang menyertakan fulan sebagai tempat berlindung, dan tulisan-tulisan mereka yang mengajak kepada perpecahan dan pertentangan, serta menuduh pada sebagian jamaah Mujahidin dengan nama-namanya, nama-nama pemimpinnya dan masyayikhnya yang terang dalam situs-situs internet, maka saya katakan: Bukankah kalian tahu, mereka menulis dengan nama-nama mereka yang asli dan sebagian dari mereka meletakkan fotonya, apakah tidak diperkirakan bahwa bersamaan itu pula intelejen tidak mengamati mereka dan tidak memperhitungkan atas tulisan-tulisan mereka yang di dalamnya cenderung Nampak berpihak pada sebagian kelompok-kelompok Mujahidin. Mereka itu (intelejen) sudah mengira jauh-jauh hari sebelumnya sebelum kami memperkirakannya! Hal itu tidak tercapai kecuali karena mereka dalam tahapan ini berbuat sesuai yang diinginkan intelejen dan ridho terhadapnya. Serta berbicara pelan bersama dengan orang yang segaris dengannya. Sebagaimana tadi bahwa ia ridho dengan setan. Sedangkan saudara-saudara kita yang prihatin dan menangis atas keadaan jihad ini serta berusaha menasehati pengembannya dan mendoakan pada persatuan shaf serta mengesampingkan peperangan, diminta oleh intelejen dan ditakut-takut olehnya dengan ditangkap, diancam dan diperingati bahwasanya mereka telah melanggar garis merah, ya, Sesungguhnya garis-garis merah itu menurut mereka adalah jalan ke arah yang benar, yang dicintai Allah dan diridhoi-Nya sebagai jalan bagi jihad dan Mujahidin.
Adapun jalan yang buruk, bengkok, dan jelek menghantarkan kepada hawa nafsu dan akhlak yang tercela. Itulah yang membuat intelejen ridho dan mereka yang mengikutinya juga ridho atasnya. Hal ini karena kawan karib mereka berjalan sesuai dengan kesenengan intelejen yang menggunakan jalan mereka, walaupun mereka bukan pelakunya.
Aku memperhatikan saudara-saudara kita yang ada di Urdun pada sebuah perkara yang aku menyertainya sebelum aku tertawan. Yang mana aku berniat untuk menyebarkan wasiat bagi saudara-saudara kita yang masih muda di Urdun dalam masalah adab bermuamalah diantara mereka. Yaitu masalah tidak tergesa-gesa mengabarkan suatu hal sebelum tersusun hukum atasnya, meninggalkan ghibah dan adu domba, membersihkan hati dari hasad dan permusuhan, memuliakan para masyayikh dan konsen dalam tholabul ilmi, serta hal-hal lainnya. Maka dari itu, pihak intelejen melarangku untuk melakukan hal itu dan berkata kepadaku Abu Marwan Ad Dabubi dengan satu kalimat: (Kami tidak akan membiarkanmu menata urusan internal rumahmu) !!
Maka dari itu, ambillah pelajaran dari saudara-saudara kita di Urdun, hal yang disukai oleh intelejen adalah membiarkan urusan dalam rumah kita berjalan seperti ini terus, biar tetap kacau dan  dan tetap kerdil, tidak bersatu dan tidak ada ikatan di dalamnya. Berlawanan dari tuntutan Allah kepada kita. Mereka menginginkan shaf-shaf saling terpecah belah, bukan shaf yang menyatu. Tuntutan mereka jelas, tidak mbulet. Barangsiapa yang tetap berbuat dan mentaati kesenangan intelejen setelah penjelasan ini, maka sungguh kita berlepas diri atas hal itu dari Allah Ta’ala dalam menasehatinya…  Barangsiapa yang berkehendak membikin marah dan mangkel intelejen dengan persatuan, keterikatan dan kerapian shof serta amal yang lebih utama, maka hidupkanlah terus hal itu…
“Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan diantara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).” Kita menyebut ini di sini sesuai apa yang termuat dalam Sahih Bukhori bahwasanya seorang Muhajirin menolak seseorang dari Anshor, maka Anshor tadi pun berkata: Wahai Anshor ini untukmu… Si Muhajir juga berkata: Wahai Muhajir ini untukmu. Maka Rasulullah mendengar  dan bersabda: Tinggalkan itu (saling ego), karena hal itu busuk baunya. Maka renungkanlah bagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menerima sikap saling berhizb (bergolongan). Maka bagaimana jadinya jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat penyebab kalian menjadi bermusuhan dan berpecah belah. Hendaknya hal itu ditinggalkan, karena baunya busuk. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara! Bikinlah marah musuh-musuh Allah dengan saling mengishlah diantara kalian! Waspadalah atas perserikatan yang pandai membuat fitnah, semoga Allah menyelamatkan darah-darah kalian dan tangan-tangan kalian darinya. Bersungguh-sungguhlah agar Allah menyelamatkan hati-hati, lisan-lisan, dan tulisan-tulisan kalian darinya (bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar)! Jadilah kalian ini sebagai kunci-kunci kebaikan bagi jihad dan mujahidin, kunci-kunci yang mempersatukan, mempertautkan, dan sebagai penasehat…! Waspadailah perkara-perkara yang menghapus jihad, melemahkan, membagi-bagi ke dalam jalan yang terpisah..! Ini adalah aib, demi Allah bagi siapa yang sibuk dengan omong kosong ini dan menghadapkan orang-orang ke perkara-perkara tadi serta memeliharanya…
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tabhrani di dalam Mu’jam Al Kabir bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda”Sesungguhnya Allah menyukai hal-hal tinggi dan mulia. Dan ia tidak menyukai hal-hal yang remeh”. Termasuk hal-hal yang remeh dan melemahkan adalah menyebarkan berita bahwa kita di penjara ini seperti mereka, berpecah belah sama seperti mereka. Ini adalah kebohongan yang nyata, jelas-jelas bohong. Kami dengan kemuliaan Allah berada dalam satu shaf yang membuat marah musuh-musuh Allah. Dan kami mendengar terus menerus doa mujahidin semuanya serta berdoa sepenuh hati kepada Allah untuk mepersatukan shaf mereka dan mengumpulkannya dalam satu kalimat. Hati-hati kami berada dalam hati satu orang. Kami saling menasehati berdakwah untuk persatuan. Kami menasehati kepada tetangga-tetangga dan para kerabat keluarga. Kami belajar, saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran sehingga membuat marah musuh-musuh Allah dengan keterikatan dan persatuan kami. Segala puji bagi Allah, Rabb sekalian alam…
Bertakwalah kepada Allah wahai saudara-saudara sekalian untuk kita dan mujahidin. Jangan menyebarkan perpecahan! Jangan jadi pembantu atas hal itu. Ketahuilah bahwa musuh-musuh kita tidak memisahkan antara kelompok-kelompok mujahid yang jujur.  Akan tetapi, mereka  membuat makar terhadap semuanya dan akan menguasai setiap yang meninggikan bendera tauhid dan berjihad di jalannya. Barangsiapa yang senang dengan permusuhan mereka hari ini dengan terpisahnya mujahid yang jujur, maka ia benar-benar tidak mengira akan aman dari makar dan permusuhan mereka. Waspadalah menjadi seorang yang dikatakan: Saya telah makan di hari sapi putih makan… Dan ketahuilah, plot permusuhan dari jihad kalian di Suriah  berlangsung malam dan siang. Beberapa hari yang lalu, di Brussel diadakan pertemuan anggota Uni Eropa dan Turki, delapan negara Arab, termasuk Yordania untuk mendiskusikan resiko adanya pejuang asing di Suriah. Pertemuan itu bertepatan dengan pernyataan Direktur Badan Intelijen Nasional dan Amerika, James Clapper kepada anggota Kongres bahwa “Konflik di Suriah telah menjadi ancaman bagi keamanan nasional AS melalui kemenangan orientasi depan. Dia mengungkapkan bahwa ada sekitar 7.000 pejuang jihad Sunni di Suriah“ Permusuhan ini sedang terjadi dan disetir untuk membuat makar terhadap mujahidin di Suriah dengan apa saja yang bisa mendatangkan kelemahan pada ikatan yang bersatu. Mereka berkumpul dalam melemahkan jihad dan mengubahnya ke pada perjuangan sendiri-sendiri dan terpisah-pisah, menjadi perang saudara, dan menyalakan api fitnah untuk mengadu domba antara mujahidin sehingga mengkerdilkan kita. Maka, anak perempuanku mendatangiku beberapa hari ini lalu bertanya kepadaku, engkau bersama siapa wahai abi?? Maka aku katakan kepadanya,“Aku bersama seluruh Mujahidin.”
Continue Reading

Seri Syuhada'


Abu Abdul Rahman Rahimahullah, Elang Tauhid dari Palestina

Written by | March 16, 2013 | 0
Abdul Rahman
Elite Janisary
Seorang komandan mujahid asal Palestina yang sekaligus menjadi pelatih militer mujahidin telah Syahid di Suriah saat berjihad bersama Jabhah Al Nusrah. Beliau sebelumnya adalah mantan anggota Hamas dan sekarang merupakan anggota dari Jamaah Tauhid dan Jihad di Baitul Maqdis (Yerusalem).
Ibnu Taimiyah Media Center adalah sumber resmi untuk rilis dari Dewan Syura Mujahidin (DSM) di sekitar Baitul Maqdis (Yerusalem). Menurut SITE Intelligence Group, sumber ini telah merilis sebuah video di sebuah forum jihad pada tanggal 12 Maret tentang Muhammad Ahmad Qanitah rahimahullah.
Qanitah, yang juga dikenal sebagai Abu Abdul Rahman, syahid (insyaaAllah) dalam sebuah serangan roket pada bulan Desember saat berjihad bersama Jabhah Al nusrah Al selama pengepungan bandara di Aleppo, menurut rekaman video.
Biografi dalam video tersebut menyatakan bahwa Qanitah “tumbuh bersama keluarga yang Islami dan dibesarkan dengan aqidah al wala wal baro, sehingga dari kecil beliau tahu mengapa harus membenci Yahudi, menurut ringkasan video. “Beliau belajar seni bela diri dan melemparkan batu pada musuh dan terluka ketika ia berusia 12 tahun.”
Narator video tersebut mengatakan bahwa Qanitah bergabung dengan Hamas di sayap militernya yaitu Brigade Izzudin al-Qassam pada tahun 2003. “Dia datang untuk mengetahui pemimpinnya, berjihad dengan mereka dan melatih para mujahidin, Beliau juga ikut serta dalam aksi jihad di banyak pertempuran.”
Qanitah kecewa dengan Hamas karena sudah menyimpang dari manhaj salafus shaleh dan tidak berada diatas tauhid wal jihad yang benar, sehingga beliau membuat pilihan untuk beralih ke kelompok Salfi jihad di Gaza.
Akhirnya beliau diperkenalkan ke Sheikh Abu al Walid al Maqdisi rahimahullah, amir Jamaah Tauhid wal Jihad di Baitul Maqdis (Yerusalem). Qanitah kemudian mulai melakukan pelatihan terhadap mujahidin disana.”
Menurut narator, Beliau menyadari bahwa beliau kemungkinan akan ditargetkan oleh Israel, sehingga beliau berusaha untuk pergi ke Chechnya. Qadarullah beliau gagal masuk kesana dan kemudian beliau, melakukan perjalanan ke Mekkah lalu melakukan perjalanan ke Suriah. Setelah di Suriah, beliau bertugas sebagai pengawas pelatihan militer untuk Gerakan mujahidin al-Fajr Islam dan Jabhah al-Nusrah, beliau juga ikut berpartisipasi dalam operasi pemboman terhadap Nusayriah.”
Dalam sebuah segmen video yang menunjukkan beliau sedang memberikan wasiatnya, beliau mengatakan bahwa “hati tercabik-cabik ketika melihat muslimah yang diperkosa di Syam Suriah, anak-anak dibunuh, rumah-rumah dihancurkan dan orang tua dibunuh oleh para penjahat, para tiran Bashar al-Assad dan antek-anteknya dari Syiah Alawit (Nusayriah). “beliau menyimpulkan bahwa “itu adalah tugas kami untuk berhijrah di jalan Allah menuju Syam untuk membantu saudara-saudara mujahidin kami.”
Dari Palestina ke Suriah
Qanitah bukanlah mujahid asal Palestina pertama yang syahid dalam pertempuran di Aleppo. Juli tahun lalu, seorang mujahid Palestina dari Jaish Al Islam syahid (insyaaAllah) dalam sebuah pertempuran di Aleppo.
Dalam beberapa pekan terakhir, banyak laporan pers telah menunjukkan peningkatan jumlah kaum muslimin Palestina yang bergabung dalam jihad Suriah. Banyak dari mereka yang berjihad Suriah dari kelompok Salafi Jihadi yang kemudian bergabung Jabhah Al nusrah. Fenomena ini cukup beralasan mengingat akar sejarah dari Syam bahwa penaklukan Baitul Maqdis selalu dimulai dengan pembebasan Damaskus (Suriah) terlebih dahulu.
Salafi Jihadi di Jalur Gaza telah menyatakan dukungan terhadap jihad di Suriah dengan memberikan nasehat-nasehat dan tips militer dalam pernyataan yang mereka keluarkan selama beberapa bulan terakhir.
Pada tanggal 20 Januari 2013, rekaman pidato dari Abu Abdullah al-Ghazi, seorang tokoh terkemuka dari Jaish Al Ummah dirilis ke forum jihad. Dalam pidato tersebut, Al Ghazi mengatakan bahwa Syam harus dilihat dengan terbuka sebagai “pasar jihad.” Selain itu, beliau meminta para mujahidin untuk segera mengambil inisiatif dengan mendirikan Negara Islam di Syam dan segera pula membangun kembali aturan Allah atas tanah-Nya setelah kalian (mujahidin) mencabut kejahatan tiran [Assad] dan membalas darah yang telah ditumpahkan dan kehormatan yang dilanggar. “
Sembilan hari sebelum pidato audio dirilis, sebuah video dari Jaish Al Ummah dirilis ke forum jihad. Dalam video tersebut, yang didedikasikan untuk para mujahidin di Suriah, kelompok jihad ini menunjukkan “bagaimana cara memproduksi roket 107mm,”.
Continue Reading

Pesan Mujahid Komandan Al Qaeda Pusat


"Pesan Syaikh Ayman Az-Zawahiri Kepada Mujahidin Suriah : Biarkan Perjuangan Kalian Atas Nama Allah"

Written by | April 8, 2013 | 0
Syaikh Ayman Az-Zawahiri hafidzahullah
Syaikh Ayman Az-Zawahiri hafidzahullah
Ibnu Subandi
Pemimpin Al Qaidah Ayman al Zawahiri mendesak umat Islam di negara-negara Arab bersatu dan mendirikan negara Islam. Selain itu Ayman juga mendesak gerilyawan di Suriah untuk membangun sistem pemerintahn Islam. Tak lupa pemimpin Al Qaidah asal Mesir ini memperingatkan Perancis atas campur tangan militer mereka di Mali.
“Biarkan perjuangan kalian atas nama Allah dan dengan tujuan membangun hukum  Allah sebagai sistem yang berkuasa,” kata Zawahiri dalam rekaman terbarunya, sejak pesan terakhirnya November lalu.
Kepala Al Qaidah pengganti Usamah bin Ladin ini menekan pejuang Sunni di Suriah untuk melancarkan perang suci dan mendirikan negara Islam. Ia mengatakan, keadaan seperti itu akan membantu kembalinya sistem kekhilafahan Islam yang telah lama tertidur.
“Musuh sudah mulai pusing dan tumbang,” kata Zawahiri mengacu pada pasukan pemerintah Suriah.
Namun, Zawahiri mewanti-wanti jangan sampai Amerika Serikat, Liga Arab, PBB atau Israel mendikte masa depan Suriah menjelang kemenangan pejuang.
“Mereka ingin mencuri pengorbanan dan jihad kalian dan memberikannya kepada pendukung mereka di Washington, Moskow dan Tel Aviv.”
Dalam pesan terbarunya Ayman Zawahiri juga memaki Iran dan Hizbullah Lebanon karena mendukung diktator Presiden Bashar Asad dan peerintahannya. Pemimin Al Qaidah itu menyebut Bashar Asad sebagai “rezim sekuler kriminal”.
Lebih jauh, Zawahiri juga menyatakan bahwa Perancis akan mengadapi operasi militer panjang di Mali. Menurut Zawahiri Perancis akan mengalami nasih yang sama seperti Amerika di Afghanistan.
“Saya menyerukan kepada negara Muslim kami di Mali untuk bertahan dan bersabar, dan mudah-mudahan ini berefek pada kekalahan perang salib global,” tambahnya.
Sebagai warga negara Mesir, Zawahiri tak lupa mengkritik pemerintah Mesir saat ini yang dianggap gagal mengatasi ketidaksetaraan kekayaan di negeri itu.
…”Orang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Apakah gerakan Islam telah memberikan pendidikan yang lebih baik, kesehatan atau transportasi?” tanyanya. Zawahiri sebelumnya juga dikenal sebagai anggota Ikhwanul Muslimin sebelum bergabung ke Al Qaidah.
Konstitusi yang diberlakukan Mesir saat ini tak luput dari kritikannya, yang ia anggap tidak Islami.
Dalam pesan sepanjang 103 menit yang baru saja dirilis sayap media Al Qaidah itu, Zawahiri mendesak umat Islam menerapkan Syariat Islam, memberikan bantuan terhadap umat Islam lain yang tertindas dan menghentikan segala penjarahan kekayaan Muslim seperti yang terjadi saat ini.
Continue Reading

Jabhah Nusroh Suriah adalah Bagian Daulah Islam Iraq


"Syaikh Abu Bakar Hafidzahullah: Jabhat An-Nusrah Bagian Dari Daulah Islam Iraq"

Written by | April 9, 2013 | 0
DII
Ibnu Subandi
IRAQ – Mujahidin Daulah Islam Iraq mengatakan untuk pertama kalinya pada hari Selasa (9/4/2013), bahwa mujahidin Jabhah An-Nusrah  sebuah kelompok jihad yang melawan rezim thaghut Bashar al-Assad laknatullah merupakan bagian dari jaringan dan berjuang untuk mendirikan negara Islam di Suriah. Allahu Akbar!
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Amir (pemimpin) Daulah Islam Iraq (yang sekarang Daulah Islam di Irak dan Syam)  Syaikh Abu Bakar al-Baghdadi hafidzahullah, melalui sebuah rekaman audio yang tersebar di Youtube.com.
“Sekarang saatnya untuk menyatakan di depan orang-orang dari Syam dan seluruh dunia bahwa Jabhat An-Nusra hanyalah perpanjangan dari Negara Islam di Iraq dan bagian dari itu,” Mengutip SITE, rekaman audio Syaikh Abu Bakar.
Kelompok-kelompok mujahidin sekarang digabungkan dan disebut Daulah Islam di Iraq dan Syam.
Syaikh Abu Bakar mengatakan kelompok itu bersedia bersekutu dengan kelompok lain “dengan syarat bahwa negara dan warga negaranya diatur sesuai dengan aturan yang ditentukan oleh Allah (syariat Islam).”
Semoga Allahu mengokohkan mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam, sehingga menjadi jalan dideklarasikan Khilafah Islamiyah. Aamiin!
Continue Reading

Deklarasi Daulah Islam Iraq dan Syam


Deklarasi Daulah Islam Di Iraq Dan Syam Dipublikasikan Via Youtube, Allahu Akbar!

Daulah_Islam_Di_Iraq_Dan_Syam
M Fachry
BUMI SYAM-Dunia semakin canggih. Sebuah deklarasi (proklamasi) negara bisa dilakukan dan dipublikasikan (dilihat) di media sosial-seperti youtube-sebagaimana yang dilakukan oleh Amirul Mu’minin (pemimpin kaum Muslimin) Daulah Islam Iraq, Syekh Abu Bakar Husain Al Quraisy Al Baghdady-hafizahullah-ketika mendeklarasikan Daulah Islam Di Iraq dan Syam. Allahu Akbar!
Dalam laman youtube berjudul “I’lan Ad Daulah Al Islamiyah Fil Iraq wa Syam”, terdapat penjelasan singkat berbahasa Arab, yang kurang lebih sebagai berikut :
Bismillahirrahmanirrahim
Yayasan Medi Al Furqon, Mempersembahkan.
Sambutan dari Amirul Mu’minin (Pimpinan Kaum Muslimin) Abu Bakar Al Husain Al Quraisy Al Baghdady-hafizahullah. Kabar Gembira Untuk Orang-Orang Beriman. Deklarasi Daulah Islam Di Iraq dan Syam.
Demikian kalimat pembuka yang terdapat di laman media sosial Youtube, di alamat : https://www.youtube.com/watch?v=Y39jBxgsAUk yang memuat Deklarasi Daulah (Negara) Islam di Iraq dan Syam.
Halaman Youtube ini sudah dilihat sebanyak 301 kali, dimana 128 orang menyukai (like) dan hanya 7 orang yang tidak menyukai (dislike) dan kemungkinan akan bertambah terus yang akan melihatnya, mengingat banyak orang, khususnya kaum Muslimin yang ingin tahu secara pasti tentang Deklarasi Daulah Islam di Iraq dan Syam ini.
Sementara itu, Media Al Furqon juga menyebarluaskan audio untuk mendengarkan Deklarasi Daulah Islam Di Iraq dan Syam di link berikut ini : https://ia601702.us.archive.org/25/items/dwlh-2slmyh-3rq-shm/dwlh-2slmyh-3rq-shm.mp3
Setelah bacaan Basmalah, terdengar ayat Al Qur’an, Surat Ash-Shaff, ayat 4 :
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
Setelah itu, terdengarlah suara Syekh Abu Bakar Al Husain Al Quraisy Al Baghdady-hafizahullah-yang dengan tenang dan tegas memulai kata dengan doa-doa dan ayat-ayat pembuka.
Di bagian awal Syekh Abu Bakar menceritakan kisah perjalanan Daulah Islam Iraq sejak awal mula, di masa Syekh Abu Mushab Az Zarqawi-rahimahullah-dengan nama Tandzim Al Qaeda Fie Biladi Rafidain, hingga akhirnya terbentuk Majelis Syuro Mujahidin di Irak, cikal bakal Daulah Islam Iraq.
Beliau juga menyebut Syekh Abu Umar Al Baghdady, Amirul Mu’minin pertama Daulah Islam Iraq, serta Abu Hamzah Al Muhajir, komandan perang Daulah Islam Iraq, yang kedua-duanya syahid fi sabilillah.
Syekh Abu Bakar-hafizahullah-kemudian mulai menyebut Bumi Syam, sebagai bumi yang penduduknya adalah penguasa bumi dan karena itu Daulah Islam Iraq pun membantu Jihad di Syam, dengan mengirimkan salah satu tentara terbaik mereka, yakni Syekh Abu Muhammad Al Julany, yang tidak lain dan tidak bukan adalah pemimpin Mujahidin Jabhah Nushroh yang sangat terkenal tersebut. Allahu Akbar!
Syekh Abu Bakar juga menegaskan bahwa Mujahidin Jabhah Nushroh pada hakikatnya adalah para prajurit alias Mujahidin dari Daulah Islam Iraq yang dikirim khusus ke Bumi Syam, Suriah.
Dan kini sudah saatnya diantara keduanya digabungkan dalam satu tandzim, satu jama’ah, yakni Daulah Islam Di Iraq dan Syam di bawah kepemimpinan Amirul Mu’minin, Syekh Abu Bakar Al Bagdady hafizahullah. Allahu Akbar!
Semoga bersatunya dua kekuatan tersebut di bawah satu Daulah Islam di Iraq Dan Syam menjadi langkah pasti kaum Muslimin dan Mujahidin di Bumi Syam untuk menegakkan Khilafah Islam. Insya Allah!
Sumber : Youtube & Al Furqon Media
Continue Reading

Analisa Jihad: Perang Suriah Semakin Berpotensi Menjadi Konflik Global


Seorang pejuang FSA sedang memandang ke arah perbatasan Turki (foto: AFP)
Seorng pejuang FSA sedang memandang ke arah perbatasan Turki (foto: AFP)
(An-najah) – Setelah surat kabar Turki dan Israel membocorkan informasi tentang kesepakatan yang mungkin terjadi antara AS dan Rusia pada masalah Suriah, apa yang muncul dari ini adalah garis yang lebih jelas dari adegan berdarah di Suriah semakin terungkap secara jelas di depan mata seluruh dunia.
Garis-garis besar pengaturan ini terlihat seperti ini: Suriah akan dibagi menjadi dua zona. Satu bagian adalah untuk rezim Alawi, namun pada kenyataannya, diperuntukkan bagi Iran dan Rusia, sedangkan bagian lainnya diserahkan kepada manajemen yang disebut dengan “koalisi nasional”, yang dibentuk oleh Barat di Qatar.
Kekuasaan dari komponen “Koalisi nasional” selayaknya akan dialokasikan kepada Tentara Pembebas Suriah (FSA), yang sekarang sedang aktif “dicuci otak”, karena tidak semua unit katibah (brigade) FSA sudi untuk menyatakan diri berada satu barisan dengan komplotan geng boneka pro-Barat. Sebab, mayoritas dari mereka justru tegas menyatakan ingin berada dibawah naungan syariat Islam.
Musuh bersama dari  “koalisi nasional” boneka pro-Barat, Rusia, AS dan Iran adalah kelompok yang menyatakan dirinya sebagai “jihadis” yaitu, Mujahidin Jabhat al-Nusra, Al Qaeda, dll.
Keselarasan ini justru malah mempromosikan kepentingan Iran. Kondisi kawasan Timur Tengah yang terdiri dari negara-negara yang lemah dan runtuh akan membuat pemerintah masing-masing tidak bisa mempertahankan monopoli penggunaan kekuatan. Hal ini akan memudahkan Iran untuk kembali membangkitkan kejayaan peradaban Dinasti Safawiyah-Persia yang mengusung ideologi syiah.
Bahkan, hal ini telah dicapai dengan dibentuknya milisi Hizbullah, Tentara Mahdi dan sebagian dari sayap brigade Hamas merupakan alat kebijakan Iran di wilayah tersebut.
Negara mana saja yang terlibat?
Karakteristik dalam hal ini adalah keterlibatan terbuka Irak (meskipun masih tergantung pada Amerika Serikat) dalam perang Suriah, yang baru-baru ini mulai mengaktifkan unit sel posisi pemberontak di dalam wilayah Suriah.
Pemerintah rezim syiah rafidhah Baghdad mulai melibatkan diri ke dalam perang setelah pernyataan kecaman yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri” Nuri al-Maliki yang mengatakan bahwa runtuhnya rezim Assad akan menyebabkan “percikan perang di negara-negara tetangga di wilayah itu, dan akan melanggengkan para jihadis untuk meraih kekuasaan dan menegakkan syariat Islam… “
Menurut kubu pejuang Suriah, pasukan Irak telah berjaga di sepanjang perbatasan Irak-Suriah. Pasukan rezim Baghdad bahkan telah melakukan serangan mortir dan artileri terhadap posisi pejuang Tentara Pembebas Suriah (FSA) di lokasi sekitar al-Ya’roubia melintasi perbatasan di provinsi Hasaka selama beberapa hari belakangan.
Kelompok pejuang Suriah telah memposting sebuah tayangan video yang menunjukkan transfer peralatan militer Irak dan senjata melintasi perbatasan untuk menambah kekuatan tentara Bashar Assad.
Perlu diingat, bahwa pemerintah rezim di Yaman -yang juga tunduk di bawah kendali AS- telah berpartisipasi selama beberapa bulan terlibat dalam perang untuk berjuang di sisi Assad.
Pada hari Ahad (03/03), dilaporkan bahwa Jordan telah mengumumkan hadiah untuk setiap informasi tentang brigade Jabhah Nusrah dan para pemimpinnya. Jordan sebelumnya juga telah mengekstradisi seorang pilot yang desertir dari Tentara Suriah bersama dengan pesawat untuk dipulangkan ke rezim Bashar Assad.
Sementara itu, di sisi Assad  telah lama ada sekelompok pasukan yang secara terbuka berjuang melawan rakyat Suriah. Diantaranya ialah Korps Garda Revolusi Iran (termasuk pasukan penerbang), GRU Rusia (pasukan khusus intelijen Rusia), milisi Hizbullah Lebanon dari geng Syiah, yang baru-baru ini telah menduduki 8 desa di wilayah Homs.
Rusia dan Iran secara aktif memasok rezim Assad tidak hanya dengan SDM tempur tetapi juga dengan perangkat militer. Dan seringkali senjata-senjata ini, meskipun disebut-sebut ada “embargo internasional”, melenggang bebas melalui pelabuhan Arab Saudi, Yaman, Mesir dan beberapa negara Eropa.
Dalam beberapa hari terakhir, telah terjadi peningkatan tajam serangan rudal terhadap posisi FSA dan Mujahidin. Jika pada tahun lalu, hanya 2-3 rudal Scud itu ditembakkan, saat ini Scud menyerang  siang dan malam hingga 3-5 rudal per hari.
Rezim Assad juga menggunakan senjata kimia, meskipun berdampak lokal, namun fakta-fakta jelas ini diabaikan begitu saja oleh aliansi Barat munafik yang pernah membual dengan ancaman akan melakukan “pembalasan yang keras”  apabila ada  penggunaan senjata kimia.
Perang Suriah, Jihad Global antara Muslim dan Kafir
Perang Suriah ini akhirnya nampak jelas di depan mata kita berperan sebagai ‘furqon’, pemisah antara yang haq dan yang bathil. Konflik ini menegaskan bahwa di dunia ini akhirnya akan kembali pada dua sisi yang berlawanan, merobek topeng kemunafikan dan mengungkapkan tujuan mereka yang sesungguhnya. Di satu sisi adalah perselingkuhan aliansi internasional, yang mencakup negara-negara kafir dan boneka mereka dari apa yang disebut penguasa Muslim dan lainnya. Dan disisi lainnya ada Muslim Mujahidin dan orang-orang berteguh hati yang telah menyatakan niat mereka untuk mengembalikan Syariat Allah.
Meskipun kekuatan sumber daya material yang jauh berbeda, segelintir mujahidin berhasil menyatukan diri dengan tulus untuk bersama-sama melawan kaum kafir global. Hasil yang diraih mereka pun cukup signifikan. Mujahidin berhasil merangsek maju, menguasai lebih banyak daerah, lagi dan lagi. Meskipun tanpa senjata, peralatan, sepatu, dan kurangnya logistik.
Kemenangan sedang berlangsung, hari demi hari berhasil diraih muslim Suriah, meskipun tuduhan selalu diarahkan kepada Mujahidin di tengah konspirasi seluruh dunia. Jihad di Syam adalah hadiah dari Allah kepada kaum muslimin seluruhnya.
Hadits dari Abdullah Bin Hawalah menyebutkan,
حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ وَيَزِيدُ بْنُ عَبْدِ رَبِّهِ قَالَا حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ قَالَ حَدَّثَنِي بَحِيرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ أَبِي قُتَيْلَةَ عَنِ ابْنِ حَوَالَةَ أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَصِيرُ الْأَمْرُ إِلَى أَنْ تَكُونَ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ جُنْدٌ بِالشَّامِ وَجُنْدٌ بِالْيَمَنِ وَجُنْدٌ بِالْعِرَاقِ فَقَالَ ابْنُ حَوَالَةَ خِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَاكَ قَالَ عَلَيْكَ بِالشَّامِ فَإِنَّهُ خِيرَةُ اللَّهِ مِنْ أَرْضِهِ يَجْتَبِي إِلَيْهِ خِيرَتَهُ مِنْ عِبَادِهِ فَإِنْ أَبَيْتُمْ فَعَلَيْكُمْ بِيَمَنِكُمْ وَاسْقُوا مِنْ غُدُرِكُمْ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ تَوَكَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ
Telah menceritakan kepada kami Haiwah bin Syuraih dan Yazid bin Abdurabbihi berkata; telah menceritakan kepada kami Baqiyyah berkata; telah bercerita kepadaku Bahir bin Sa’ad dari Khalid bin Ma’dan dari Abu Qutailah dari Ibnu Hawalah sesungguhnya dia berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Saat itu akan terjadi tentara-tentara yang berkelompok-kelompok. Tentara yang berada di Syam, Tentara yang berada di Yaman, dan Tentara yang berada di Iraq.” Ibnu Hawalah berkata; “Pilihkan untukku, Wahai Rasulullah, jika saya menjumpai hal itu!.” Beliau bersabda: “Bergabunglah di Syam, karena di sana ada hamba-hamba Allah yang terpilih. Jika kalian tidak bisa, maka pergilah ke Yaman. Berilah air dari kolam kalian, sesungguhnya Allah Azzawajalla telah menyerahkan Syam dan penduduknya kepadaku.”
(Imam Ahmad 4/110, Abu Dawud 2483. Dishahihkan oleh Imam Abu Hatim, Imam ad-Diya al-Maqdisi, Sheikh al-Albani dan Syeikh Syuaib Al-Arnaut).
Continue Reading

Trik Zionis Menguasai Palestina


 "TIGA TRIK ZIONIS LAKNATULLOH MENGUASAI PALESTINA"
Oleh Ustadz Fahmi Suwaidi
Setelah memasuki kota, Allenby menyempatkan berdiri di pemakaman para syuhada perang pembebasan Al-Quds sejak era sahabat radhiallahu’anhum hingga Perang Salib. Dengan congkak ia menyombongkan kemenangan pasukannya dan berujar, “Hari ini Perang Salib telah berakhir dengan kemenangan kami.”
Sembilanpuluh lima tahun silam, tepatnya tahun 1917, tanah Palestina terpaksa diserahkan oleh Khilafah Turki Utsmani kepada Jenderal Allenby dari Inggris. Turki yang menjadi sekutu Jerman dalam Perang Dunia I menderita kekalahan memalukan. Sebagai pecundang dalam perang, imperium itu harus merelakan beberapa wilayahnya kepada pihak Sekutu sebagai pemenang.
Bumi Syam yang dibebaskan oleh Khilafah Islamiyah di bawah Umar bin Khaththab pun mulai terbelah. Setahun sebelumnya, diam-diam Inggris dan Perancis telah menandatangani Perjanjian Sykes-Picott. Bumi Khilafah dibagi-bagi. Irak dan Yordan jatuh ke tangan Inggris, sementara Lebanon dan Palestina diserahkan pada Perancis. Namun belakangan Palestina diserahkan kepada Inggris.
Sebelumnya, Inggris telah berjanji pada Emir Faisal dari Hijaz, bahwa ia akan diangkat menjadi Raja Arab yang berkuasa di Damaskus dan memimpin Jazirah Arab. Syaratnya, ia mengerahkan pasukannya membantu Inggris memerangi tentara Turki. Perang pun bergejolak di antara sesama Muslim. Damaskus dikuasai pasukan Faisal sementara Allenby memasuki kota suci Al-Quds.
Setelah memasuki kota, Allenby menyempatkan berdiri di pemakaman para syuhada perang pembebasan Al-Quds sejak era sahabat radhiallahu’anhum hingga Perang Salib. Dengan congkak ia menyombongkan kemenangan pasukannya dan berujar, “Hari ini Perang Salib telah berakhir dengan kemenangan kami.”
Kemenangan ini melalui proses panjang. Inggris melalui tim intelijen militernya menggarap serius pencaplokan wilayah Utsmani. Melalui Letkol T.E. Lawrence, intel legendarisnya, Inggris meyakinkan para pemimpin Arab bahwa mereka harus memberontak kepada kekuasaan Turki.
Lalu bagaimana janji Inggris pada Faisal? Janji tinggal janji. Ia urung jadi raja Arab sebagaimana impiannya. Dunia Barat pun mentertawakannya dan justru menobatkan Lawrence, intel homoseks yang membina Faisal, sebagai Lawrence the Arabian -sang “Raja Arab tanpa mahkota.” Faisal hanya dipajang menjadi boneka Inggris di Irak dan menemui ajal, diduga karena diracun arsenik.
Surat Balfour
Sukses merebut Palestina dan mengakali Emir Faisal pada tahun 1917, Inggris punya agenda lain. Tanggal 2 November tahun itu juga, Menteri Luar Negeri Arthur Balfour menuliskan sebuah janji bagi kaum Yahudi. Janji itu ditulis dalam surat Balfour yang ditujukan pada Lord Walter Rothschild, tokoh Zionis Inggris terkemuka. Surat yang kelak dikenal sebagai Deklarasi Balfour itu menjanjikan bahwa pemerintah Ratu Inggris menyukai “berdirinya sebuah tanah air bagi kaum Yahudi di Palestina dan akan berusaha sebaik-baiknya memfasilitasi tujuan itu.”
Jelas bahwa Balfour tak peduli nasib bangsa Palestina, pemilik tanah yang dijanjikan pada kaum Yahudi itu. Dalam surat lainnya tahun 1919, Balfour mengatakan, “Di Palestina kami tak merencanakan atau bahkan mempertimbangkan pendapat penduduk negeri itu, meskipun komisi dari Amerika mempertanyakannya. Keempat negara besar memiliki komitmen pada Zionisme. Dan Zionisme; benar ataupun salah, baik ataupun buruk, adalah tradisi yang berakar panjang dalam kebutuhan masa kini, harapan masa depan, dari makna yang jauh lebih penting daripada keinginan dan prasangka 700 ribu orang Arab yang kini menghuni tanah kuno itu.”
Lalu, ide negara zionis di tanah Palestina pun menggelinding bak bola salju. Peran Inggris sebagai pemimpin dunia Barat melancarkan ide Yahudi itu. Inilah kelihaian Yahudi yang diwarisi sejak era Perang Ahzab. Jika dahulu mereka bisa menghasut Quraisy dan Ghathafan untuk mengepung Muslim di Madinah dengan puluhan ribu pasukan, kini mereka menggalang dukungan politik negara-negara besar untuk kepentingannya. Kelicikan politik, inilah trik pertama kaum Zionis.
Riba dan Mesiu
Bagaimana kaum Zionis bisa mempengaruhi pemerintah Inggris agar menjalankan agenda mereka? Lewat jeratan hutang. Rothschild adalah bankir Yahudi ternama di Inggris dan Eropa. Ia memutar uangnya, dengan riba tentu saja, hingga mampu menghutangi negara-negara yang terlibat perang dan butuh biaya besar.
Ketika leher Inggris sudah terjerat hutang dan ribanya, Rothschild meminta tanah untuk bangsanya. Inilah trik kedua yang diwarisi Yahudi sejak para Nabi Bani Israel didustakan dan dibunuh oleh kaumnya sendiri, mereka tak pernah mau meninggalkan bisnis riba yang dilaknat Allah Ta’ala.
Ada juga trik lain. Balfour mendapat pengaruh, agar Inggris mendukung Zionisme, dari Chaim Weizman. Dosen di Universitas Manchester itu adalah ahli kimia Yahudi kelahiran Rusia. Ia dihormati Barat karena perannya dalam proses penemuan acetone, bahan penting dalam pembuatan mesiu baru yang tak berasap. Penemuan ini sangat bermanfaat bagi dunia militer Barat. Inilah warisan Yahudi dari Bani Nadir yang diusir Rasulullah saw dari Madinah, keahlian membuat persenjataan yang menjadi kebutuhan militer berbagai bangsa.
Maka, kelicikan politik, harta riba dan inovasi senjata dipadukan oleh Yahudi untuk memaksakan cita-citanya kepada dunia. Sebuah negara haram bernama Israel pun berdiri, pada tahun 1948, di atas tanah bangsa Palestina yang menjaganya sebagai wakaf kaum Muslimin sejak era Khalifah Umar bin Khaththab. Penjajahan terhadap bumi kaum Muslimin pun terus merajalela, menunggu mereka menyadari kewajiban jihad untuk merebutnya kembali.
Continue Reading

Kemenangan Al Qaeda Semakin Dekat


 "Pengamat Militer Timur Tengah : Pejuang Al Qaeda Semakin Dekat Kemenangan"
Aliansi penjajah salibis AS dan sekutunya mengklaim mujahidin Al-Qaeda di ambang kehancuran, setelah sebagian besar ulama dan komandannya gugur atau tertawan di Afghanistan dan Pakistan. Namun para pengamat militer justru memprediksi sebaliknya.
Para pengamat militer di Timur Tengah meyakini bahwa mujahidin Al-Qaeda dalam waktu dekat akan mampu menamatkan riwayat pasukan penjajah salibis AS. Bukan hanya dalam pertempuran di Pakistan, Afghanistan dan propinsi Abyan, Yaman Selatan, namun juga dalam pertempuran lain di seluruh penjuru dunia.
Analisa sejumlah pengamat militer tersebut mengacu kepada fakta yang saat ini terjadi di lapangan. Di antaranya yang sangat menonjol adalah:

  1. Mujahidin Anshar Al-Shariah yang merupakan nama lain mujahidin Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) telah menguasai pelabuhan-pelabuhan Semenanjung Arab di distrik Zanjibar, Yaman Selatan. Hal itu memungkinkan mujahidin Al-Qaeda untuk menghadang kapal-kapal tanker raksasa yang mengangkut minyak bumi melalui Samudra Hindia, Selat Babel Mandeb, dan Laut Merah. Faktanya, mujahidin Al-Qaeda telah sukses menangkap sejumlah kapal tanker raksasa pengangkut minyak dan menukarkannya dengan dana jutaan dolar.
     
  2. Mujahidin Al-Qaeda semakin dekat dengan tempat eksplorasi minyak bumi terbesar di dunia yang berada di Arab Saudi. Jika mujahidin Al-Qaeda mampu menguasainya atau setidaknya mengganggu stabilitas keamanannya, perang melawan aliansi penjajah zionis-salibis internasional akan semakin cepat berakhir, karena negara-negara penjajah salibis Barat tidak memiliki sumber-sumber minyak bumi sendiri dan harus membiayai pasukan militer dalam jumlah sangat besar.
     
  3. Mujahidin Al-Qaeda semakin dekat kepada tahapan proklamasi eksistensi Al-Qaeda di Libya. Kemunculan Al-Qaeda secara resmi di Libya berarti persiapan matang Al-Qaeda untuk menguasai negara penghasil minyak bumi terbesar ketiga di dunia.
     
  4. Mujahidin Al-Qaeda dan kelompok-kelompok jihad lainnya yang bersatu dalam wadah Daulah Islam Irak memiliki penguasaan wilayah yang sangat luas dan kekuatan pemerintahan yang snagat kuat di Irak. Daulah Islam Irak lebih berkuasa daripada rezim boneka Syiah Nuri Al-Maliki yang hanya berkuasa di Baghdad dan kota besar saja. Tumbangnya rezim boneka Baghdad haya persoalan waktu. Saat ini saja, aliansi penjajah zionis-salibis AS dan Barat tidak bisa sepenuhnya menikmati penjarahan dan perampokan minyak bumi di Irak, akibat serangan terus-menerus yang dilakukan oleh mujahidin Daulah Islam Irak.
     
  5. Mujahidin Al-Qaeda mulai menampakkan dirinya di Suriah dengan nama Jabhah An-Nushrah (Front Pembelaan), yang pada gilirannya akan menjadi tangan kanan Al-Qaeda yang kuat di kancah jihad Suriah.
     
  6. Mujahidin Al-Qaeda sudah sangat dekat dengan posisi penjajah zionis Yahudi. Pertama, melalui mujahidin yang beroperasi di kawasan Sinai, Mesir. Sejak tumbangnya sang jagal Husni Laa Mubarak tahun 2011 sampai saat ini, mujahidin di Sinai telah melakukan sedikitnya 13 kali serangan terhadap jaringan pipa gas yang menjadi jalur pengiriman gas Mesir ke Israel. Kerusakan jaringan pipa gas itu telah menimbulkan krisis energi yang parah bagi penjajah zionis Yahudi. Kedua, melalui brigade Abdullah Azzam yang bergerak di Lebanon.
     
  7. Mujahidin Al-Qaeda telah menguasai wilayah yang sangat luas di negara-negara Afrika Utara dan Afrika Barat melalui Imarah Maghrib Islam. Hal itu memungkinkan Al-Qaeda untuk menyerang kepentingan-kepentingan penjajah salibis AS dan sekutu-sekutunya di Afrika Utara dan Afrika Barat.
     
  8. Ribuan penduduk muslim benua Afrika menerjuni kancah jihad fi sabilillah dengan tujuan menegakkan syariat Islam. Hal itu mengindikasikan dalam waktu dekat mereka akan bergabung dengan Al-Qaeda internasional.
Mujahidin Ash-Shabab Somalia adalah salah satu contoh gerakan jihad kaum muslimin benua Afrika yang telah bergabung dengan Al-Qaeda. Penggabungan Mujahidin Ash-Shabab Somalia kepada Al-Qaeda Internasional akan mendorong kaum muslimin dan mujahidin simpatisan Al-Qaeda untuk melakukan aksi pembelaan terhadap Ash-Shabab. Misalnya, melakukan serangan di wilayah Kenya, Burundi, dan Ethiopia, tiga negara sekuler Kristen yang memerangi mujahidin Ash-Shabab.
Mujahidin Anshar Al-Din dan The National Movement for the Liberation of Azawad (MNLA) di Mali adalah contoh lain. Anshar Al-Din yang merupakan mujahidin pejuang syariat Islam berhasil menarik dukungan dan merangkul gerakan kemerdekaan bercorak nasionalis, MNLA, untuk bersatu padu, berjihad memperjuangkan syariat Islam dan memproklamasikan Negara Islam di Azawad. Tidak bisa ditutup-tutupi, Al-Qaeda di Negeri Maghrib Islam adalah penyokong utama perjuangan Mujahidin Anshar Al-Din.
Kemajuan pesat yang diraih oleh mujahidin Al-Qaeda dan pendukung-pendukungnya di benua Afrika inilah yang mendorong penjajah salibis AS mendirikan Akademi Internasional Kontra Terorisme di Tunisia, negara Arab dan Afrika pertama yang menyaksikan tumbangnya rezim sekuler boneka Barat oleh revolusi rakyat sipil muslim. AS juga menjalin aliansi salibis-sekuleris kontra terorisme dengan negara-negara Afrika Barat dan Afrika Utara.
Para pengamat militer berpendapat, kemenangan mujahidin Al-Qaeda internasional dan para pendukungnya di benua Afrika adalah persoalan waktu belaka. Bagi kaum muslimin sendiri, kemenangan mujahidin fi sabilillah atas orang-orang kafir yang menindas kaum muslimin adalah sebuah kepastian yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasululullah SAW. Allahu akbar wa lillahi al-hamdu!
(muhib almajdi/arrahmah.com)
Continue Reading

Teks Deklarasi Khilafah


                                " TEKS DEKLARASI KHILAFAH OLEH MUJAHIDIN SURIAH "
ad Pada minggu ketiga di bulan November 2012 kemarin diberitakan bahwa banyak brigade, pejuang pembebasan suriah yg sepakat untuk mengadopsi konsep negara khilafah islam yg disodorkan Hizb-ut Tahrir Suriah. Baru-baru ini tepatnya hari Rabu bertepatan dengan tanggal 12/12/2012 ikut bergabung beberapa brigade mujahidin untuk mendukung berdirinya negara Khilafah di Suriah.  Sebelumnya diberitakan bahwa beberapa pimpinan brigade telah bersumpah untuk berusaha dengan sekuat tenaganya mendirikan negara khilafah islam pasca tumbangnya rezim diktator Bashar al-Assad [Mujahidin suriah mendeklarasikan koalisi pendukung Khilafah], mereka juga menolak gagasan negara sipil demokrasi yg dipromosikan oleh negara-negara barat pimpinan AS dengan menggandeng rezim anteknya, negara-negara teluk, termasuk Jordania dan Turki. Selain itu mujahidin pejuang pembebasan suriah ini mendeklarasikan terbentuknya brigade-brigade yg tergabung dalam koalisi pendukung khilafah (liwa anshar al-khilafah). Rincian teks deklarasi dan brigade yg ikut bergabung sebagai berikut:
Bismillahi Al-Rahman Al-Raheem,
“Yang berhak menetapkan hukum adalah Allah swt. Dialah yg telah memerintahkan kalian untuk tidak beribadah kecuali kepada Nya. Inilah agama yg lurus, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya” (Terjemah Quran, Surat Yusuf 12:40)
Kami para pemimpin dari brigade-brigade sebagai berikut:
- Brigade Ansar Al Sharia
- Brigade Abdullah Ibn El-Zubeir
- Brigade Rijalullah
- Brigade As-Syahid Mustafa Abdul-Razzaq
- Brigade Syaifur Rahman
Dengan penuh keimanan kami memiliki kewajiban untuk melakukan aktivitas menegakkan hukum syariah islam dalam seluruh sendi kehidupan dan institusi pemerintahan, dan menuntut kami untuk meraih keridhoan Allah swt. Kami mendeklarasikan pembentukan brigade koalisi pendukung khilafah ( للواء انصار الخلافه) di daerah Aleppo bagian barat, dan kami bersumpah kepada Allah swt (tabaaraka wa ta’ala), bahwa kami akan mengupayakan secara dg sungguh-sungguh untuk menggulingkan rezim baath kafir pelaku kriminal. Kami juga menentang segala konspirasi persekongkolan baik dari dalam negeri maupun luar negeri suriah, dan menghancurkan rencana busuk mereka berupa rencana negara sipil demokrasi. Serta beraktivitas dengan orang-orang yg ikhlas untuk mendirikan kembali negara Khilafah Islam, yg dengan negara tersebut kami akan mengakhiri penjajahan dan perbudakan yg telah berlangsung puluhan tahun lamanya hingga mengembalikan kami sebagai kaum yg terhormat diantara Timur dan Barat.
mj
Sungguh, kami menyeru saudara-saudara kami para mukhlisin dari  berbagai brigade pejuang pembebasan suriah untuk menyatukan visi dengan kami, dan mendeklarasikan diri untuk melepaskan diri dengan agen-agen baru negara kolonialist (red:koalisi oposisi suriah yg dibentuk di Doha, Qatar). Kami juga memperingatkan mereka dari tawaran kompromi dalam hal agama untuk ditukar dengan uang dan persenjataan, karena sangat jelas, disanalah terbentang kehancuran. Dan demi Allah yg menguasai segala sesuatu perbendaharaan di langit dan di bumi, namun orang-orang munafik tidak memahaminya (TQS Munafiqun 63:7)
Dan Allah (azza wa jala) telah memberikan jaminan bahwa Dia akan memberi pertolongan kepada kita, apabila kita menolong Nya, dan  berusaha menegakkan agama dan hukum shariah Nya dengan tulus. Allah swt berfirman, “Wahai orang2 yang beriman, apabila kalian menolong agama Allah, maka Allah swt akan menolongmu dan menguatkan kedudukanmu  (TQS Muhammad 47:7). Allahu Akbar, dan segala kemuliaan milik Allah, Takbier:  الله اكبر …الله كبر ..الله اكبر
 

Qasam (sumpah):

نقسم بالله العظيم ان نكون حرسا امناء للاسلام وان نعبد الله لا نشرك به شيئا وان لا نرضى بغير نظام الخلافه ولو بذلنا في سبيله المهج والارواح والله على ما نقول شهيد …نكبير الله اكبر الله اكبر الله اكبر

Kami bersumpah dengan nama Allah yg Maha Agung, bahwa kami akan menjadi penjaga Islam yg terpercaya, dan kami akan menyembah-Nya dengan tidak mensekutukan-Nya, dan tidak akan ridha dengan selain Sistem Khilafah mesikipun kami harus mengorbankan banyak dalam peperangan dan nyawa. Dan cukup Allah swt yang menjadi saksi atas apa yang kami ucapkan.
Takbier. Allah Akbar…Allahu Akbar… Allahu Akbar…

l

Continue Reading