Tampilkan postingan dengan label NASEHAT. Tampilkan semua postingan

Sheikh Ayman al-Zawahiri Melarang Pertikaian dan Mengkafirkan Sesama Mujahidin


Sheikh Ayman al-Zawahiri Melarang Pertikaian dan Mengkafirkan Sesama Mujahidin

SURIAH (voa-islam.com) - Di tengah perbedaan yang berlangsung, dan terjadinya konflik, bahkan perang terbuka antara kelompok Mujahidin di Suriah, As- Sahab Media Foundation (Al-Qaidah), merilis rekaman audio dari Ayman al -Zawahiri, yang menyerukan mujahidin di Suriah segera menghentikan perbedaan mereka.  Sebuah keprihatinan dan kepedulian yang mendalam dari pemimpin al-Qaidah terhadap kondisi di Suriah, Kamis, 23/1/2014.  
Pesan Sheikh Ayman al-Zawahiri itu datang bersamaan dengan terjadinya konflik antara Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dan faksi mujahidin lainnya, termasuk dengan Jabhat al-Nusrah yang memiliki hubungan dengan al-Qaidah.
Sheikh Zawahiri mendesak Mujahidin di Suriah menghentikan perbedan, dan saling dan menyerang satu sama lain.
Selain itu, Sheikh Zawahiri menyerukan kepada kelompok-kelompok Muslim yang lebih  luas di Suriah, antara lain,  “Saudara-saudara semua kelompok jihadis, para ulama, pengacara,  tokoh, pemimpin suku, profesional, pedagang, penulis, wartawan, media, dan penegak hukum, dan setiap rakyat  di al-Syam (Suriah) yang berjuang  menurunkan rezim Syiah Bashar al-Assad, hendaknya menghentikan pertkaian dan perbedaan yang ada, dan mengakhiri semua perselisihan”, ujar seruan Sheikh Ayman al-Zawahiri.
Ini sebuah bentuk keprihatinan yang mendalam dari pemimpin al-Qaidah, melihat kondisi di Suriah saat ini.
Sheik al-Zawahiri menyerukan perlunya  pembentukan komite Syariah untuk mengatasi perbedaan antara, “Berbagai kelompok Mujahidin di Suriah, terkait dengan  ketidakadilan yang terjadi diantara masing-masing kelompok, yang mengklaim adanya ketidak adilan terhadap kelompok jihadis lainnya”.
Sheikh Ayman al –Zawahiri, melalui rekaman video itu, yang bertajuk, “Sebuah seruan mendesak kepada orang-orang kami di Syam”.
Dalam seruannya itu, beliau menyampaikan, salam dan rahmat serta berkah Allah Ta’ala. Selanjutnya,  Sheikh Ayman al-Zawahiri, menyampaikan :
Kepada saudara-saudara Mujahidin Islam yang ramah, singa jihad, dan semua kelompok jihadis perlawanan di Syam, dan insya Allah segera akan memperoleh kemenangan.
Kini, saudara-saudara terkasih, anda tahu bahwa saudara-saudara dan saya (al-Qaidah), kelompok al-Jihad, memiliki cinta dan hormat kepada anda , kita tahu status anda, kami memuji ketabahan anda,  kami melihat anda sebagai harapan umat dalam membangun pemerintahan Islam di Syam,  kekuatan perlawanan dan jihad, serta anda adalah harapan yang akan membebaskan Baitul al-Maqdis (Yerusalem). Anda diberkahi dengan jihad, yang  merupakan langkah maju menuju jalan yang akan membawa kembali kepada Khilafah dengan  manhaj Nabi shallahu alaihi wassalam.
Saudara-saudara yang baik, anda tahu, seluruh  pernyataan, apakah yang dikeluarkan dari saya atau atau para syuhada, semoga Allah menerima mereka semua, kita berbicara kepada semua anda, tanpa membedakan antara satu Muslim dengan Muslim lainnya , atau antara Mujahid dengan Mujahid lainnya. Sebaliknya, kami menganggap anda semua saudara dalam Islam, jihad , hijrah dan perlawanan.
Persaudaraan di antara kita  dalam Islam  lebih kuat dibandingkan dengan semua bentuk hubungan manusia. Persaudaraan kita dalam Islam dapat mengubah hubungan organisasi, dan yang lebih penting perlunya persatuan, penyatuan dan harmoni. Semuanya itu lebih mahal dan lebih berharga bagi kita daripada hubungan organisasi (tandzim). Persatuan dan penyatuan dan peleburan itu merupakan nilai yang sangat penting, diatas segala kepentingan dari semua tingkat hubungan anda, dan  lebih tinggi dibandingkan atas loyalitas kepada organisasi dan sikap ekstrim terhadap kelompok.
Sebaliknya, hubungan  organisasi yang bersifat partisan harus dikorbankan - tanpa ragu-ragu - jika mereka bertentangan dengan harmoni, dan kesatuan. Kita harus  berdiri tegak dalam satu bangunan menghadapi kekuatan sekuler, musuh kita Bahar al-Assad  yang didukung oleh Syiah, kekuasaan Safawi (Iran),  Rusia dan Cina, dan kampanye kekuatan Tentara Salib, yang  sekarang bekerjasama dengan mereka.
Dan anda tahu, kita tidak bisa menerima, bahwa  kehormatan seorang Muslim-Mujahid disentuh hidupnya oleh uang. Kehormatan atau martabatnya diserang, tuduhan kufur atau murtad dilemparkan kepada dirinya.
 Kita mempertimbangkan organisasi jihad, dan perlawanan jihad  di Syam  yang mengorbankan diri mereka dan uang dalam jihad di jalan Allah. Di mana mereka telah berjuang menegakkan firman Allah, mendirikan pemerintahan dengan Syariah Allah-sebagai saudara-saudara kita, dan kita tidak bisa menerima mereka digambarkan sebagai murtad, kafir atau sesat.
Dan saya ingatkan Mujahidin, dan kekuatan perlawanan Islam, dan para jihadis dengan sabda Nabi shallahu alaihi wassalm agar  tidak memanggil saudaranya sebagai kafir.
Saudara-saudara terkasih, anda tahu, kita telah dipanggil dan kami terus berjihad - Insya Allah - menyerukan kepada semua orang untuk berjuang membentuk pemerintahan Islam  di Syam melalui perlawanan dan jihad, dan memilih siapa yang mereka sepakati - dari mereka yang memiliki kemampuan Syariah yang baik - sebagai penguasa bagi mereka, dan siapa saja yang mereka pilih akan menjadi pilihan kami, dan kita tidak setuju, siapa pun memaksa diri  anda, karena kita berjuang untuk kembalinya Khilafah dengan manhaj Nabi shallahu alaihi wassalam, yang memerintah dengan Syariah, meletakkan Shura, menyebar keadilan, melindungi hak-hak , dan menentang agresi dari kaum kafir.
Saudara-saudara, Mujahidin Islam di semua kelompok jihadis di Syam serta kelompok  perlawanan dan jihad, hati kita dan hati umat - yang hatinya terhubung dengan anda – seperti berdarah akibat fitnah pertempuran, yang menyebar di antara Mujahidin Islam.
Sungguh seruan Sheikh Ayman al-Zawahiri ini merupakan langkah penting dalam sejarah jihad di Syam, di mana sebagai pemimpin al-Qaidah, yang sangat terpandang terpanggil menyelesaikan berbagai masalah yang berlangsung di internal Mujahidin. Semoga usaha Sheikh Al-Zawahiri ini diberkahi oleh Allah Azza Wa Jalla. Wallahu’alam
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/opini/2014/01/24/28789/sheikh-ayman-alzawahiri-melarang-pertikaian-dan-mengkafirkan-sesama-mujahidin/#sthash.O8JL4otg.dpuf
Continue Reading

 Surat Nasehat Untuk Muslim Dari Ulama' Saudi

Saya tetap menganggap Saudi Arabia sebagai Negara kafir, dan saya tidak menyesal menyatakan hal ini. Bahkan, pada kenyataannya saya semakin melihat secara nyata kekafiran negeri ini, sebab saya melihat dan mengalami sendiri, bagaimana kerajaan Saudi betul-betul mengutamakan tentara-tentara salib itu, dan sebaliknya tentara-tentara salib itupun memperhatikan mereka. Bahkan, apa yang lebih parah lagi ialah bahwa kerajaan Saudi menyatakan secara terang-terangan dan mengumumkan bahwa mereka dengan pasukan tentara salib itu berada dalam satu kubu. Maka perbuatan seperti ini telah murtad berdasarkan IJMA' -diantara yang mengatakan bahwa hal ini adalah IJMA' ialah Syaikh Bin Bazz- Bahkan, kerajaan Saudi telah menodai kesucian negeri ini, dengan adanya tindakan semena-mena yang dilakukan oleh pasukan perang salib terhadap kaum Muslimin dalam usaha mereka memurtadkan kaum Muslimin, Saudi sanggup membantu segala tindakan tentara salib itu semata-mata demi menyenangkan mereka. Pernyataan ini secara gamblang dinyatakan oleh Menteri Pendidikan bahwa kurikulum agama akan dirubah, dan Al-Walaa Wal-baraa (Sikap menentukan loyalitas, siapa kawan dan siapa lawan) telah dihapuskan dari kurikulum, padahal Al-Walaa Wal-Baraa adalah merupakan fondasi terpenting dalam dien (agama) ini. Adakah kekafiran lain yang lebih parah daripada perbuatan seperti ini? Dan adakah ada kemurtadan lain yang lebih murtad daripada perbuatan seperti ini?
SURAT KEPADA UMMAT ISLAM

Surat ini adalah surat dari Syaikh Nashir Al-Fahd [semoga Allah membebaskannya]. Sayang sekali kami belum menemui jalan untuk mengkonfirmasi keabsahannya, akan tetapi dari cara penulisan dan isinya sama persis dengan sebelum beliau dipenjara.
Surat dari Syaikh yang dipenjara, Syaikh Nashir Al-Fahd kepada Nayif bin Abdul Aziz [semoga Allah memudahkannya keluar dari penjara[
Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan keluarnya surat ini dari penjara dan menyebarkannya setelah melalui beberapa rintangan dan kesulitan fisik, serta menghadapi pengawasan dan penjagaan yang ketat.

***********

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Surat dari Nashir Al-Fahd kepada Nayif dengan tanggal 25/12/1424 H
Alhamdulillah, shalawat dan Salam semoga tercurahkan atas junjungan kita baginda Nabi Muhammad Rasulullah. Wa ba’du:
Berangkat dari firman Allah :
"Akan tetapi mereka tidak menjadi lemah terhadap apa yang menimpa mereka di jalan Allah, mereka tidak pula lesu dan tidak pula mereka menyerah kepada musuh. Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar" [QS.Ali-Imran:146]
Rasulullah s.a.w bersabda:
"Orang-orang sebelum kalian ada yang dikubur dalam lubang, kemudian gergaji diletakkan di atas kepala mereka dan dia dalam keadaan seperti itu lalu dibelahlah tubuhnya dengan gerjaji itu, ada pula yang tubuhnya disisir dengan sisir besi sehingga terpisahlah antara daging dan kulitnya, namun semua itu tidak menyebabkannya menjadi murtad dari dien mereka"
Umar bin Khaththab dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Apa yang musuh-musuhku inginkan terhadap diriku? Jannah (syurga) ada dalam hatiku, jika aku terbunuh maka aku syahid, jika aku dipenjara maka penjara adalah tempat istirahatku, dan jika aku dibuang, maka pembuangan itu merupakan pariwisata bagiku"
Imam Al-Jurjaani berkata:
Mereka berkata kepadaku ; "Engkau telah terkerangkeng", padahal yang mereka lihat tidaklah lain kecuali seorang lelaki yang tak hendak berada dalam kehinaan, aku merasa terhormat , dan aku tertawa tak peduli, dan akan kucampakan pujian-pujian yang sebenarnya adalah kehinaan. Sekiranya ahli ilmu melakukannya maka kemuliaan itu akan datang. Sekiranya mereka memuliakannya diri mereka jiwa-jiwa mereka, niscaya akan agunglah jiwa itu. Akan tetapi mereka menghinakannya, maka jadilah diri mereka hina dan ternodalah kehidupan mereka. Apakah aku merasa berat dengan semua ujian ini dan kedua sayapku telah menjadi hina yang dengan itu akhirnya aku harus mengemis belas kasihan kepada orang-orang bodoh?
Kutulis kata-kata ini, dan aku nyatakan sebelum itu bahwa aku telah mempersiapkan kuburan dalam penjaraku, aku telah mencerai dunia ini dengan talak Tiga, dan semua itu akan memutuskan hubungan antara dunia dan aku.
Lalu, tibalah waktuku untuk berkata:

Pertama:
Saya umumkan bahwa saya menarik kembali "penyesalan saya" (penyesalan tanda kutip) dan "Taubat" (Taubat tanda kutip). Dan saya tetap pada pernyataan yang telah saya nyatakan pada 02/05/1424 H

Kedua:
Saya umumukan penyesalan yang sangat dalam dari kesalahan dan dosa yang sangat nyata, karena menyambut keinginan pemerintah yang saya nyatakan di televisi, dan jika saya diminta untuk mengulangi hal yang sama niscaya saya akan menolak semua itu dan akan saya hadapi apapun yang terjadi, akan tetapi, yang sudah terjadi adalah kehendak Allah, Dia Maha berkehendak, apa yang Dia kehendaki, niscaya akan terjadi.

Ketiga:
Saya tidak menyatakan penyesalan apapun sebelum saya dipenjara, dan berkenaan dengan sikap saya berkompromi terhadap kerajaan, itu terjadi karena saya beranggapan bahwa dalam keaadan Mukrah (terpaksa), sedangkan Allah berfirman: "Kecuali orang-orang yang dalam keadaan terpaksa, sedangkan hati mereka tetap tenteram dengan keimanan mereka" riwayat ini adalah shahih dari Umar bin khaththahb r.a, bahwa penjara adalah salah satu bentuk paksaan, dia berkata: " Empat jenis yang termasuk paksaan, dipenjara, dihukum, dibelenggu dan di siksa", dia juga berkata : "Seseorang yang tidak menjamin secara pasti apakah dirinya dikenai hukuman (vonis) atau dirantai"; Ibnu Mas'ud r.a berkata: " Tidak ada kata apapun yang dapat melindungi saya daripada dikenai Dua kali cambukan kecuali akan saya ucapkan kata-kata itu"; Ketika Al-Ma'mun menyiksa para salaf berkenaan pernyataan bahwa Al-Qur'an itu makhluk atau bukan, kebanyakan dari mereka menjawab issue tersebut dengan cara menta'wilkan (kepada pengertian yang tidak benar). Karena itu saya merasa menemukan bahwa hal-hal diatas adalah sebagai dalil bagi saya untuk berbuat demikian (mengaku menyesal kepada rezim Saudi).
Akan tetapi setelah saya mengamati bahwa kerajaan memanfaatkan secara licik pernyataan ini, demi menghancurkan imej saya dan juga Imej Jihad dan Mujahidin, dan pada masa yang sama kerajaan menampilkan diri bahwa mereka adalah merupakan murni Negara Islam, sekalipun (pada kenyataannya) mereka secara luar biasa memberikan dukungan dan perlindungan terhadap pasukan tentara salib dalam kampanye mereka terhadap Islam dan ummatnya, saya lihat bahwa tindakan saya mengaku menyesal adalah benar-benar sebagai tindakan yang salah langkah dan tidak patut untuk dipertahankan. Karena itulah saya nyatakan kembali pendirian saya yang sebenarnya, saya akan hadapi resiko apapun yang terjadi dengan pernyataan yang sebenarnya ini.

Keempat:
Saya tetap menganggap Saudi Arabia sebagai Negara kafir, dan saya tidak menyesal menyatakan hal ini. Bahkan, pada kenyataannya saya semakin melihat secara nyata kekafiran negeri ini, sebab saya melihat dan mengalami sendiri, bagaimana kerajaan Saudi betul-betul mengutamakan tentara-tentara salib itu, dan sebaliknya tentara-tentara salib itupun memperhatikan mereka. Bahkan, apa yang lebih parah lagi ialah bahwa kerajaan Saudi menyatakan secara terang-terangan dan mengumumkan bahwa mereka dengan pasukan tentara salib itu berada dalam satu kubu. Maka perbuatan seperti ini telah murtad berdasarkan IJMA' - diantara yang mengatakan bahwa hal ini adalah IJMA' ialah Syaikh Bin Bazz Rahimahullah- Bahkan, kerajaan Saudi telah menodai kesucian negeri ini, dengan adanya tindakan semena-mena yang dilakukan oleh pasukan perang salib terhadap kaum Muslimin dalam usaha mereka memurtadkan kaum Muslimin, Saudi sanggup membantu segala tindakan tentara salib itu semata-mata demi menyenangkan mereka. Pernyataan ini secara gamblang dinyatakan oleh Menteri Pendidikan bahwa kurikulum agama akan dirubah, dan Al-Walaa Wal-baraa (Sikap menentukan loyalitas, siapa kawan dan siapa lawan) telah dihapuskan dari kurikulum, padahal Al-Walaa Wal-Baraa adalah merupakan fondasi terpenting dalam dien (agama) ini. Adakah kekafiran lain yang lebih parah daripada perbuatan seperti ini? Dan adakah ada kemurtadan lain yang lebih murtad daripada perbuatan seperti ini?

Kelima:
Jika dalil untuk menyatakan kafir atau tidaknya kerajaan ini ditentukan oleh paksaan dan pemenjaraan, maka secara pasti hanya kerajaanlah yang memiliki hujjah itu, sedangkan saya tidak memilikinya. Akan tetapi jika hujjah penentuannya berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah serta ilmu yang benar dan bukti yang nyata, maka saya memiliki hujjah itu tanpa sedikitpun keraguan di dalamnya. Saya tantang seluruh ulama kerajaan ini, termasuk ketua ulamanya sekalian untuk mengadakan diskusi terbuka. Dan saya bersumpah atas nama Allah bahwa saya akan membuktikan kekafiran kerajaan ini berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah, Ijma dan fatwa-fata para ulama dari seluruh Madzhab dan tidak ketinggalan pula pendapat Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhaab rahimahullaah, sampai Syaikh Ibnu Baaz Rahimahullah. Saya telah menulis Bagian Ketiga dari buku "At-Tibyaan Fii Kufri Man Aa'aan Al-Amriikaan" dengan judul "Peranan Kerajaan Saudi Arabia dalam membantu tentara salib internasional" Dalam buku ini saya sebutkan lebih dari Tigapuluh pendapat Ulama negeri ini (ulama generasi Pertama, Kedua dan Ketiga) yang semuanya itu menyetujui bahwa tindakan-tindakan tersebut merupakan kekafiran dan kemurtadan dari Islam. Tulisan tangan dari buku ini sekarang dipegang oleh Badan Intelijen Kerajaan.

Keenam:
Saya meyakini bahwa Jihad adalah Fardhu 'ain, dan ini telah merupakan Ijma dari seluruh Madzhab, dimana mereka menyatakan bahwa Jihad menjadi Fardhu 'ain, jika salah satu syarat terpenuhi, diantaranya : "Jika musuh telah memasuki negeri Muslim dan pada waktu itu tidak ada kekuatan yang mampu menghadapinya,maka saat itulah jihad menjadi Fardhu 'ain" Kenyataannya sekarang kita lihat bahwa musuh-musuh Islam telah memasuki negeri ini dari berbagai penjuru. Maka dalam keadaan seperti ini tidak ada pemimpin yang harus diminta izinnya sekalipun dia adalah khalifah (pemimpin) yang sah, lalu bagaimana pula dengan orang yang malah bersekutu dengan orang kafir dan membantu mereka (tentu saja tidak patut untuk dimintai izin!)?

Ketujuh:
Saya merasa bersyukur dan bahagia dengan apa yang telah diterbitkan berupa buku-buku, artikel, dan fatwa-fatwa saya sendiri, seperti "At-Tibyaan Fii Kufri Man A'aan Al-Amriikan" (Penjelasan akan kafirnya orang-orang yang membantu Amerika), "At-Tabyiin Limakhaathir At-Tabi` Alal Muslimiin" (Penjesalan tenang Bahayanya bersatu dengan kafir dalam memerangi kaum Muslimin) dan "Hukm Istikhdaam Aslihat Ad-Damaar Asy-Syaamil " (Hukum menggunakan senjata pemusnah masal) dan lainnya, saya bersyukur kepada Allah akan semua ini. Dan jika mampu, akan saya keluarkan fatwa tentang kewajiban berjihad di Iraq.

Kedelapan:
Saya merasa terhormat dan bersyukur dengan Jihad melawan tentara Salib dan antek-antek mereka sekalipun dengan lisan dan tulisan, dan demi Allah saya sangat berharap satu ketika nanti saya akan berjihad melawan mereka dengan tangan saya.

Kesembilan:
Sehubungan dengan perlawanan terhadap kerajaan, saya telah nasihatkan kepada para pemuda untuk menghindari hal ini, karena kita belum memiliki kekuatan yang memadai. Dan sebab, kerajaan akan memanfaatkan hal ini untuk menyaring para pemuda satu demi satu lalu menjebloskan mereka ke dalam penjara, sehingga penjara akan penuh oleh mereka, dan apa yang telah saya perkirakan ini telah terjadi. Dalam hal ini saya mengakui bahwa saya tidak pernah menyesali apapun kecuali penyesalan saya atas tindakan saya menyerahkan diri saya kepada kerajaan daripada kerajaan menangkap saya tanpa sedikitpun perlawanan. Saya ingin jika satu ketika kerajaan akan menangkap saya, maka tidak akan saya biarkan penangkapan itu terjadi kecuali menghadapi perlawanan dari saya. Tetapi takdir telah terjadi, apa yang Allah kehendaki terjadi, pasti terjadi.

Kesepuluh:
Saya mendukung Mujahid, pahlawan, Usamah bin Ladin, semoga Allah melindunginya dan memberinya kemenangan, dan dengannya Allah menghancurkan Thaghut, saya menganggapnya sebagai seorang pendekar Islam.
Adapun kepada mereka yang berkata :"Apa yang telah terjadi terhadap ummat ini!?" maka jawabnya adalah : "Bahwa inilah Jihad, jalan ini dengan kerja keras, tulang belulang dan darah, perjalanan ini penuh air mata, tangis dan kesakitan. Karena itulah nilai Jihad Fie Sabilillah sangat agung.
Apa yang sekarang terjadi terhadap Syaikh Usamah Bin Ladin sebenarnya pernah terjadi pula terhadap Syaikh Muhammad bin Abdil Wahab rahimahullah, ketika beliau berjihad menyebarkan Tauhid. Pada waktu itu kekuatan asing berperang melawan missi Syaikh Bin Abdul Wahab, bahkan mereka menjatuhkan daulah Islam di waktu itu, betapa banyak pada waktu itu para ulama mencela beliau, dan menyatakan bahwa kehancuran daulah itu disebabkan oleh usaha Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Sejarah itu kini terulang kembali. (Negara Islam di Afghanistan) dibawah Taliban jatuh dengan cara yang sama. Afganistan diserang oleh kafir dengan cara yang sama dengan invasi terhadap jazirah Arab, dan kaum Muslimin di Afghanistan dibunuh dengan cara yang sama pula dengan cara pembantaian terhadap kaum Muslimin di Jazirah Arab, kota-kota dan perkampungan di Afghanistan dihancurkan dengan cara yang sama dengan penghancuran terhadap kota-kota dan perkampungan di Jazirah Arab, misalnya Dar'iyyah dan kota-kota lainnya.
Kaum Muslimin dari Afghanistan dipenjarakan di Guantananmo sebagaimana kaum Muslimin dari Jazirah Arab dipenjarakan di Mesir dan Istanbul (Turki). Mullah Umar dan Ibnu Ladin bersembunyi di gua-gua pegunungan Afghanistan sebagaimana dilakukan oleh Imam Turki bin Abdullah - kakek dari raja Abdul Aziz- bersembunyi di guanya, di Utara Riyadh, gua itu hingga sekarang terkenal dengan sebutan 'Gua Turki'.
Anggota Syaikh Usamah bin Ladin di seluruh penjuru dunia dijatuhi hukuman sebagai para pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dihukumi, diantara pemukanya adalah Imam Abdullah bin Sa'ud dari keluarga Saudi, termasuk jajaran pemimpin terakhir dari Daulah pertama, yang kemudian di jatuhi hukuman di Turki dengan tuduhan bahwa beliau termasuk Khawarij dan Takfiri. Kemudian ia dibunuh dan disalib selama Tiga hari, lalu jasadnya dibuang ke laut, semoga Allah merahmatinya, lalu kemudian apa yang terjadi? Daulah Utsmaniyah hancur, juga kerajaan Pasya di Mesir dan semua yang memerangi dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.
Negara-negara itu kemudian musnah dari pandangan manusia, dan hanya menjadi sejarah sekian lama wujud. Sebaliknya dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab tetap kekal dan tersebar hingga kini. Lalu tinggallah negeri ini, Saudi Arabia, dengan wasilah dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, sekalipun kerajaan itu kini berusaha mengingkari fakta tersebut. Demikian pula para mujaddid yang menyeru kepada Dakwah Tauhid semisal Syaikh Usamah Bin Ladin, semoga Allah melindunginya, dakwah beliau Insya Allah akan tetap bergema dan kekal, dan mereka yang memeranginya akan musnah dengan izin dan kekuatan Allah.

Kesebelas:
Kerajaan Saudi Arabia ternyata memerangi Dua perkara dimana tanpa keduanya, maka tidak akan tegaklah sebuah Negara Islam, yaitu Tauhid yang mereka sebut sebagai Takfir dan Jihad yang mereka sebut sebagai terorisme. Padahal tanpa dakwah dan Jihad, negara Saudi sama sekali tidak akan pernah ada dan dikenal oleh manusia, karena Imam Muhammad bin Su'ud rahimahullah tidak menjalankan hukum kecuali sebatas desa Dar'iyyah, dan dia pada waktu itu sama sekali tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan terhadap yang lainnya sampai kemudian datang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab pada tahun 1158 dan saling berjanji setia untuk menyebarkan Tauhid dengan pedang dan memulai Jihad. Lalu mereka memerangi Enam penguasa dari Daulah Utsmaniyah, mulai dari Sultan Utsmani III sampai Sultan Mahmud Adli II, mereka memerangi para penguasa itu dengan pedang, begitu pula terjadi pada periode kedua dan ketiga negeri tersebut. Jika waktu yang saya miliki tidak sempit, akan saya sebutkan fatwa-fatwa yang saya ingat berkenaan dengan Takfiri dan Terorisme dari ulama-ulama negeri ini pada tiga tahap. Dan kalaulah bukan karena Dua faktor diatas, yang sekarang ini diperangi oleh kerajaan Saudi dengan sedahsyat-dahsyatnya peperangan, maka tentulah kerajaan Saudi yang dulu tidak akan pernah tegak. Firman Allah: " Dan jikalau kamu berpaling, niscaya Dia akan menggantikan kamu dengan kaum lain selain kamu, kemudian tidak akan ada lagi kaum semisal kamu "

Duabelas:
Kerajaan Saudi kini mulai menoleh kekiri dan kekanan berusaha mengerti dan mencari sebab terjadinya peristiwa demi peristiwa yang mereka juluki dengan Kekerasan dan Terorisme. Pada masa yang sama kerajaan telah membunuhi para pemuda dan memenuhi penjara dengan para pemuda. Kerajaan menyumpal mulut dan memerangi para juru dakwah, kerajaan telah mengubah kurikulum pendidikan agama dan mengizinkan kaum secular untuk menguasai ummat ini. Kerajaan juga sanggup menjamin keamanan dan kekuatan tentara salib di seluruh negeri. Kerajaanpun mulai memberikan alasan-alasan yang konyol dan membabi buta atas segala kelakuan mereka, dan yang paling penting bagi kerajaan ini adalah, bahwa semenanjung ini semenanung (jazirah) Islam, jazirah ini adalah jazirah Nabi Muhammad Shallallaahu Alayhi Wasallam, dan tentu saja tidak boleh diatur oleh siapapun kecuali yang memiliki wewenang sesuai dengan syariat Islam.
Jazirah ini adalah jazirah Islam sejak Empatbelas abad yang lalu, Allah telah menjaganya dari segala jenis penjajahan. Sampai kemudian datanglah penguasa kerajaan yang sekarang ini dimana mereka menempatkan pangkalan-pangkalan perang milik pasukan tentara Salib. Kerajaan ini pula menjadikan jazirah Arab tergadai kepada kaum kafir salib penjajah, demi memuluskan rencana mereka untuk menghantam Islam dan ummatnya. Ketika Bush menyatakan serbuan Salib yang pertama terhadap Afghanistan, mereka melancarkan peperangan tersebut dari pangkalan militer milik kerajaan Sultan. Dan kini, dalam peperangan salib kedua yan dinyatakan oleh si Bush terhadap Iraq, serangan inipun dilancarkan dari tempat yang sama. Lalu bertambahlah negeri ini semakin tunduk kepada kehendak pasukan salibis, dengan merubah manhaj kaum Muslimin demi menyenangkan kafir Salibis. Maka sebenarnya fakta-fakta seperti inilah yang menyebabkan timbulnya Dakwah Tauhid dan Jihad yang oleh mereka disebut sebagai Takfir dan Terorisme. Karenanya, jika kerajaan hendak 'menyembuhkan' semua ini, maka hendaklah mereka terlebih dahulu menyembuhkan diri mereka sendiri dari penyakit yang mereka idap. Seandainya kalian (kerajaan) membunuhi para pemuda itu atau penulis pernyataan ini, apakah dakwah Tauhid Dan Jihad ini akan terhenti? Saya katakan jika politik dan kebijaksanaan kerajaan terdahulu melahirkan Satu Usamah Bin Ladin, maka siasat kerajaan kali ini justru akan melahirkan Seribu Usamah Bin Ladin. Niscaya kalian akan selalu ingat dengan apa yang saya katakan ini.

Terakhir:
Dan yang terakhir adalah kesimpulan yang saya inginkan dari apa yang saya tulis. Saya menulis ini dengan sepenuh kebebasan dan keinginan saya, sebagai kewajiban saya menasihati ummat dan memperbaiki kesalahan yang telah saya perbuat.. Dan jika dengan hal ini kerajaan menghukum saya dengan hukuman yang lebih berat dan menyalib saya, maka saya tidak peduli dengan semua itu, saya tidak ragu sedikitpun dengan apa yang telah saya nyatakan ini. Saya tidak ragu bahwa kematian saya adalah sebagai seorang Muslim, semua itu tak saya pedulikan apa dan bagaimana kejadiannya, selama hal itu saya lakukan di jalan Allah.
'Hanya kepada Allah lah saya bertawakkal, himpunlah seluruh rencana dan seluruh antek-antek kalian, lakukanlah apa yang kalian hendak lakukan terhadap saya'
Kepada Allah saya memohon agar Dia meneguhkanku di atas dien-Nya dan agar mematikanku tidak dalam keadaaan terfitnah, tidak pula bermasabodoh dan berlebih-lebihan. Shalawat dan Salam atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya, dan seluruh sahabat-sahabatnya.

Penulis: Naasir bin Hamad bin Humayd al-Fahd
Di tulis pada: Senin, Rabu malam 25/12/1424AH - Ditandatangani dengan ibu jari kiri
Penterjemah: Abdullah
Sumber sebelumnya: www.ahlussunnah.or.id
Continue Reading

10 NASEHAT UNTUK SEORANG GURU

      
  Bangsa yang maju adalah bangsa yang baik pendidikannya, sedangkan bangsa yang buruk pendidikan nya tidak akan pernah menjadi bangasa yang maju. salah satu komponen yang penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional adalah adanya guru yang berkualitas, profesional dan berpengetahuan.  guru tidak hanya sebagai pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan dan mengevaluasi peserta didiknya. 

  Guru yang profesional adalah guru yang menguasai materi pembelajaran, menguasai kelas dan menguasai prilaku anak didik, menjadi teladan, membangun kebersamaan, menghidupkan suasana belajar dan menjadi manusia pembelajar.
  Guru adalah pemilik risalah yang luhur, karena ulama (ahli ilmu) adalah pewaris para nabi serta kedudukan mereka di mata Allah sangatlah mulia karena mereka beramal dengan keikhlasan, ketekunan, dan kebaikan serta demi mencari Ridha Allah SWT. 

10 nasehat untuk seorang guru (Profesor Ali Mutawalli Ali)

1. Percayalah pada diri sendiri dan waspadalah dengan tugasmu karena engkau adalah pewaris para nabi. sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 11 “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Maidah : 11)
dan juga di terangkan dalam hadist Nabi : “ keutamaan orang alim itu diatas orang ahli ibadah, seperti keutamaan bulan diantara bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama itu adalah para pewaris nabi dan para nabi itu tidak mewariskan dinar, juga tidak mewariskan dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barang siapa mengambilnya maka ia telah mandapat bagian yang banyak sekali.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

2. Memperbaiki hubungan  dengan pihak sekolah
Ketahuilah, sesungguhnya memperbaiki akhlak itu sebagian dari iman.
“......serta ucapkanlah kata-kata yang baik, kepada manusia.” (Al-Baqarah:83)

3. Persiapkan dirimu menjadi sosok yang islami agar kamu menjadi tikih yang Da’i yang menjadi panutan dalam penampilan dan perkataan.

4. Berpenampilanlah yang bagus dan bertutur kata yang sopan, sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. “ hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan minumla, dan jangan berlebih-lebihan.” (Al-A’raf:31)

5. Tekuni disiplin ilmu dan profesimu, sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila mengerjakan sesuatu dengan lantas ia mengerjakannya dengan sempurna. “sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal shaleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjkakan amalan(nya) dengan baik.” (Al-Kahfi:30)
“Allah mencintai seseorang yang apabila ia mengerjakan sesuatu pekerjaan, maka ia mengerjakannya dengan sempurna.” (HR.Baihaqi)

6. Perlakukanlah anak-anakmu dengan baik, serta cetaklah pada lembaran mereka yang masih putih dengan kepandaian dan perilaku yang baik.
“ Maka disebabkan rahmat Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekililingmu..”(Ali-Imran:159)


7. Jadilah engkau pemimpin, pemberi cinta, dan kasih sayang bagi seluruh pelajar.
“sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A’raf:56)
“siapa yang tidak menyayangi sesama manusia, maka Allah tidak akan menyayangi orang tersebut.” (Muttafaqun Alaih)

8. Biasakan untuk aktif pada kegiatan sekolah dengan baik dan niat yang ikhlas.
“ padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya men yembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah:5)

9. Berdakwahkanlah pada anak-anakmu agar orang yang melihat padamu kebesaran islam dan karunia iman. “tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat Ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan baarangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (An-Nisa:114)

10. Seimbanglah antara bersikap lunak dan tegas dalam ujian, janganlah terlalu lunak maka engkau akan lemah dan janganlah terlalu keras maka engkau akan menghancurkan.

        Dari 10 Nasehat Untuk Seorang Guru tersebut, akan mampu mngantarkan seorang guru untuk sampai pada tujuan-tujuan luhur dalam menyampaikan ilmu sebagaimana hal tersebut juga akan mewujudkan pada dakwah kepada jalan Allah dengan hikmah nasehat kebaikan, dan dengan panutan.
Continue Reading

Kisah Mushab Bin Umair 

Nasehat untuk aktivis Dakwah

Dia seorang pemuda tampan yang menjadi pembicaraan gadis-gadis di desanya. Dia tumbuh dari keluarga yang berkecukupan dan kaya raya. Bajunya sehari-hari adalah sebaik-baik baju yang ada di masanya, kalau ia berjalan, terciumlah aroma minyak wanginya oleh orang yang berada jauh darinya. Kalau ia berbicara, terpukaulah orang-orang dengan kefasihannya itu. Ia seorang pemuda yang berakhlak baik dan lembut tutur katanya. Ia juga memiliki kedudukan yang terpandang dan terhormat di kaumnya. Sungguh dialah pemuda idaman dan pemuda idola kaumnya. Dialah sahabat Nabi kita, Mush’ab Bin ‘Umair, semoga Allah meridhainya.

Ketika hidayah Islam menghampirinya, ia pun menyambutnya dan memeluknya. Maka lengkap dan bertambahlah keelokannya, keelokan fisiknya dan keelokan cahaya iman yang terlihat di wajahnya. Akan tetapi tatkala hidayah Islam telah masuk ke dalam hatinya dan menerangi jiwanya, apa yang terjadi padanya? Ketika kedua orangtuanya mengetahui keislamannya, merekapun murka dan mengusirnya dari rumah.
Maka keluarlah Mush’ab meninggalkan kasih sayang orang yang selama ini membesarkannya. Keluarlah Mush’ab meninggalkan kemewahan rumah yang selama ini menaunginya. Keluarlah Mush’ab meninggalkan kenikmatan dunia yang selama ini ia rasakan.
Ketika Mush’ab Bin ‘Umair datang ke Madinah selepas hijrah dari Habasyah, berubahlah kondisinya. Ia bukan Mushab yang dulu lagi. Dulu ia selalu memakai pakaian mewah yang mengundang decak kagum orang lain. Tetapi sekarang ia memakai pakaian yang sederhana. Dulu ia seorang yang memiliki rambut terawat dan selalu memakai minyak rambut, tapi sekarang rambutnya biasa saja. Dulu ia seorang pemuda yang memiliki kulit yang halus dan lembut, tapi sekarang kulitnya menjadi tebal dan kasar.
Karena itu sahabat Nabi, Abdurrahman Bin Auf radhiyallahu’anhu menangis ketika mengingat Mush’ab Bin ‘Umair.
Imam Bukhari meriwayatkan bahwasanya Abdurrahman Bin Auf pernah disajikan makanan dan ketika itu ia sedang berpuasa (nafilah), ia pun berkata, “Mush’ab Bin ‘Umair terbunuh dalam Perang Uhud, padahal ia lebih baik dariku, ia dikafani dengan sehelai kain burdah yang bila ditutup kepalanya, tampaklah kakinya dan apabila ditutup kakinya, tampaklah kepalanya. ” Kemudian ia pun menangis dan meninggalkan makanan yang sudah dihidangkan untuknya.
Demikianlah keadaan Mush’ab di dunia, tapi meskipun begitu, ia tetap meninggal dalam keadaan mulia. Ia meninggal dalam keadaan telah memilih Islam. Ia meninggal dalam keadaan dirinya mengutamakan kenikmatan akhirat dibandingkan kenikmatan yang fana di dunia. Ia meninggal dalam medan perjuangan menegakkan dakwah Islam. Ia meninggal setelah mempersembahkan jiwa dan raganya demi tegaknya panji Islam.
Sungguh luar biasa, meninggalkan kemewahan dunia demi untuk menegakkan cahaya Islam.
Wahai saudaraku para aktivis dakwah…
Kisah di atas memberikan inspirasi untuk kita bagaimana sesosok manusia yang gagah & kaya raya rela meninggalkan kenikmatan dunia demi untuk menegakkan cahaya Islam. Berdakwah & berjuang di jalan Allah hingga mendapatkan kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah. Kita melihat sekarang begitu banyak fenomena yang terjadi di sekitar kita, banyak orang dilalaikan oleh harta, kekayaan, wajah yang elok yang mereka miliki sehingga enggan untuk menuntut Ilmu, mengamalkan dan mendakwahkannya di Jalan Allah. Sungguh begitu mulianya diri kita ketika kita gunakan waktu yang kita miliki untuk berdakwah di jalan Allah dan ada saatnya ketika Allah memanggil kita dengan panggilan terbaik dengan perantara malaikatnya dalam keadaan Khusnul hatimah kemudian Allah memanggil kita dengan panggilan mesra untuk memasuki Jannah-Nya yang penuh kenikmatan…
Ketahuilah saudaraku, sesungguhnya dakwah adalah amalan yang mulia, makin mulia suatu amalan maka makin banyak rintangan dan cobaannya, maka bersabarlah. Bersabarlah di jalan yang penuh berkah ini. Bersabarlah, karena kehidupan dunia ini sementara. Bersabarlah, karena sesungguhnya Allah bersama kita.
Continue Reading

 Berbaurlah Kepada Masyarakat Dengan Akhlaq Yang Baik


Kemenangan Islam ialah kemenangan yang diberikan oleh Allah kepada kaum Muslimin. Namun disamping itu, Allah hendak menguji orang-orang yang sedang berjuang menegakkan Agama yang mulia ini.
Sangat mudah bagi Allah untuk memenangkan Islam sampai ke pelosok dunia jika para pejuang menjalankan Dakwah dan Jihad ini dengan sabar dan Istiqomah.
Dalam perjuangan ini, haruslah kita menyebarkan dakwah Tauhid kepada masyarakat yang belum paham, agar mereka tahu bahwa Agama ini memang harus diperjuangkan. Ajak mereka untuk memahami kalimat “Laa Illaaha Illalloh”, ajak mereka memahami hakikat Tauhid, dan Ajak mereka untuk bersabar menghadapi konsekuensinya.
Ketahuilah wahai saudaraku, jangan sampai kita berjuang sendirian tanpa dukungan orang-orang yang Ikhlas. Di luar sana, banyak orang-orang yang ingin belajar Islam dari para pengemban dakwah Tauhid ini, namun mereka kebingungan kemana hendak belajar  Aqidah yang Haq.
Para pengemban dakwah ini adalah perintis perjuangan, yang kian lama kian membesar dan kuat. Semua itu tidak akan bisa kita capai jika tidak ada dakwah kepada orang-orang awam.
Namun, ada juga orang Islam yang alergi dengan kata-kata Jihad dan Perang. Mengapa ini bisa terjadi? Jika mereka alergi karena Tauhid kita dan termakan aqidah sesat, maka doakan semoga mereka diberikan Hidayah. Namun jika mereka alergi karena akhlaq kita yang buruk, maka sudah seharusnya kita evaluasi, jangan-jangan akhlaq kita yang buruk, suka berkata kasar dan kotor, mencaci maki orang-orang yang belum mengerti.
Padahal orang-orang awam yang melihat perangai kita, apakah kita baik ataukah justru kita yang berakhlaq buruk sehingga mereka tidak menerima dakwah ini.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmahdan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” [QS An-Nahl : 125]
Allah menyuruh kita menyeru manusia ke jalan Islam dengan hikmah dan pelajaran yang baik, bukan mengajarkan mereka dengan kata-kata kotor dan menghujat tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Tidak sepantasnya calon Mujahid berakhlaq buruk dan berkata keji, bagaimana orang-orang awam akan mengerti jika kita tidak mencontohkan yang baik? Terkadang orang awam butuh contoh bukan dengan hujatan dan caci makian.
Rosulullah Shalallahu alaihi wa sallam di fase awal dakwah beliau telah mencontohkan akhlaq yang begitu luar biasa indahnya. Walaupun orang-orang musyrik tidak suka, namun satu demi satu, sedikit demi sedikit ada juga orang yang dengan ikhlas menerima dakwah beliau.
Itu karena apa? Karena akhlaq yang menyentuh hati orang-orang awam, betapapun berat dakwah Rasulullah tetapi sahabat dengan sabar menerima konsekuansinya.
Ciri-Ciri Muwahid Adalah Berakhlaq Baik
Sudah seharusnya Muwahid itu memperbaiki akhlaqnya, mereka berlemah lembut terhadap kaum muslimin dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir. Yang sabar terhadap celaan orang-orang yang suka mencela.
Namun demikian, Mujahid harus menunjukan sikap terbaiknya terhadap orang-orang yang menjadi sasaran dakwah. Murah senyum terhadap mereka, tidak berkata kasar, dan menebar salam. Dengan begitu, simpati masyarakat akan timbul walaupun oleh Pemerintah Thoghut dianggap pemberontak dan teroris.
Akhlaq menjadi salah satu faktor penting dalam Dakwah dan Jihad, terkadang betapapun dalil yang diungkapkan jika dibarengi dengan penyampaian yang buruk, maka dakwah itu sulit diterima oleh orang awam.
Ingatlah selalu Sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam :
“Di antara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati. “(HR. Ad-Dailami)
Dari Hadits ini kita bisa ambil pelajaran bahwa akhlaq yang baik termasuk berbicara dengan baik dan menyambut dengan senyuman. Maka dakwahkan agama ini dengan tutur kata yang santun walaupun hanya bisa menyampaikan satu ayat saja, tetapi penyampaiannya baik, maka Allah akan menurunkan Hidayah-Nya kepada masyarakat yang benar-benar ikhlas dan tawadhu, Insya Allah.

Continue Reading

NASEHAT BERHARGA






NASEHAT BERHARGA OLEH SYAIKH ABUL WALID AL MAQDISI


Nasehat ini aku tujukan kepada diriku sendiri dan saudara saudaraku :

1. Agar senantiasa mencari ilmu syar'i dengan ikhlas dan jujur serta memulai dari ilmu yang sifatnya fardhu 'ain, dan dalam mencari ilmu harus di iringi kemauan tinggi, dan ketahuilah bahwasanya tidaklah mencari ilmu hanya sekedar supaya di tempatkan di suatu majelis, bukan untuk mendebat orang orang bodoh, serta bukan  supaya di akui sebagai ulama', akan tetapi mencari ilmu guna di amalkan dan di sampaikan, dan ketahuilah bahwasanya perang antara islam dengan kesyirikan, antara iman dan kufur, tidak mungkin di pimpin oleh orang yang bodoh.
2. Hindarilah oleh kalian bersikap fanatik buta terhadap orang alim, pencari ilmu ataupun jama'ah tertentu,  manusia yang mengenal kebenaran bukan kebenaran yang mengenal manusia, dan lazimilah jama'ah yang haq walaupun jumlahnya sedikit, serta berbuat jujur dan adilah karena keduanya akan berbuah mulia, sementara orang orang yang di anggap mulia pada hari ini sedikit yang berbuat adil.
3. Hiasilah oleh kalian dengan akhlak yang mulia dan melepaskan akhlak yang tercela, hindarilah perkara yang tidak ada manfaatnya, obatilah hati kalian dari penyakit sombong, dengki, menggunjing, mengadu domba, dusta, mencela kepada yang bukan haknya,hindarilah hal hal yang menyebabkan kehancuran, dan ketahuilah bahwasanya penyakit penyakit hati lebih mematikan dari pada penyakit fisik pada umumnya, adapun mengobati penyakit hati yaitu dengan bertawajjuh kepada Allah SWT melepaskan kemaksiatan, banyak berdo'a, mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak amalan amalan sunnah dan ketaatan, bersahabat dengan orang yang baik, terus menerus mengingat Allah SWT, memperbanyak sholat khususnya qiyamullail.
4.  Pelajari dan pahami realita ummat kalian dan hukum hukum syar'i yang cocok sesuai dengan realita ini, janganlah bersikap taklid agama kalian terhadap orang tertentu jika ia beiman maka kalian beriman dan jika ia kufur maka kalianpun ikut kufur, ikutilah dalil syar'i dan ikutilah ia kemanapun ia mangarah, dan wajib bagi kalian memahami manhaj salafus sholih dari tiga qurun utama.
5. Jagalah umur kalian, sibukkanlah waktu kalian dengan ketaatan kepada Allah serta menolong agamaNya, beramallah dengan sungguh sungguh karena seseorang tergantung amalnya, jika baik maka baiklah ia dan jika buruk maka buruklah ia, jadilah contoh yang baik oleh orang orang selainmu, dan jagalah keselamatan kalian  karena kalian berada dalam perbatasan yang agung, tidak selayaknya bagi para penjaga untuk tidur dan lalai di tengan tengah tugasnya, dan ketahuilah bahwa seseorang tidak mengenal istirahat, benar apa yang di ucapkan imam syafi'i rohimahullah " istirahat seseorang adalah kelalaian ".
6. Dan terakhir jika para pemuda muwahhid tidak menegakkan panji tauhid pada zaman yang sukar ini maka kapan mereka akan melakukanya ?, apakah setelah jatuhnya panji tauhid ? Allah SWT lah tempat memohon perlindungan, ataukah ketika setelah mereka menyesal karena meremehkan haknya ? tidaklah mereka mendengarkan firman Allah SWT " Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu.  Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. ( al hadid :  10 ). tidaklah mereka ingin menjadi bagian dari assabiqunal awwalun yang mana Allah menolong mereka karena agamanya, meninggikan atas mereka panji tauhid, menjadikan mereka para pemimpin agama ini, dan menjadikan amalan amalan orang orang setelah mereka dalam lembaran lembaran amal mereka, subhanallah mereka kaya akan balasan dari Allah SWT dan besar pahalanya.
Allah SWT berfirman "Hai manusia, kalianlah yang fakir kepada Allah, dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji ". ( fathir : 15 ), dan firmanNya " dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya), dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini. ( muhammad : 38 ), Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta. (al ankabut : 6).

ketahuilah bahwa panji ini akan senantiasa tegak dan agama ini akan senatiasa tertolong baik oleh kita maupun selain kita, maka jangalah kalian menghalangi diri untuk menjadi penolong din ini, saya meminta kepada Allah supaya kita termasuk para penolong dinNya.

syaikh abul walid al maqdisi rohimahullah. Anggota lajnah syar’iyyah mimbar tauhid wal jihad.
Continue Reading