Tampilkan postingan dengan label BERITA DAN DAKWAH. Tampilkan semua postingan

Jabhah Nusrah di Suriah (4/4): Sistem Pemerintahan dan Masa Depan JN

Ringkasan sebelumnya: Prioritas pertempuran JN adalah melawan rezim Nushairiyah Assad. Hal ini tentunya menimbulkan kesan tersendiri bagi kelompok mujahidin lainnya. Soal perekrutan anggota, JN tidak sembarang memilih orang. Tujuannya tidak lain agar sesuai dengan visi misi yang diemban JN. Selain itu, agar dapat dipersiapkan menjadi pasukan tempur yang unggul dalam menghadapi musuh. Dan mendapat pendidikan dalam mu’askar khusus untuk menjalani proses pelatihan.
Sistem Pemerintahan Jabhah Nusrah (JN)
Jabhah Nusrah memegang peranan aktif dalam membangun konsep pemerintahan yang berdasar hukum syariah. Rencana jangka panjang dimulai dengan penerapan syariah di Suriah. Para peneliti Barat yakin, jika ini dibiarkan maka Al-Qaidah akan benar-benar mempunyai tempat dan otoritas di Suriah.
Telah dijelaskan bahwa sebenarnya tujuan JN dan IS itu sama tetapi menempuh metodologi yang berbeda. JN menggunakan konsep dengan pendekatan lunak untuk membentuk pemerintahan. Berkebalikan dengan IS yang bertipe menguasai, di sini JN merangkul semua kelompok agar berpastisipasi aktif dalam pembentukan pengadilan syariat.
Prinsip ini mampu berintegrasi secara cepat dengan kelompok lain dan secara luas diterima di Suriah. JN menggunakan kehebatan militernya untuk membangun hubungan dengan kelompok lain, memanfaatkan koneksi lokal dengan menjalin hubungan erat dengan struktural yang ada,  dan menerjemahkan program-program sosial ke dalam tata pemerintahan lokal.
Majelis Syuro Mujahidin di Deir Az-Zour. Sumber: arrahmah.com
Majelis Syuro Mujahidin di Deir Az-Zour. Sumber: arrahmah.com
Al-Jaulani membayangkan, transformasi penuh dari rakyat Suriah, dengan sendirinya akan mengantarkan bentuk pemerintahan syariah di Suriah untuk jangka panjang. Ini karena rakyat telah terambil hatinya dan bersepakat terhadap penerapan syariah. “Jabhah Nusrah tidak akan secara sepihak membawa masyarakat… Kita tidak berusaha untuk memerintah sebuah negara,  melainkan menerapkan syariah di negeri ini. Apakah JN akan menjadi penguasa atau tidak, kita tidak pernah peduli akan hal itu.” jelas Al-Jaulani.
JN mengambil pendekatan bertahap dengan membangun pengaruh yang kuat di semua lini. Pemberlakuan syariat pun secara bertahap, hingga rakyat merasa nyaman dan mendukung penuh pemberlakuan Islam secara kaffah dalam kehidupan mereka. Ini merupakan interpretasi dari metodologi Al-Qaidah untuk kebangkitan khilafah global.
Sebagai contoh adalah pengadilan di Dara’a yang telah berjalan efektif dan diterima masyarakat sekitar karena keadilannya. Salah seorang anggota pengacara Dara’a mengatakan bahwa pengadilan syariah lebih baik dari pengadilan di jaman rezim Assad. Tidak ada kata korupsi, kolusi atau nepotisme di dalam pengadilan syariat.
JN telah berhasil mendirikan pengadilan syariah di Aleppo, Deir Az-Zour, Dara’a dan Ghouta Timur pinggiran kota Damaskus. JN mempunyai pengaruh di Aleppo dan Deir Az-Zour melalui kerjasama militer dan kepemerintahan yang solid dimulai pada akhir 2012.
Awal 2013, JN menjadi poros penting bagi oposisi Suriah. JN menancap kuat di Damaskus dan Aleppo karena wilayah ini adalah zona yang diprioritaskan untuk dikuasai. JN memanfaatkan kelemahan pasukan rezim di Deir Az-Zour pada tahun 2012, hingga dapat merebutnya berkat bantuan dari unsur-unsur suku lokal.
Kelompok-kelompok ini bersatu di bawah kepemimpinan JN dalam sebuah payung yang disebut Dewan  Syura Mujahidin pada 9 November 2012. Organisasi ini berkomitmen untuk membebaskan provinsi sepenuhnya dan melaksanakan hukum syariah. JN juga memprioritaskan di daerah selatan Dara’a, di mana pengadilan syariat berjalan lancar di sini.
Kontak servis JN
Kontak servis JN
Komisi Syariat Aleppo
Kegiatan pemerintahan JN di provinsi Aleppo paling menonjol di antara wilayah yang lain. JN mendirikan ASC (Aleppo Syariah Commission/ Komisi Syariat Aleppo) pada 10 Januari 2012.  Kelompok mujahidin yang ikut berpartisipasi di dalamnya adalah Liwa at-Tawhed, Ahraru Syam, Liwa Al-Fatih, Fajar Al-Islam dan Suqour Al-Syam.
Berikut ini struktur empat biro di bawah ASC:
  1. Biro Administrasi. Termasuk kantor keuangan, kantor pemeliharaan, kantor sumber daya manusia dan kantor IT.
  2. Biro Sipil. Termasuk kantor wakaf, kantor pelayanan, dinas pendidikan, kantor medis, kantor ekonomi, kantor bantuan dan kantor urusan sipil.
  3. Biro Yudisial. Termasuk kantor hakim, kantor konsiliasi, kantor penyelidikan, registri dan kantor tahanan properti.
  4. Biro Polisi. Bertanggung jawab dalam keamanan instalasi (Nuqat Amniyya) dan fasilitas penjara.
Komite Syariat Timur
Struktur suku dan pusat perkotaan yang relatif jarang di Deir Az-Zour menjadikan seperangkat kepemerintahan yang unik. Hal tersebut memungkinkan JN mendapat pengaruh dengan cepat. Pada 12 Desember 2012, JN dan sembilan brigade lokal mengumumkan pembentukan Dewan Syura Mujahidin (MSC).
Dewan ini menjadi tulang punggung dalam pemerintahan koalisi di Suriah timur, dan ini menjadi representasi keberhasilan JN. Pada 9 Maret 2013, Al-Jaulani menekankan pengadilan syariat harus mempunyai pastisipasi yang luas karena suku-suku lokal telah menerima dengan senang hati.
Perkembangan demi perkembangan pun akan terus diusahakan. Di daerah ini akan segera dibentuk satuan polisi. Segera dibuka pula sebuah kamp-kamp latihan untuk para polisi Islam guna memformalkan pemerintahan. Pengadilan syariat pun diberi otonomi penuh agar senantiasa berkembang dalam koridor syariat.
Pemerintahan JN berdasarkan syariat dan tuntunan Kitabullah
Pemerintahan JN berdasarkan syariat dan tuntunan Kitabullah
Awal Januari 2013, JN melarang semua alkohol beredar di Mayadin dan melarang wanita mengenakan celana. Juga dimulai pengajaran pendidikan dien sehari-hari untuk anak-anak selain sesi dakwah mingguan.
Pertengahan tahun 2013, JN menyediakan roti panggang, listrik dan air gratis, pelayanan kesehatan juga disediakan dalam sebuah kinik. JN benar-benar berusaha menyejahterakan masyarakat dan menaunginya dengan hukum syariat.
Pergeseran JN di Pemerintahan Suriah
JN telah berhasil membuat pemerintahan syariat di Aleppo dan Deir Az-Zour. Ini adalah sebuah prestasi tersendiri bagi JN dalam menjalankan strateginya. Namun, di sini JN tetap menahan diri dari tujuan sesaat untuk menguasai secara penuh seperti apa yang dilakukan IS.
JN tetap mengejar tujuan jangka panjang, sehingga keterlibatan JN dalam pengadilan syariat dirasa cukup karena sudah mampu meredam pertikaian antar kelompok. Pada bulan juli 2014, JN mundur dari pengadilan Deir Az-Zour dan Aleppo. Kepemimpinan diserahkan sepenuhnya kepada kelompok lokal.
Pergeseran ini adalah bukti bahwa JN memang bercita-cita tinggi dan terus berusaha mewjudkannya. JN telah memulai metode pemerintahan baru secara langsung di bawah kendali JN di Idlib dan Latakia. Bentuk pemerintahan baru ini dikenal dengan nama “Dar Al-Qadaa” yang secara resmi diumumkan pada 15 September 2014.
Pembentukan pemerintahan baru ini dipelopori oleh Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Muhaisini. Pemerintahan yang baru ini tetap mengejar tujuan strategis yang sama. Kemungkinan,  strukturalnya masih menyerap beberapa legitimasi dengan pemerintahan sebelumnya.
Syaikh Abdullah Al-Muhaisini
Syaikh Abdullah Al-Muhaisini
Masa Depan Jabhah Nusrah
Terdapat dua infleksi yang memaksa JN sedikit bergeser dari posisinya semula. Rencana dan tujuan jangka panjang yang telah tersusun rapi, agak terguncang dengan datangnya hal ini pada tahun 2014, yaitu”
  1. Deklarasi khilafah oleh ISIS
JN harus sekuat tenaga menjaga para anggotanya. Kesetiaan dalam tujuan dan metodologi sangat ditekankan JN dalam hal ini. Komitmen bersama yang selama ini didengungkan mulai diuji. Juga prioritas musuh yang harus diperangi juga menjadi PR tersendiri bagi JN. Yaitu antara memberantas tentara Assad atau meladeni gangguan dari IS.
  1. Serangan koalisi salibis AS
Terhitung pada 22 September 2014, AS memerangi musuh lama yang mereka istilahkan dengan “Khurosan Group”. Ternyata AS masih mempunyai dendam lama dengan Al-Qaidah. Tentu JN termasuk kelompok yang menjadi sasaran AS. JN kembali dihadapkan dengan hadirnya musuh baru yang lebih dahsyat persenjataannya.
Pasca serangan udara pertama AS yang pertama,  Jubir JN Abu Firas As-Suri merilis  sebuah pernyataan lantang, “Kami percaya bahwa masyarakat Syam akan berdiri bersama Jabhah Nusrah. Mereka akan berdiri bersama kami di jalan yang lama. Sampai kita menegakkan negara Islam dan bendera Islam berdiri tegak. Berkibar-kibar di seantero bumi Syam dan terbentang di negara-negara Islam lainnya.”
Rakyat Suriah makin percaya dengan JN, berdasarkan fakta bahwa AS lebih senang menyerang “Khurosan Grup” daripada menumbangkan rezim Assad. Hal ini secara tidak langsung memang berdampak dengan kekuatan JN yang makin terkuras habis.
Namun di sisi lain, reputasi JN makin disegani dan dihargai masyarakat Suriah. Dengan adanya beberapa kejadian itu, rakyat Suriah semakin yakin bahwa JN memang tulus dan amanah dalam perjuangan menumbangkan rezim dan memberlakukan syariat Islam.
Sebuah PR besar bagi JN sebagai pengemban tugas berat di Suriah. Apakah meladeni “pertengkaran” dengan IS? Atau menghadang serangan koalisi AS? ataukah kepada tujuan awal yaitu melawan tentara rezim?
Ternyata salah satu strategi JN mundur dari pemerintahan Aleppo dan Deir Az-Zour tersimpan suatu rencana prioritas politik. Pemerintahan baru yang dibangun di Idlib memang disengaja oleh JN untuk menciptakan ruang khusus operasi dengan komando militer yang disiplin melawan rezim Assad. JN lebih mengutamakan tujuan primernya, yaitu memimpin kampanye perlawanan terhadap rezim Nushairiyah.
Kaum muslimin, termasuk anak-anak berdemo menentang serangan koalisi Salibis untuk memerangi mujahidin
Kaum muslimin, termasuk anak-anak berdemo menentang serangan koalisi Salibis untuk memerangi mujahidin
Beberapa peristiwa yang terjadi, setidaknya membuat JN harus berpikir kembali untuk memuluskan strategi jangka panjang. Beberapa hal yang telah terjadi ternyata membuat JN tetap dalam tujuan, tapi dengan menyiapkan strategi baru. JN berusaha mempertahankan keutuhan kelompok, karena ini merupakan indikator yang penting. Beberapa hal yang terjadi di lapangan dan sikap JN terhadapnya adalah sebagai berikut:
  1. Meningkatnya bantuan dari Barat untuk oposisi moderat nasionalis
JN sudah menduga hal ini akan terjadi, karena Barat tidak akan pernah membiarkan JN yang notabene kepanjangan tangan Al-Qaidah berkuasa di Suriah. Cara-cara apapun mereka tempuh untuk memuluskan rencananya. Begitu pula pembunuhan petinggi Ahraru Syam pada 9 September 2014, adalah suatu upaya untuk melemahkan salah satu koalisi JN.
  1. Menghadang sel-sel IS
JN memanfaatkan luasnya jaringan yang dimiliki untuk menghadang tumbuhnya sel-sel IS di pinggiran selatan Damaskus, Barat Laut Suriah dan selatan provinsi Dara’a.  Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya ekspansi IS di daerah-daerah yang dkuasai JN. Begitu pula, ini adalah strategi untuk menciptakan ruang agar bisa melakukan konfrontasi dengan rezim.
  1. Pendiskretan dan kampanye anti JN
Serangan-serangan udara oleh tentara koalisi, sebenarnya bertujuan untuk melumatkan JN sebagai cabang Al-Qaidah di Suriah. Mereka mencoba menebar kebencian agar JN dijauhi. Tetapi malang nian apa yang mereka harapkan, nama JN telah terpatri di hati rakyat Suriah karena kejujuran dan reputasinya.
Ini senada dengan arahan dari Al-Qaidah pusat, bahwa serangan udara AS tidak akan berhasil sepenuhnya menghapuskan Khurosan Group. Al-Qaidah pusat tetap menggulirkan strategi dan tujuan yang sama kepada JN. Mungkin ini akan menjadi agenda berat bagi JN, karena semakin kompleknya permasalahan yang dihadapi.
Ada beberapa hal yang mungkin akan dilakukan JN di bulan-bulan mendatang untuk meningkatkan tingkat ancaman pada AS, diantaranya:
  1. Langsung menargetkan pimpinan oposisi yang menjadi pion Barat.
Perlu tindakan tegas bagi para anggota oposisi yang mulai berbelok dari rel komitmen. Jika itu dibiarkan, maka ke depannya akan merepotkan karena ada musuh dalam selimut. Lantaran hal ini menyangkut suksesnya rencana jangka panjang JN, maka perlu ada tindakan tegas.
  1. Menghilang ke dalam jajaran oposisi
Jika terjadi serangan yang menargetkan JN, mereka dapat membubarkan pasukan dan berpencar di bawah naungan kelompok lain. Pilihan ini akan menyusahkan AS untuk menargetkan JN karena objek serangan menjadi tidak jelas.
  1. Bermitra dengan IS
Jika serangan koalisi AS terus berlangsung dan mereka secara “tidak sengaja” menargetkan rakyat sipil, mungkin JN dan IS akan bekerja sama dalam menghadang serangan koalisi Salibis. Kalau hal ini memungkinkan terjadi, bukan hal yang mustahil AS bakal kelimpungan dan menderita kerugian besar.
  1. Secara langsung JN akan bersaing dengan IS
Hal ini mungkin telah terjadi sekarang. JN dan IS bersaing untuk menyebarkan pengaruhnya dengan metodologi yang berbeda. JN yang berinduk pada Al-Qaidah telah matang dalam strategi dan mengedapankan kebutuhan primer dan tujuan utama. Kita lihat saja kelompok mana yang akan terus eksis dan komitmen dengan prinsip-prinsipnya.
Timeline perkembangan JN di Suriah
Timeline perkembangan JN di Suriah
Kesimpulan
JN telah menjelma menjadi kekuatan yang ditakuti AS walau hanya berbentuk lokal saja. AS mulai ketakutan karena dibalik keperkasaan JN ada sosok musuh bebuyutannya, yaitu Al-Qaidah. Eksistensi AS di Timur Tengah akan terganggu jika JN dibiarkan berkembang pesat. Maka dari itu, beberapa cara dilakukan untuk melemahkan kekuatan lokal ini.
Mulai dari sogokan bantuan kepada oposisi moderat, penyebaran kampanye anti JN –lantaran hubungannya dengan terorisme global Al-Qaidah menurut AS, pembunuhan para petinggi kelompok untuk melemahkan struktural organisasi, serta mencegah IS dan JN bersatu. Jika kedua kubu ini bersatu, akan terbentuk sebuah kekuatan yang mengerikan.
Strategi jangka panjang ini benar-benar menjadi momok bagi AS. Ketika hal ini terealisasi, akan membuat AS terpojok. Maka dari itu AS akan menggunakan strategi baru dengan merusak reputasi JN di mata rakyat Suriah. AS akan berpura-pura ikut melawan rezim Assad dan menunjukkan bahwa merekalah yang berjasa, bukannya JN.
AS akan selalu berusaha menghancurkan semua yang berbau Al-Qaidah. Mereka tidak akan membiarkan JN dan IS bersatu walaupun dalam kenyataannya itu hal yang mustahil. Peta global sebenarnya adalah rezim Assad bekerja sama dengan Syiah Internasional yang bertujuan menghancurkan Islam.
Begitu pula dengan AS dengan koalisi salibisnya, tujuan sebenarnya sama walaupun dengan motif yang berbeda. Jadi, Islam menjadi lawan bersama bagi para pendengkinya. Masa depan Islam tergantung dengan usaha para pemeluknya.
Continue Reading

Jabhah Nusrah Gelar Apel Akbar Persiapan Pendirian Imarah Islam Syam

KIBLAT.NET, Aleppo – Subhanallahu, itulah kalimat pertama yang terucap dari mulut kami ketika Muqawamah Media Team mendapatkan kesempatan untuk meliput kegiatan Ijtima’ ‘Am (Apel Besar) Jabhah Nusrah (Tanzhim Al-Qaeda Fi Biladis Syam) dan katibah-katibah di bawah mereka di suatu Mu’askar (Camp Militer) wilayah Aleppo, Kamis, 10  Juli 2014.
Apel yang dihadiri lebih dari seribu mujahidin Jabhah Nushrah dari seluruh perwakilan wilayah Syam ditujukan untuk beberapa agenda besar, antara lain: Penyatuan visi mujahidin dalam menghadapi musuh internal dan eksternal, menerima bai’at Jama’ah Suqurul ‘Izz untuk bergabung ke Jabhah Nushrah, dan puncak acaranya adalah deklarasi penegakan Mahkamah Syari’ah di seluruh wilayah Syam yang dikuasai Jabhah Nushrah sebagai cikal bakal berdirinya Imarah Islam Syam. Deklarasi penegakan Mahkamah Syari’ah ini dipimpin langsung oleh Amir Tanzhim Al-Qaeda fi Biladis Syam, Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani -hafizhahullahu-.
Dalam sambutannya, Syaikh Al-Jaulani -hafizhahullahu- menyebutkan bahwa apa yang telah diraih oleh Jabhah Nushrah hari ini di bumi Syam adalah buah dari jihad para mujahidin yang ikhlas dan pemberani. Beliau menekankan agar para Mujahidin senantiasa memperbaiki niat mereka selalu. Hendaknya para mujahidin juga bergembira dan bersyukur dengan buah jihad yang bisa mereka saksikan dengan mata kepala mereka sendiri hari ini.
Syaikh Al-Jaulani menekankan bahwa mulai saat ini Jabhah Nushrah tidak akan mengalah dan tinggal diam lagi kepada semua pihak yang coba merusak proyek jihad di Syam. Jabhah Nushrah secara tegas menyatakan akan menyerang siapa saja yang merusak syari’at dan menghalangi tegaknya syari’at Islam diatas bumi Syam. Syaikh Al-Jaulani juga berjanji bahwa satu saja singa Jabhah Nushrah dicelakai dengan cara khianat oleh siapapun, maka Jabhah Nushrah akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membalas nyawa dan kehormatan mujahidnya.
Syaikh Al-Jaulani -hafizhahullahu- menambahkan bahwa mata umat kini tertuju kepada para mujahidin Syam. Amirul Mukiminin Mulla Umar -hafidhahullahu- dan Taliban menunggu pernyataan tegas mujahidin Jabhah Nushrah di Syam, begitu pula Imarah Islam kaukaz, Mujahidin khurasan, AQAP dan AQIM serta seluruh elemen Ulama Rabbani dan Umat Islam menantikan deklarasi Imarah Islam Syam.
“Maka dari itu, jangan pernah biarkan kesempatan yang Allah berikan ini kalian sia-siakan wahai para singa Jabhah! Sekaranglah saatnya MahkamahSyari’ah kita tegakkan di atas bumi Syam. Mahkamah yang akan mengadili orang besar dan kecil diantara kita. Mahkamah yang akan menjadikan kitab Allah dan Sunnah Rasulullah sebagai sumber hukum yang absolut”, seru Syaikh Al-Jaulani kepada para mujahidin yang berkumpul disana.
Syaikh Al-Jaulani -hafizhahullahu- menekankan bahwa ini adalah titik awal untuk berdirinya Imarah Islam Syam yang insya Allah berada diatas haluan Minhaj Nubuwwah. Mahkamah Syari’ah ini akan dilaksanakan dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan serta keberanian. Mahkamah ini tidak akan membedakan siapapun diantara kaum muslimin Syam, baik sipil ataupun mujahidin. Juga tidak akan membedakan antara kaum anshar dan muhajirin.
Diakhir pembicaraannya, Syaikh Al-Jaulani -hafizhahullahu- menyebutkan bahwa sekarang kita menuju Al-quds, sekaranglah saatnya kita membebaskan Gaza dan seluruh wilayah Palestina.  Kita tak akan pernah bisa tidur nyenyak selagi Basyar Al-Asad belum kita musnahkan, kita tidak akan pernah bisa bernafas lega sebelum umat Islam bisa melihat Al-Quds serta Gaza kembali ke pangkuan Islam dan kaum muslimin.
Ijtima’ ‘Am (Apel Besar) ini turut dihadiri oleh para petinggi dan Ulama dewan Syari’at Jabhah Nushrah, antara lain yakni Syaikh Dr. Abdullah Al-Muhaisini -hafizhahullahu-yang juga turut memberikan sambutan yang sangat membakar semangat para Mujahidin.
Orasi Syaikh Al-Muhaisini
Syaikh Al-Muhaisini -hafizhahullahu- dalam sambutannya membicarakan tentang manhaj ghuluw yang dibawa oleh Jama’ah Daulah ke ranah jihad Syam. Serta beliau menekankan seandainya Daulah ataupun Khilafah yang dideklarasikan oleh Al-Baghdadi benar diatas minhaj nubuwwah dan dilaksanakan dengan penuh hikmah serta musyawarah dengan para Ulama Rabbani, maka pastilah kita akan mencuci kakinya Al-Baghdadi sebagai rasa hormat kita padanya.
Syaikh Al-Muhaisini -hafizhahullahu- juga menyatakan : “Demi Allah, Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri  -hafizhahullahu- yang telah menghabiskan sebagian besar umurnya dalam jihad dan hijrah mustahil menolak khilafah jika memang khilafah itu berada diatas al-haq. Demi Allah, Syaikh Nashir bin Sulaiman Al-‘Ulwan yang telah bersabar atas azab dan penjaraThagut Saudi belasan tahun lamanya mustahil menolak khilafah jika memang khilafah itu berada diatas al-haq. Demi Allah, Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi -hafizhahullahu- yang telah keluar masuk penjara Jordan selama 14 tahun mustahil menolak khilafah jika memang khilafah itu berada diatas al-haq. Maka bersama Ulama dan pemimpin manakah yang harus lebih kita percaya?”.
Semoga Allah menyegerakan kemenangan Islam dan Mujahidin Syam.Allahumma Amiin. Walhamdulillahi Rabbil A’lamin.
Berikut adalah foto-foto suasana Ijtima’ ‘Am (Apel Besar) untuk mendirikan Imarah Islam Syam yang berhasil didapatkan oleh Tim Muqawamah Media dari lapangan :
Continue Reading

Serang Daulah, AS Kirimkan Amunisi Canggih untuk Yordania

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat dilaporkan akan segera mengirimkan sejumlah amunisi kepada militer Yordania, untuk menyerang pejuang Daulah Islamiyah (ISIS). Rudal pintar jenis JDAM termasuk dalam amunisi yang akan dikirimkan.
Sejumlah pejabat di Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri menyatakan, Amerika menjamin bahwa Yordania tidak akan kekurangan persenjataan dalam menghadapi ISIS. Namun sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Pentagon terkait hal itu.
Dalam kunjungannya ke Washington pekan lalu, Raja Abdullah meminta kepada parlemen Amerika untuk memberikan dukungan militer lebih terhadap kerajaannya. Dia juga menyampaikan keluhan atas keterlambatan pengiriman permintaan kebutuhan pasukannya.
Raja Abdullah menyampaikan daftar kebutuhan militer yang diminta kepada Amerika Serikat. Kabarnya bom pintar jenis JDAM termasuk dalam daftar permintaan Yordania. JDAM adalah rudal buatan Boeing yang dioperasikan dengan sistem GPS, sehingga akan dapat mengenai sasaran dengan tepat.
Menanggapi hal itu, Komite Militer Senat mendesak Barack Obama untuk segera menanggapi permintaan Yordania. Menurut mereka kebutuhan tersebut sangatlah mendesak.
“Perhatian komite saat ini adalah memastikan Yordania memiliki semua peralatan dan sumber daya yang diperlukan untuk terus bertempur melawan ISIS,” kata McCain, ketua Komite Militer Senat.
Yordania ikut bergabung dalam koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat dalam menghadapi ISIS. Mereka tengah gencar melancarkan serangan ke basis pejuang di Irak dan Suriah, menyusul eksekusi pilot mereka Muadz Al-Kasasbeh yang ditawan oleh Daulah.
Continue Reading

Syaikh Al Adnani: Daulah Islam Iraq dan Syam Semakin Kuat, Tangguh, dan Kokoh


Syaikh Al Adnani: Daulah Islam Iraq dan Syam Semakin Kuat, Tangguh, dan Kokoh

Shoutussalam – Syaikh Abu Muhammad al Adnani, Juru Bicara Resmi Daulah Islam Iraq dan Syam dalam pembukaan rekaman audio terbarunya yang dirilis pada hari Kamis (3/4/2014), dengan judul “Dan Sungguh Allah Akan Memberikan Kemenangan bagi Mereka atas Dien (Agama) yang Allah Ridhoi”, mengemukakan bahwa Daulah Islam kini tumbuh semakin kuat dan kuat dari waktu ke waktu sejak awal berdirinya.
Syaikh mengemukakan sejarah awal berdirinya Daulah Islam, yang bangkit tegak di atas puing-puing kekalahan pasukan Salibis Amerika di Iraq. Amerika terusir oleh kekuatan Mujahidin Iraq, membawa pulang semua besi-besi kendaraannya yang tinggal rongsokan saja.
“Sesungguhnya makar setan itu amat lemah. Amerika datang ke Iraq memimpin hingar bingar perang Salib, menguatkan lengannya di atas peta baru yang mereka sebut sebagai ‘Timur Tengah’. Amerika datang dengan semua kekuatannya dan semua besi persenjataannya, lengkap dengan segala kebanggaan dan semua arogansinya,” kata Syaikh al Adnani.
“Amerika mengumpulkan semua sekutunya dan memobilisasi semua pesawat dan armadanya , pun membawa kuda besi dan semua bala tentaranya. Tentara Salib berpikir tidak akan ada yang sanggup mengalahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki, namun Allah Maha Perkasa mempermalukan mereka dan menunjukkan kepada kita betapa lemahnya makar kejahatan mereka.”
“Berkobarlah nyala api Jihad, rusaklah agenda Perang Salib dan Daulah Islam didirikan di tengah-tengah kemarahan para penjahat, dan Amerika diusir dari Iraq dalam keadaan dipermalukan, menyeret ekor di antara kedua kaki mereka, yang terkalahkan dan hancur, meninggalkan Iraq dalam kebangkitan peta Daulah Islam, yang siap untuk melukis kembali dunia di bawah naungan Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah. Dengan rahmat Allah, sesungguhnya Daulah Islam menjadi lebih kuat dari hari ke hari.”
“Bangunan Daulah Islam dinaikkan, tiangnya berdiri kuat, panji benderanya berkibar tinggi oleh deburan angin. Oleh karena limpahan nikmat dari Allah, kekuasaan Daulah Islam belum pernah berhenti sejak ia didirikan untuk pertama kalinya, dan operasi penaklukan (perluasan wilayahnya) tidak akan berhenti dengan izin Allah, sampai Salib dihancurkan, babi-babi dibunuh dan Jizyah ditegakkan, pun tidak tersisa lagi fitnah di muka Bumi dan agama hanya milik Allah seluruhnya.”
Oleh karena semakin bertambah kuatnya Daulah Islam dari tahun ke tahun, banyak pihak yang berupaya menghancurkannya justru dirundung kegagalan dan kekalahan, Syaikh al Adnani mengingatkan kepada mereka siapa saja yang berupaya memeranginya, agar supaya berpikir 1000 kali sebelum bertindak.
“Siapa pun yang berpikir untuk ikut memerangi kami, maka ia harus mempertimbangkan 1.000 kali sebelum melakukannya.”
“Hari ini, atas nikmat Allah kami menjadi lebih kuat dari hari kemarin, dan oleh karunia Allah musuh-musuh kami dalam keadaan lemah lunglai. Sesungguhnya hari ini kalian melihat singa-singa Daulah Islam dari kaum Muhajirin dan Ansar yang mana bisa kalian saksikan kekokohan dan kekuatan mereka. Kemarin orang-orang ini tinggal di gurun yang menyengat dengan teriknya panas matahari. Pasir-pasir yang menyakiti mereka, mereka bertahan di dalamnya rasa kesepian, keterasingan dan penderitaan, dan hari ini mereka kembali  berkelana di jalan-jalan dan alun-alun kota hidup berbahagia bersosialisasi dengan manusia lainnya. Mereka sedang dihibur di wilayah-wilayah pedesaan dan di kebun-kebun yang teduh dan membahagiakan.”
“Jadi janganlah kalian berpikir bahwa mereka akan meninggalkan hari-hari mereka saat ini dan kembali seperti hari-hari sebelumnya. Tidak ada tempat tersisa untuk kalian wahai kaum sekularis, lebih baik bagi kalian untuk segera melarikan diri kalian, karena sesungguhnya Daulah Islam akan tetap eksis dengan izin Allah, teguh oleh karena Kekuatan Allah, InsyaAllah menang.
“Kafilah ini pun terus berjalan, dan gonggongan anjing tidak akan membahayakannya. Tidak akan pernah ada lagi fitnah yang akan membahayakan tentara Daulah Islam setelah datangnya hari ini Insya Allah. Semua anak panah telah menyerang mereka, semua mata tombak telah dihujamkan ke atas mereka, dan mereka telah merasakan semua tebasan pedang , mereka telah difitnah dengan semua jenis kebohongan. Mereka telah dituduh dengan segala tuduhan dan keburukan, namun tidak ada yang bertambah dalam diri paskan Daulah Islam melainkan kekuatan, ketangguhan, tekad dan ketabahan.”
“Keberkahan untukmu wahai Daulah Islam Iraq dan Syam. Berbahagialah kalian, karena Rasulullah sholllahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang kalian, ‘Tidak akan pernah membahayakan mereka, orang-orang yang menentang mereka atau meninggalkan mereka’.”
“Insya Allah penaklukan Umar bin kHattab (maksudnya perang perluasan wilayah Islam yang dulu dilakukan oleh Umar bin Khattab) telah dimulai kembali, jika salah satu dari kalian melakukan perjalanan hari ini hingga ratusan mil jauhnya ia hanya akan melihat bendera tauhid , yang berkibar dan melambai tinggi di atas langit. Tidak ada lagi hukum yang mengatur kecuali hukum Allah, dan tidak ada agama lain kecuali agama Allah (Islam).”
“Orang-orang munafik akan dipermalukan, hidup hina dan mundur. Orang-orang yang bertauhid hidup terhormat, menang dan menguasai segala-galanya. Alhamdulillah yang membuat kami hidup untuk mewujudkan kemenangan dan keberkahan ini…” [arkan]
Continue Reading

Penduduk Raqqa : Hanya Daulah Islam Yang Memperlakukan Kami Dengan Penuh Keadilan


Penduduk Raqqa : Hanya Daulah Islam Yang Memperlakukan Kami Dengan Penuh Keadilan

Shoutussalam – Departemen al Furqon, sayap media Daulah Islam Iraq dan Syam pada hari Ahad (6/4/2014) merilis video terbaru yang memperlihatkan praktek nyata penegakan Syari’at Islam di ibukota Raqqa.
Video yang berjudul “Dan Siapakah Yang Lebih Baik Dalam Menghukumi Daripada Allah?” tersebut juga menghadirkan testimoni kesaksian penduduknya, bagaimana Daulah Islam dan penegakan Syari’at Islam menentramkan hati warga pun menuntaskan semua permasalahan hidup mereka dengan hasil memuaskan.
“Ini menjadi bukti, bahwa Daulah Islam berupaya sebaik mungkin untuk menegakkan Syari’at Islam. Mereka terapkan Syari’at Islam di wilayah yang dikuasainya, meski luasnya kecil tanpa mempedulikan celaan para pencela,” kata salah satu petugas di Mahkamah Syari’ah Daulah di awal-awal video.
Dalam video tersebut, diperlihatkan berbagai macam penerapan Syari’at Islam. Hukuman cambuk untuk para pemabuk, juga hukuman mati untuk para dukun dan penyihir, lalu seorang wanita yang memperolah hak-haknya kembali setelah bercerai dengan suaminya di al Bab.
Dalam sebuah adegan ditunjukkan pula, bagaimana Mahkamah Syari’ah Daulah Islam menghukum para Prajurit Daulah yang bersikap dzolim pada warga sipil.
“Aku punya masalah dengan salah satu saudara di Daulah, yang mana ia menyerangku. Aku lantas mengadukannya pada Mahkamah Syari’ah. Hakim lantas menjatuhkan hukuman Qisosh padanya, dan pelaku pun diperlakukan sebagaimana saat ia menyerangku,” ujar salah seorang warga.
“Saudara-saudara di Daulah Islam sangatlah baik. Hak-hakku mereka penuhi, kalian bahkan bisa meminta hak-hak kalian dari pimpinan Daulah Islam. Beda jauh dengan yang terjadi di era kekuasaan Assad dulu, kau tak bisa mengeluhkan perilaku buruk Polisi Lalu Lintas, sebaliknya malah ditangkap,” imbuhnya.
Di wilayah al Bab, salah seorang penduduk juga mengadu ke Mahkamah Syari’ah Daulah Islam lantaran merasa didzolimi oleh salah seorang komandan lokal Daulah Islam.
“Aku mengadu terkait salah seorang pimpinan, dan sekarang ia kini menghadapi pengadilan. Aku bahkan mengadukan perbuatan sejumlah pimpinan, dan pengadilan menjebloskan mereka ke dalam jeruji penjara Daulah Islam,” kata penduduk al Bab tersebut.
“Dalam pandangan Syari’at Islam, tidak ada beda antara Mujahid dengan Penduduk Sipil. Jika ada hak-hakmu yang terdzolimi, ia akan dipulihkan kembali padamu,” tambahnya.
“Daulah Islam baru saja tegak berdiri dan mengatur masyarakatnya di seluruh wilayahnya. Keadilan semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tingkat kriminalias, baik itu pencurian, pembunuhan, dan pemerkosaan menurun hingga 90%.”
Di wilayah Tabaqah, Provinsi Raqqa, salah seorang pemilik toko memberikan kesaksian, membandingkan keadaan kacau sebelum dikuasainya Raqqa oleh Daulah Islam, dengan keadaan aman sesudahnya.
Salah seorang Mujahid Daulah Islam bertanya pada pemilik toko itu, “Apakah kau bahagia hidup di bawah naungan Daulah Islam Iraq dan Syam?”
Ia menjawab,”Ya Syaikh, tokoku selalu jadi sasaran para perampok ketika kelompok-kelompok pejuang lain masih berada disini. Namun setelah Daulah Islam mengambil alih Raqqa, tidak ada lagi yang berani merampok toko milikku.”
Mujahid Daulah Islam tadi kembali bertanya, “Pasukan kami yang berlaku dzolim pada kalian dihukum di depan publik, sebagian lain dimasukkan dalam penjara. Katakan padaku, apakah ada kelompok lain sebelum ini yang menghukum anggotanya yang bersalah?”
“Tidak ada,” kata sang pemilik toko.
Video lantas ditutup oleh pernyataan salah seorang penduduk Raqqa lainnya, ketika ditanya oleh presenter video, ”Kenapa kau mendatangi Daulah Islam?”
Sang lelaki menjawab, “Karena tidak ada satupun orang yang memperlakukanku dengan penuh keadilan kecuali Daulah Islam.” [arkan]
Continue Reading

Syaikh Al Maqdisi: Aku Bersama Mujahidin yang Mengusung Panji Tauhid


Syaikh Al Maqdisi: Aku Bersama Mujahidin yang Mengusung Panji Tauhid

Ini adalah terjemahan dari tulisan Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi dari balik penjara.  Tulisan ini memang sudah lama beredar, yaitu pada pertengahan Rabiul Awal 1435 H. Namun, semoga dari sini kita bisa mengambil pelajaran penting dari tulisan beliau yang terinspirasi dari kunjungan putranya di penjara.
Berikut ini tulisannya:
Anakku yang kecil, Mughiroh datang menjengukku. Dia lalu bertanya kepadaku: Wahai ayah, beberapa sahabatmu mengunjungi kita kemarin. Salah seorang dari mereka bertanya kepadaku: Kamu bersama siapa wahai Mughiroh, bersama Jabhah atau Daulah? Aku pun menjawab: aku bersama seluruh orang Islam.
Betapa bahagianya aku dengan jawaban anakku ini. Air mataku tercurah dan aku berkeinginan menjanjikannya sebuah hadiah. Aku mantapkan dan terasa akan pentingnya jawabannya ini. Aku akan lekatkan dalam otakku serta ukir dalam hatiku. Aku ambil papan lalu aku tulis kalimat itu untuk dipajang di rumah. Aku tuliskan namanya dengan disertai ayat-ayat dan kata-kata yang indah. Aku akan tulis dengan khot yang bagus sebagai ungkapan bahwa aku berharap ia mengatakannya ketika mereka bertanya kepadanya: Aku bersama seluruh orang Islam.
Sesungguhnya pertanyaan yang diajukan si penanya kepada anakku ini benar-benar menyedihkan. Menyakitkan sekali. Terutama setelah peperangan yang terjadi antara saudara-saudara kita para mujahidin di Suriah, antara fraksi-fraksi yang mengangkat satu bendera dan punya satu tujuan. Sungguh kami telah melakukan qunut sebulan penuh bersama saudara-saudara kami di penjara setiap shalat lima waktu sejak berkecamuknya perang diantara mereka. Kami berdoa kepada Allah agar menautkan hati-hati para mujahidin dan mengumpulkannya  dalam satu kalimat tauhid. Berkumpul pada satu orang yang paling bertakwa diantara mereka… Dari sinilah kami mengeluarkan risalah yang mengajak mereka untuk bersatu, dengan menyertakan ayat yang mulia“kecuali kalian melakukannya akan menjadikan fitnah di bumi dan kerusakan yang besar”.
Ini sebagai peringatan dari bahaya perpecahan yang mengurai para Mujahidin di Suriah. Berlawanan dengan bersatunya musuh-musuh Allah kepada mereka yang meningkat dan makar mereka kepada seluruh mujahidin….
Para muwahhidin seharusnya lebih unggul dalam persatuan dibanding para musyrikin yang menjadi musuh Allah. Karena, para Mujahidin lebih jauh untuk melakukan itu daripada musuh-musuh Allah di samping lebih terjaga untuk menuruti hawa nafsu. Karena mereka mengharap balasan dari Allah, berbeda dari musuh-musuhnya. Mereka mengharap wajah Allah sedang musuh-musuh tidak mengharapkannya. Mereka berharap pertolongan Allah sedang musuh-musuh tidak mengharapkannya…. Allah ta’ala berfirman “Perangilah orang-orang musyrik secara keseluruhan, sebagaimana mereka memerangimu secara keseluruhan. Dan beramallah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” Kami merasa sedih senapan-senapan orang kafir Nashrani diarahkan kepada para Mujahidin. Kami mengingkari risalah yang muncul dari orang-orang yang mengeluarkannya, kami berlepas diri dari perbuatannya yang telah terjadi…. Tanpa kita membatasi nama-nama atau sebutan-sebutan karena tujuan kami adalah memberantas perbuatan-perbuatan yang munkar ini. Kami berlepas dari itu semua bukan berarti kami berlepas diri dari mereka. Namun hal ini karena kami lebih menghajatkan diri untuk mendengar urusan-urusan yang menurut kami lebih besar , disebabkan kecintaan kami kepada mereka. Yang saya maksud adalah “Kalimat tauhid dan benderanya”
Sebelumnya telah kami jelaskan dalam sebuah risalah, yang kita susun berdasar hadits Sulaiman dan Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam ketika menghukumi antara dua wanita. Salah satu dari anak mereka berdua dibawa pergi oleh serigala. Sesungguhnya yang bersungguh-sungguh  terhadap jihad dan benderanya atau sejenisnya itu hak, benar adanya. Tidak rela jika hal itu dirusak. Diibaratkan dalam hal ini, kerelaan ibu yang rela untuk ‘merusak’ anak dari ibu yang asli. Ibu yang sayang dengan anak tadi (asli) menerima agar anak itu diserahkan ke ibu satunya agar tidak dirusak. Sungguh orang yang sayang dengan umat Islam, benar-benar merasa sakit, benar-benar tidak bisa tidur atas apa yang terjadi atasnya, para pemangkunya tidak akan rela selamanya jika bendera Mujahidin terpecah-pecah dan shaf-shaf mereka rusak. Bahkan ia bisa menangis, berdoa kepada Allah dengan keikhlasan agar shaf-shaf mereka bersatu dan hati-hati mereka bertautan. Hal ini karena persatuan mereka itu memberikan maslahat bagi Islam dan pemeluknya. Sesungguhnya mujahid yang jujur dan dai yang faqih tidak berceloteh (berbicara banyak) dengan celotehan-celotehan yang memecah belah dan tidak memalingkan (dari perpecahan). Hujjah-hujjah yang dibentuk dan disematkan adalah memajukan maslahat Islam dan kaum muslimin. Dalam  tahapan ini adalah mempersatukan shaf Mujahidin.
Allah ta’ala “menyukai orang-orang yang berperang di jalannya dalam satu shaf” bukan beberapa shaf…. Kami juga sangat rindu kecintaan Allah kepada kami  dalam rangka mengajak orang-orang kepada persatuan shaf-shaf Mujahidin. Kami tidak rela atau lepas dari tuntutan ini, sehingga mata kami menjadi sejuk dengan melihat orang kafir marah dengan terealisasinya hal itu. Kami tidak membenarkan tulisan atau seruan yang menguatkan perpecahan atau menambahnya. Sebagaimana kami berlepas diri dari setiap perbuatan yang tertuju dari salah seorang mujahidin dari setiap jamaah yang menyebabkan perpecahan ini. Kami melihat bahwa tulisan-tulisan atau seruan-seruan  dan perbuatan-perbuatan itu diridhoi oleh setan, dari kalangan manusia dan jin, sehingga menyenangkan matanya. Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada sahabat-sahabatnyaketika suatu hari safar bersama mereka.  Ketika mereka berhenti di suatu tempat, mereka terpencar-pencar diantara cabang-cabang dan pohon:(Sesungguhnya berpencarnya kalian ini diridhoi setan), mendengar itu mereka pun berkumpul.  Sampai-sampai ketika diletakkan baju di atasnya untuk menutupi mereka, maka akan tertutupi semuanya dikarenakan saking berdempetannya mereka.… Untuk itu saya yakin bahwa setiap yang menyeru kepada perpecahan dan meninggikannya, serta tulisan, tindakan, atau perbuatan yang menyebabkan peperangan luar dalam maka ia masuk dalam keridhoan setan, bukan keridhoan Ar Rahman.
Ar Rahman “mencintai orang-orang yang berperang di jalannya dalam satu shaf”, dan setan ridho kita berpisah, terpecah belah dan berselisih… Berapa banyak dari mujahid atau penulis atau khotib telah membenarkan sangkaan iblis dan ridho dengan jalannya yang menambah perpecahan, kehancuran  dan peperangan “Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.” (QS  Saba: 20)
Sebagaimana hal itu juga membuat ridho musuh kita dan menyejukkan mata-mata mereka. Bahkan mereka berusaha untuk memuluskannya dan merancang hal itu. Mereka berserikat di dalamnya secara langsung ataupun tidak langsung. Untuk itu aku berkata kepada saudara-saudaraku di dalam penjara ketika kabar-kabar yang menyertakan fulan sebagai tempat berlindung, dan tulisan-tulisan mereka yang mengajak kepada perpecahan dan pertentangan, serta menuduh pada sebagian jamaah Mujahidin dengan nama-namanya, nama-nama pemimpinnya dan masyayikhnya yang terang dalam situs-situs internet, maka saya katakan: Bukankah kalian tahu, mereka menulis dengan nama-nama mereka yang asli dan sebagian dari mereka meletakkan fotonya, apakah tidak diperkirakan bahwa bersamaan itu pula intelejen tidak mengamati mereka dan tidak memperhitungkan atas tulisan-tulisan mereka yang di dalamnya cenderung Nampak berpihak pada sebagian kelompok-kelompok Mujahidin. Mereka itu (intelejen) sudah mengira jauh-jauh hari sebelumnya sebelum kami memperkirakannya! Hal itu tidak tercapai kecuali karena mereka dalam tahapan ini berbuat sesuai yang diinginkan intelejen dan ridho terhadapnya. Serta berbicara pelan bersama dengan orang yang segaris dengannya. Sebagaimana tadi bahwa ia ridho dengan setan. Sedangkan saudara-saudara kita yang prihatin dan menangis atas keadaan jihad ini serta berusaha menasehati pengembannya dan mendoakan pada persatuan shaf serta mengesampingkan peperangan, diminta oleh intelejen dan ditakut-takut olehnya dengan ditangkap, diancam dan diperingati bahwasanya mereka telah melanggar garis merah, ya, Sesungguhnya garis-garis merah itu menurut mereka adalah jalan ke arah yang benar, yang dicintai Allah dan diridhoi-Nya sebagai jalan bagi jihad dan Mujahidin.
Adapun jalan yang buruk, bengkok, dan jelek menghantarkan kepada hawa nafsu dan akhlak yang tercela. Itulah yang membuat intelejen ridho dan mereka yang mengikutinya juga ridho atasnya. Hal ini karena kawan karib mereka berjalan sesuai dengan kesenengan intelejen yang menggunakan jalan mereka, walaupun mereka bukan pelakunya.
Aku memperhatikan saudara-saudara kita yang ada di Urdun pada sebuah perkara yang aku menyertainya sebelum aku tertawan. Yang mana aku berniat untuk menyebarkan wasiat bagi saudara-saudara kita yang masih muda di Urdun dalam masalah adab bermuamalah diantara mereka. Yaitu masalah tidak tergesa-gesa mengabarkan suatu hal sebelum tersusun hukum atasnya, meninggalkan ghibah dan adu domba, membersihkan hati dari hasad dan permusuhan, memuliakan para masyayikh dan konsen dalam tholabul ilmi, serta hal-hal lainnya. Maka dari itu, pihak intelejen melarangku untuk melakukan hal itu dan berkata kepadaku Abu Marwan Ad Dabubi dengan satu kalimat: (Kami tidak akan membiarkanmu menata urusan internal rumahmu) !!
Maka dari itu, ambillah pelajaran dari saudara-saudara kita di Urdun, hal yang disukai oleh intelejen adalah membiarkan urusan dalam rumah kita berjalan seperti ini terus, biar tetap kacau dan  dan tetap kerdil, tidak bersatu dan tidak ada ikatan di dalamnya. Berlawanan dari tuntutan Allah kepada kita. Mereka menginginkan shaf-shaf saling terpecah belah, bukan shaf yang menyatu. Tuntutan mereka jelas, tidak mbulet. Barangsiapa yang tetap berbuat dan mentaati kesenangan intelejen setelah penjelasan ini, maka sungguh kita berlepas diri atas hal itu dari Allah Ta’ala dalam menasehatinya…  Barangsiapa yang berkehendak membikin marah dan mangkel intelejen dengan persatuan, keterikatan dan kerapian shof serta amal yang lebih utama, maka hidupkanlah terus hal itu…
“Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan diantara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).” Kita menyebut ini di sini sesuai apa yang termuat dalam Sahih Bukhori bahwasanya seorang Muhajirin menolak seseorang dari Anshor, maka Anshor tadi pun berkata: Wahai Anshor ini untukmu… Si Muhajir juga berkata: Wahai Muhajir ini untukmu. Maka Rasulullah mendengar  dan bersabda: Tinggalkan itu (saling ego), karena hal itu busuk baunya. Maka renungkanlah bagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menerima sikap saling berhizb (bergolongan). Maka bagaimana jadinya jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat penyebab kalian menjadi bermusuhan dan berpecah belah. Hendaknya hal itu ditinggalkan, karena baunya busuk. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara! Bikinlah marah musuh-musuh Allah dengan saling mengishlah diantara kalian! Waspadalah atas perserikatan yang pandai membuat fitnah, semoga Allah menyelamatkan darah-darah kalian dan tangan-tangan kalian darinya. Bersungguh-sungguhlah agar Allah menyelamatkan hati-hati, lisan-lisan, dan tulisan-tulisan kalian darinya (bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar)! Jadilah kalian ini sebagai kunci-kunci kebaikan bagi jihad dan mujahidin, kunci-kunci yang mempersatukan, mempertautkan, dan sebagai penasehat…! Waspadailah perkara-perkara yang menghapus jihad, melemahkan, membagi-bagi ke dalam jalan yang terpisah..! Ini adalah aib, demi Allah bagi siapa yang sibuk dengan omong kosong ini dan menghadapkan orang-orang ke perkara-perkara tadi serta memeliharanya…
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tabhrani di dalam Mu’jam Al Kabir bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda”Sesungguhnya Allah menyukai hal-hal tinggi dan mulia. Dan ia tidak menyukai hal-hal yang remeh”. Termasuk hal-hal yang remeh dan melemahkan adalah menyebarkan berita bahwa kita di penjara ini seperti mereka, berpecah belah sama seperti mereka. Ini adalah kebohongan yang nyata, jelas-jelas bohong. Kami dengan kemuliaan Allah berada dalam satu shaf yang membuat marah musuh-musuh Allah. Dan kami mendengar terus menerus doa mujahidin semuanya serta berdoa sepenuh hati kepada Allah untuk mepersatukan shaf mereka dan mengumpulkannya dalam satu kalimat. Hati-hati kami berada dalam hati satu orang. Kami saling menasehati berdakwah untuk persatuan. Kami menasehati kepada tetangga-tetangga dan para kerabat keluarga. Kami belajar, saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran sehingga membuat marah musuh-musuh Allah dengan keterikatan dan persatuan kami. Segala puji bagi Allah, Rabb sekalian alam…
Bertakwalah kepada Allah wahai saudara-saudara sekalian untuk kita dan mujahidin. Jangan menyebarkan perpecahan! Jangan jadi pembantu atas hal itu. Ketahuilah bahwa musuh-musuh kita tidak memisahkan antara kelompok-kelompok mujahid yang jujur.  Akan tetapi, mereka  membuat makar terhadap semuanya dan akan menguasai setiap yang meninggikan bendera tauhid dan berjihad di jalannya. Barangsiapa yang senang dengan permusuhan mereka hari ini dengan terpisahnya mujahid yang jujur, maka ia benar-benar tidak mengira akan aman dari makar dan permusuhan mereka. Waspadalah menjadi seorang yang dikatakan: Saya telah makan di hari sapi putih makan… Dan ketahuilah, plot permusuhan dari jihad kalian di Suriah  berlangsung malam dan siang. Beberapa hari yang lalu, di Brussel diadakan pertemuan anggota Uni Eropa dan Turki, delapan negara Arab, termasuk Yordania untuk mendiskusikan resiko adanya pejuang asing di Suriah. Pertemuan itu bertepatan dengan pernyataan Direktur Badan Intelijen Nasional dan Amerika, James Clapper kepada anggota Kongres bahwa “Konflik di Suriah telah menjadi ancaman bagi keamanan nasional AS melalui kemenangan orientasi depan. Dia mengungkapkan bahwa ada sekitar 7.000 pejuang jihad Sunni di Suriah“ Permusuhan ini sedang terjadi dan disetir untuk membuat makar terhadap mujahidin di Suriah dengan apa saja yang bisa mendatangkan kelemahan pada ikatan yang bersatu. Mereka berkumpul dalam melemahkan jihad dan mengubahnya ke pada perjuangan sendiri-sendiri dan terpisah-pisah, menjadi perang saudara, dan menyalakan api fitnah untuk mengadu domba antara mujahidin sehingga mengkerdilkan kita. Maka, anak perempuanku mendatangiku beberapa hari ini lalu bertanya kepadaku, engkau bersama siapa wahai abi?? Maka aku katakan kepadanya,“Aku bersama seluruh Mujahidin.”
Continue Reading