"Cara Membuat RPP Terbaru (Untuk SD/SMP)  Dari Erlangga"


Sesuai dengan paradigma dalam bidang pendidikan maka proses pembuatan RPP pun sedikit ada perubahan. untuk lebih jelasnya simaklah cara pembuatan RPP terbaru di bawah ini!
Contoh Penyusunan RPP Terbaru
A. Apakah RPP itu?
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa:
”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
B. Apa Saja Komponen RPP itu ?
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Komponen RPP adalah:
1. Identitas mata pelajaran, meliputi:
a. satuan pendidikan,
b. kelas,
c. semester,
d. program studi,
e. mata pela¬jaran atau tema pelajaran,
f. jumlah pertemuan.
2. standar kompetensi
merupakan kualifikasi kemam¬puan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
3. kompetensi dasar,
adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran ter¬tentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompe¬tensi dalam suatu pelajaran.
4. indikator pencapaian kompetensi,
adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilai¬an mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera¬sional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
5. tujuan pembelajaran,
menggambarkan proses dan ha¬sil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
6. materi ajar,
memuat fakta, konsep, prinsip, dan pro¬sedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe¬tensi.
7. alokasi waktu,
ditentukan sesuai dengan keperluan un¬tuk pencapaian KD dan beban belajar.
8. metode pembelajaran,
digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela¬jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemi¬lihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situ¬asi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
9. kegiatan pembelajaran :
Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan
a. pendahuluan/pembuka,
b. kegiatan inti terdiri atas, eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi
c. kegiatan penutup.
10. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kom¬petensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
11. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
C. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP
Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.
Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut.
1. Mencantumkan Identitas
Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.
Hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan)
c. Indikator merupakan:
§ ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar
§ penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
§ dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
§ rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
§ digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 35/40/45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya.
2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh :
Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”. Maka tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat:
1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia.
2. menyebutkan bagian-bagian jantung.
3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya.
4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru.
Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil.
3. Menentukan Materi Pembelajaran

Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator.

Contoh:
Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan.
Materi pembelajaran:
Ciri-Ciri Kehidupan:
Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi.
4. Menentukan Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:
a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, kooperativ learning, e-learning dan sebagainya.
5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
Kegiatan pendahuluan. (10% dari Total Alokasi Waktu )
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai dengan silabus.
Kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi). (75% dari Total Alokasi Waktu)
EKSPLORASI
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
a. melibatkan siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
b. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran dan sumber belajar lain;
c. memfasilitasi terjadinya interaksi antarsiswa serta antara siswa dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya;
d. melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
e. memfasilitasi siswa melakukan percobaan di laboratorium, studio atau lapangan.
ELABORASI
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
a. membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
b. memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, diskusi dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
c. memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut;
d. memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
e. memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
f. memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis secara individual maupun kelompok;
g. memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja secara individual maupun kelompok.
h. memfasilitasi siswa melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
i. memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri siswa.
KONFIRMASI
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
a. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa;
b. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber;
c. memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan;
d. memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
e. berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
f. membantu menyelesaikan masalah;
g. memberi acuan agar siswa dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
h. memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh; dan
i. memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
d. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar siswa;
e. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
f. Jawaban dibuktikan dengan melakukan observasi secara acak, hasil supervisi kepala sekolah/madrasah, dan kesesuaian RPP dengan pelaksanaan proses pembelajaran.
Catatan :
Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.
6. Memilih Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.
Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.
7. Menentukan Penilaian
Penilaian dijabarkan atas
a. teknik penilaian,
b. bentuk instrumen, dan
c. instrumen yang dipakai yang beris rubrik penilaian
D. Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Identitas
Nama Sekolah : ……………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………..
Kelas, Semester : ……………………………..
Standar Kompetensi : ……………………………..
Kompetensi Dasar : ……………………………..
Indikator : ……………………………..
Alokasi Waktu : ….. x … menit (… pertemuan)
B. Tujuan Pembelajaran
C. Materi Pembelajaran
D. Metode Pembelajaran
E. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah :
Pertemuan 1
§ Kegiatan Awal
§ Kegiatan Inti
§ Kegiatan Penutup
Pertemuan 2
§ Kegiatan Awal
§ Kegiatan Inti
§ Kegiatan Penutup
Pertemuan 3. dst
F. Sumber Belajar ( Buku, Bahan ajar dan Alat )
G. Penilaian ( berisi teknik penilaian , Bentuk instrumen dan Rubriks penilaian
Continue Reading

"Macam-Macam Metode Pembelajaran"


metode pembelajaranMacam-Macam Metode Pembelajaran

Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.
Tiap-tiap kelas bisa kemungkinan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dengan kelas lain. Untuk itu seorang guru harus mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran. Disini saya akan memaparkan beberapa metode pembelajaran menurut Ns. Roymond H. Simamora, M.Kep yang dapat kita digunakan.

Macam-Macam Metode pembelajaran :

1. Metode Ceramah

Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.
2. Metode Diskusi
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979: 251).
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.
3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.
Kelebihan Metode Demonstrasi :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Kelemahan metode Demonstrasi :
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
macam-macam metode pembelajaran

Macam-Macam Metode pembelajaran

4. Metode Ceramah Plus
Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
5. Metode Resitasi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan Metode Resitasi adalah :
a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.
Kelemahan Metode Resitasi adalah :
a. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
6. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
7. Metode Study Tour (Karya wisata)
Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.
8. Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.
9. Metode Pengajaran Beregu
Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut
10. Peer Theaching Method
Metode Peer Theaching sama juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri.
11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan.
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir danmenggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya.
12. Project Method
Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
13. Taileren Method
Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya
14. Metode Global (ganze method)
Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.

Demikian macam-macam metode pembelajaran

Semoga dapat menjadi bahan acuan dalam menerapakan metode pembelajaran untuk peserta didik.
Buku acuan : Simamora, Roymond H. (2009). BUKU AJAR PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN. Jakarta : EGC

Continue Reading

"Subhanallah, hadapi musim dingin, mujahidin Suriah gelar latihan perang di atas salju"

DAMASKUS– Musim dingin yang menggigit disertai hujan salju telah mengguyur negeri Suriah sejak beberapa pekan yang lalu. Derasnya guyuran hujan beberapa kali bahkan menghalangi pesawat tempur rezim Suriah untuk membantai lebih banyak warga sipil muslim lewat rudal-rudal dari udara.
Kondisi kamp-kamp pengungsian warga muslim Suriah sangat memprihatinkan di musim dingin ini. Beberapa kamp pengungsian seperti kamp pengungsian Zaghtari, kamp pengungsian terbesar di Yordania, terendam banjir karena berada di tanah padang pasir.
Cuaca ekstrim dan kondisi buruk yang dialami oleh mayoritas warga muslim Suriah di dalam negeri maupun luar negeri itu justru menjadi pelecut semangat mujahidin Suriah. Mereka menggiatkan latihan perang dan serangan terhadap pasukan rezim Nushairiyah Suriah.
Mujahidin Brigade Al-Islam FSA telah menggelar latihan militer di atas salju untuk menghadapi peperangan musim dingin. Video yang dirilis bidang media mujahidin Brigade Al-Islam FSA pada Kamis (10/1/2013) memperlihatkan ratusan mujahidin anggota Brigade dilatih melawan cuaca ekstrim, dengan telanjang dada. Fisik mereka ditempa di alam terbuka agar terbiasa dengan salju, hujan dan cuaca dingin, laporan situs Islam Dier Ezzur.
Meski berlatih dalam cuaca sangat dingin, semangat ratusan mujahid Brigade Al-Islam FSA tidak melemah. Mereka melahap semua sesi latihan dengan semangat. Pekikan takbir senantiasa keluar dari lisan mereka. Mujahidin Suriah berada di ambang kemenangan. Faktor cuaca yang ekstrim tak akan menghentikan laju kemenangan mereka sebab Allah-lah yang mengaruniakan kemenangan itu kepada mereka.
Continue Reading

"Wawancara eksklusif dengan komandan Jabhah Nushrah setelah penaklukan bandara militer Taftanaz "

IDLIB - Aliansi Mujahidin Front Islam Suriah (Jabhah Islamiyah Suriah) meraih kemenangan telak dalam pertempuran di bandara militer Taftanaz, kota Taftanaz, propinsi Idlib pada Jum'at (11/1/2013). Pangkalan terbesar helikopter militer di kawasan utara Suriah dan bandara militer terbesar kedua untuk seluruh wilayah Suriah itu akhirnya direbut sepenuhnya oleh mujahidin, laporan kantor berita Uranit News dan Nora News.
Kantor Berita Nora News melaporkan dari penaklukan bandara militer Taftanaz, mujahidin Front Islam Suriah merebut sedikitnya 14 helikopter tempur, 22 tank, 25 panser, 6 truk pengangkut personil militer, satu gudang amunisi, senjata mesin berat dalam jumlah besar, beberapa pelontar rudal anti pesawat dan beberapa stasiun pengisian bahan bakar. Gedung akademi militer dalam kompleks bandara juga dikuasai sepenuhnya oleh mujahidin.

Pertempuran untuk merebut bandara militer Taftanaz melibatkan operasi gabungan lima kelompok mujahidin Suriah yang tergabung dalam Front Islam Suriah. Mereka adalah kelompok Jabhah Nushrah, Brigade Ahrar Asy-Syam, Jama'ah Thali'ah Islamiyah dan Harakat Al-Fajr Islamiyah. Keempat kelompok tersebut adalah kelompok pergerakan jihad Islam di luar FSA. Satu kelompok lainnya yang ikut dalam operasi gabungan adalah Brigade Daud, sebuah kelompok dalam mujahidin Brigade Shuqur Asy-Syam FSA.
Situs berita Islam Dier Ezzur menayangkan video wawancara singkat wartawan Koordinator Revolusi Kota Binnisy, Idlib dengan Abu Jabir, salah seorang komandan lapangan mujahidin Jabhah Nushrah yang memimpin perang penaklukan bandara militer Taftanaz.
Wartawan: "Bersama kami sekarang ini syaikh Abu Jabir, salah seorang komandan lapangan mujahidin Jabhah Nushrah di Idlib. As-salamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh."
Abu Jabir: "Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh."
Wartawan; "Syaikh, mungkin Anda bisa menyampaikan pesan kepada kaum muslimin setelah penaklukan bandara militer Taftanaz."
Abu Jabir: "Segala puji bagi Allah semata Yang telah memenangkan tentara-Nya dan sendirian mengalahkan golongan-golongan musuh, tiada sesuatu sebelum-Nya dan tiada sesuatu sesudah-Nya. Segala puji bagi Allah semata, bagi-Nya kerajaan dana bagi-Nya pujian, dan mengalahkan para thaghut tersebut.
Pada hari ini kita berdiri, atas karunia dan kemurahan Allah semata, dalam pangkalan militer ini yang telah terlepas dari kekuasaan rezim, yang sebelumnya mereka pergunakan untuk membombardir mayoritas kota di propinsi Idlib. Atas karunia Allah semata, Allah memberikan kemampuan kepada kita untuk menimpakan kerugian sebesar-besarnya kepada mereka (pasukan rezim Nushairiyah Suriah). Ini adalah karunia Allah subhanahu wa Ta'ala.
Kemenangan ini, tentu saja, kami hadiahkan kepada setiap wanita mulia yang kehormatannya dinodai (oleh pasukan rezim Suriah) di setiap jengkal negeri kita ini, negeri Syam yang diberkahi ini. Kami berjanji, insya Allah, akan melakukan banyak dan banyak lagi operasi serangan, insya Allah, inilah janji kami.
Saudara-saudara kami mujahidin telah menyatukan barisan, baik dari Thali'ah Islamiyah, Jabhah Nushrah, Ahrar Asy-Syam ataupun Shuqur Asy-Syam. Segala puji bagi Allah, usaha bersama inilah ~setelah taufik dan pertolongan Allah~ yang menjadi sebab kemenangan ini.
Demikian juga kami katakan kepada para syuhada'…kami tak akan melupakan kalian wahai Abu Nashir, Abu Dujanah, Abu Abdullah…kami tidak akan melupakan kalian wahai saudara-saudaraku di jalan Allah. Kami akan mempersembahkan segala hal yang mahal dan berharga untuk membalaskan kematian kalian. Kemenangan ini juga kami hadiahkan kepada darah para syuhada' kami yang gugur dalam perang dan pertempuran ini. Tentu saja mereka adalah orang-orang yang telah disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya,
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا
"Di antara orang-orang yang beriman terdapat orang-orang yang menepati janji yang mereka buat dengan Allah (untuk memperjuangkan agama-Nya). Maka di antara mereka ada yang telah gugur dan adapula yang masih menunggu-nunggu (kemenangan atau gugur dalam perjuangan). Dan mereka sedikit pun tidak merubah perjanjian mereka dengan Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 23)
Demi Allah, kami tidak akan mengganti perjanjian kami. Menang atau mati syahid, sebagaimana yang Allah janjikan kepada kami. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam."
Continue Reading

Khatib dan Imam Kota Daraa Suriah Serukan Jihad Lawan Pasukan Keamanan

 

Para khatib dan imam di masjid-masjid kota Daraa Suriah menyerukan aksi jihad melawan pasukan tentara yang menduduki masjid dan bersikeras bahwa tindakan pasukan itu merupakan pelanggaran terhadap kesucian masjid.

Seorang aktivis HAM di kota Daraa Senin kemarin (25/4) mengatakan bahwa sedikitnya 38 orang tewas dalam tindakan brutal pasukan tentara yang menyerang demonstran serta melakukan penangkapan di sejumlah kota, khususnya di kota selatan Suriah Daraa.
Seorang aktivis anti rezim bernama Abdullah Abu Zaid mengatakan: "25 orang menjadi syuhada setelah terjadi pemboman yang dilakukan oleh pasukan tentara terhadap kota Daraa, yang menyerbu kota itu pada Senin dini hari. Pasukan keamanan Suriah melakukan serangan dengan didukung oleh tank dan kendaraan lapis baja serta penembak jitu.
Abu Zaid menambahkan bahwa pasukan keamanan menyerbu dan menyerang kota Daraa untuk yang keempat kalinya dan menembakkan peluru tanpa kompromi.
Ia mencatat bahwa tentara telah menggunakan senjata mesin kaliber 500, tank serta menembak secara acak ke rumah dan lingkungan yang ada di kota Daraa. Dia menggambarkan situasi kota Daraa saat ini sudah seperti medan pertempuran.
Abu Zaid menambahkan juga bahwa pasukan keamanan dari rezim Assad menduduki Masjid Abu Bakar, masjid Bilal al-Habashi serta Masjid al-Mansur, dan juga kuburan umat Islam, mencatat bahwa penembak jitu sengaja naik ke menara dan atap masjid, untuk menembak orang-orang yang mereka anggap mencurigakan.
Abu Zaid mengatakan bahwa para khatib dan imam masjid telah meminta tentara dan pasukan keamanan menahan diri dan tidak melakukan pelanggaran terhadap kesucian tempat-tempat suci serta kuburan umat Islam, dan menyerukan Jihad melawan militer Suriah jika mereka tidak mengindahkan seruan mereka
Continue Reading

 PASUKAN PANJI HITAM DARI KHUROSAN YANG DIJANJIKAN
Generasi Thaifah Manshurah yang Dijanjikan Kemunculannya di Akhir Zaman
Thaifah Manshurah, Senantiasa ada hingga kiamat
Dalam berbagai hadits yang shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka melaksanakan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan konskuen, memperjuangkan tegaknya syariat Islam, dan meraih kemenangan atas musuh-musuh Islam, baik dari kalangan kaum kafir maupun kaum munafik dan murtadin.
Kelompok Islam ini disebut ath-thaifah al-manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat kelak. Kelompok ini diawali dari Rasulullah saw beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan Nabi Isa dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.
Hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah diriwayatkan banyak jalur dari sembilan belas (19) shahabat. Menurut penelitian sejumlah ulama hadits, hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah telah mencapai derajat mutawatir.
Kelompok umat Islam ini adalah kelompok elit umat Islam. Mereka adalah sekelompok kecil kaum ‘fundamentalis Islam’, di tengah kelompok umat Islam yang telah mulai lalai dari kewajiban berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka adalah ‘muslim-muslim militan’ yang sangat dikhawatirkan oleh AS dan Barat akan mengancam kepentingan mereka. Rasulullah saw menamakan kelompok ini sebagai ath-thaifah al-manshurah, kelompok yang mendapatkan kemenangan. Penamaan ini merupakan sebuah janji kemenangan bagi kelompok ini, baik dalam waktu yang cepat maupun lambat, baik kemenangan materi maupun spiritual.
Di antara hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah tersebut adalah sebagai berikut:
“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka tetap seperti itu .”[1]
“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas urusan Allah. Mereka mengalahkan musuh-musuh mereka. Orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat, sementara keadaan mereka tetap konsisten seperti itu.”[2]
Ashabu Rayati Suud, Generasi Akhir Thaifah Mansurah yang dijanjikan
Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.”[3]
Riwayat tersebut menjelaskan bahwa di akhir zaman, kelompok Thaifah Manshurah adalah mereka yang bergabung dengan Al-Mahdi untuk memerangi musuh-musuh Islam, dimana Dajjal adalah salah satu yang akan dikalahkan oleh kelompok ini. Parameter kebenaran saat itulah adalah mereka yang bersama Al-Mahdi, sedang mereka yang menolak Al-Mahdi adalah munafik (hal itu sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits fitnah duhaima’). Sedangkan kelompok Thaifah Manshurah yang memberikan dukungan kepada Al-Mahdi telah dijelaskan ciri-ciri mereka dalam beberapa riwayat yang kemudian dikenal dengan nama Ashabu Rayati Suud (Pasukan Panji Hitam dari Khurasan).
Benar, membicarakan kemunculan Al-Mahdi tidak bisa terlepas dari membicarakan satu kelompok manusia yang menamakan dirinya sebagai pasukan panji hitam (Ashhabu Rayati Suud / The Black Banner). Kelompok ini memiliki beberapa ciri khusus yang akan lebih memudahkan bagi seseorang untuk mengenalinya. Meskipun demikian, tidak mudah bagi seseorang untuk menjustifikasi kelompok tertentu bahwa mereka adalah Ashhabu Rayati Suud. Sebab ciri-ciri tersebut juga banyak dimiliki oleh banyak manusia dan kelompok, sedang riwayat yang menunjukkan asal keberadaan mereka (Khurasan) merupakan sebuah wilayah luas yang dihuni oleh banyak manusia.
Siapakah sebenarnya Ashahbu Rayati Suud yang kelak menjadi pendukung Al Mahdi ? Benarkah riwayat yang membicarakan kemunculan kelompok ini ?
Ada beberapa riwayat yang menjelaskan keberadaan kelompok ini, di antaranya adalah sebagai berikut
□      “Akan keluar sebuah kaum dari arah Timur, mereka akan memudahkan kekuasaan bagi Al Mahdi.”
□      “Dari Khurasan akan keluar beberapa bendera hitam, tak sesuatupun bisa menahannya sampai akhirnya bendera-bendera itu ditegakkan di Iliya (Baitul Maqdis).”
□      “Akan keluar manusia dari Timur yang akan memudahkan jalan kekuasaan bagi Al ‘ Mahdi.”
Namun riwayat-riwayat tersebut memiliki cacat dari sisi sanad dan periwayatannya. Sedangkan riwayat tentang Ashhabu Rayati Suud yang sampai pada derajat hasan adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban :
“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.[4]
Riwayat tersebut tidak banyak menjelaskan ciri-ciri fisik tertentu secara detil sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat lainnya. Tentang maksud perbendaharaan dalam riwayat tersebut Ibnu Katsir berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur.
Zaman Kemunculan Ashabu Rayati Suud
Berdasar riwayat Tsauban di atas, kemunculan Ashhabu Rayati Suud adalah di saat kemunculan Al-Mahdi. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan sekejab, sim salabim. Keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kecamuk perang dan debu-debu mesiu. Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan strategi militer yang mereka punyai. Riwayat ini juga mengisyaratkan bahwa aktivitas mereka sebelum kemunculan Al-Mahdi adalah perang dan pembunuhan, hal yang menjadi ciri khas thaifah manshurah di akhir zaman.
Riwayat Tsauban di atas juga mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud dari Khurasan ini terjadi di saat kematian seorang raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan Ka’bah.
Dalam hal ini, banyak analisa menyebutkan bahwa boleh jadi kondisi itu akan segera menjadi realita demi melihat apa yang saat ini terjadi di Saudi. Adalah Tony Khater[5], seorang analis politik Amerika dengan spesialisasi kajian Timur Tengah khususnya Arab Saudi, telah secara konsisten menyebutkan tentang terpecahnya pemerintahan Arab Saudi menjadi empat kelompok sebelum wafatnya Raja Fahd, seakan-akan kelompok-kelompok itu memunyai pemerintahannya sendiri-sendiri, yaitu pemerintahan Putra Mahkota Pangeran Abdullah, pemerintahan Pangeran Nayef, pemerintahan Pangeran Sultan, dan pemerintahan Pangeran Salman. Dengan wafatnya Raja Fahd, lalu Putra Mahkota Abdullah yang telah berusia 80 tahun naik menjadi raja, maka di bawahnya terdapat tiga pangeran dengan pemerintahannya sendiri-sendiri yang bersiap-siap menggantikannya ketika ia wafat nanti, yaitu Pangeran Nayef, Pangeran Sultan, dan Pangeran Salman.
Jika ini kelak terjadi, akankah ia menjadi tanda kemunculan Al-Mahdi dan menjadi tanda keluarnya Ashabu Rayati Suud? Lalu siapakah kelompok yang layak untuk disebut sebagai Ashabu rayati Suud, kelompok Thaifah Manshurah akhir zaman yang dijanjikan?
Ashabu Rayati Suud akan muncul dari timur Khurasan, benarkah mereka Thaliban dan Al-Qaeda ?
Kemunculan salah satu tandhim askari kaum militan fundamental di wilayah Khurasan (Afghanistan, Iraq dll) yang dikenal dengan Thaliban dan Al-Qaeda memunculkan pertanyaan, benarkah mereka adalah calon Ashhabu Rayati Suud yang dijanjikan? Pasalnya, kelompok ini adalah satu-satunya kaum militan muslim yang paling ditakuti oleh barat karena kehebatan tempur mereka, juga karena cita-cita mereka yang radikal; mendirikan negara Islam dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko. Mereka adalah muslim fundamental yang paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa Rasulullah saw. Merekalah satu-satunya kelompok yang paling mendekati gambaran kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya; beriman, hijrah, perang, mendirikan daulah Islam, melaksanakan semua kewajiban tanpa terkecuali, mendapat boikot dan kecaman internasional, mendapat ujian paling berat dan menyatakan keimanannya, dikepung oleh pasukan ahzab dan banyak lagi sejarah kehidupan generasi assabiqunal awwalun yang hari ini tergambar dalam realitas hidup mereka.
Beberapa analis pemerhati hadits-hadits fitnah menduga; bahwa merekalah yang lebih layak untuk menyandang gelar kehormatan itu sesuai dengan beratnya ujian keimanan yang mereka hadapi.
Dalm hal ini, terlepas dari tepat atau melesetnya dugaan-dugaan tersebut, ada hal lain yang lebih penting untuk dipahami oleh seorang muslim berkaitan dengan dua kelompok fundamental ini. Setiap muslim hendaknya berhati-hati untuk tidak menjatuhkan vonis tertentu pada kelompok-kelompok yang secara lahir memiliki stigma dan citra negatif dari musuh-musuh Islam –bahkan dari kalangan umat Islam sendiri- bahwa hal itu bukan berarti keadaan mereka adalah sebagaimana tuduhan itu. Merupakan sunnatullah bahwa musuh-musuh Islam dari bangsa barat memiliki dendam dan kebencian kepada setiap muslim yang memegang teguh agama mereka. Dalam hal ini, kelompok Thaliban dan Al-Qaeda yang sangat komitmen menegakkan semua bentuk syari’at Islam dalam masyarakatnya sangat wajar bila dibenci oleh bangsa Barat. Termasuk sebagian kaum muslimin yang termakan oleh isu dan propaganda bangsa barat tentang “kekejian dan kejahatan” Thaliban terhadap manusia.
Tanpa bermaksud memastikan apakah Thaliban merupakan termasuk kelompok Ashhabu Rayatis Suud, yang pasti bahwa memberikan tuduhan jahat dan keji yang belum tentu demikian kenyataannya merupakan kejahatan tersendiri. Sementara mendoakan mereka, mengharapkan mereka untuk membela umat Islam, mengusir musuh-musuh Islam dan menegakkan syari’at di muka bumi merupakan sikap yang baik.
Namun demikian – terlepas bahwa Thaliban dan Al-Qaeda memiliki ciri-ciri yang banyak keserupaannya dengan kelompok Ashabu Rayati Suud – yang jelas memastikan secara haqqul yakin bahwa mereka adalah Ashabu Rayati Suud termasuk sikap tergesa-gesa. Namun, mudah-mudahan tidak salah jika kita berharap, semoga mereka itulah kelompok yang dimaksudkan. Amiin.
Wallahu a’lam bish shawab.
[1]. HR. Muslim: Kitabul Imarah no. 3544 dan Tirmidzi: Kitabul fitan no. 2155
[2]. HR. Muslim: Kitabul imarah no. 3550.
[3]. HR. Abu Daud: Kitab al-jihad no. 2125, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1959.
[4] Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi 2: 1467: Mustadrak Al-Hakim 4: 463-464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain.” (An-Nihayah fit Firan 1:29 dengan tahqiq DR. Thana Zaini).
Continue Reading

                                 Percikan Sejarah dan Geliat Al-Qaida

Para petinggi Al-Qaeda, ulama, amilin, munfiq, mujahid. Lengkap sudah


Fakta Historis & Kontemporer, Analisis Ringan Korelasi Jihad Alamy Al-Qaeda dan Pembebasan Baitul Maqdis
(lasdipo.com)- Bicara tentang Palestina, Baitul Maqdis dan Al-Aqsa, mau tak mau kita harus mengurai benang-benang sejarah. Benang sejarah yang dirajut dengan masa yang penuh oleh anyaman pertarungan antara Yahudi Salibis bersama antek-anteknya dengan kaum muslimin yang berpegang teguh dengan prinsip Islam.

Nasib Palestina tidak dengan sendirinya hadir dalam kondisi terjajah. Penjajahan masuk bertahap dan teragenda rapi oleh pihak yang mengklaim berhak atas tanah tersebut. Peta ’penaklukkan’ telah dibentangkan sejak dari sungai Nil di Mesir hingga sungai Eufrat di Irak. Peta ini digulirkan oleh Yahudi di New York pada tahun 1967. Konspirasi ikut mewarnai corak lukisan sejarah pencaplokan tanah kaum muslimin.

 Mujahidin AQAP Yaman
Menhan Israel, Moshe Dayan, pada 6 Juni 1967 mengeluarkan statemen di hari penjajahan Al-Quds, ”Kami telah menguasai Orshelem. Dan kami dalam perjalanan mengusai Yatsrib (madinah) dan Babil (Irak).”
Moshe Dayan juga berkata, ”sekarang jalan kami terbuka menuju Mekkah dan Madinah.” Mereka juga menguasai daerah Sinai, Mesir yang mereka anggap sebagai tempat suci. Namun hari ini telah muncul tandzim mujahidin yang berafiliasi ke Al-Qaeda.
Di era Daulah Utsmaniyyah, ambisi Zionis Yahudi untuk menguasai negeri Syam dan Sinai sudah tercium. Para penguasa Daulah Utsmaniyyah tahu betul dengan hal itu. Diantaranya adalah sultan Sulaim I, sultan Sulaiman, sultan Murod III, dan sultan Abdul Hamid II.
Zionis Yahudi ingin menguasai Palestina dengan alasan hijrah dan membeli tanah. Tapi, para khalifah Utsmani tidak memberikan tempat bagi mereka dan menekan pegawai administrasi Utsmani untuk tegas dalam urusan negeri Syam, Palestina dan Sinai. Para khalifah mengharamkan Syam untuk ditempati Yahudi.
Tahun 924 H, Sultan Sulaim I mengeluarkan keputusan pelarangan Yahudi hijrah ke Sinai. Karena dari situ mereka bisa bertolak ke Palestina.
Negara-negara Eropa terus menekan Daulah Utsmaniyah agar memberi keluasan bagi Yahudi untuk bisa mendiami Palestina. Hingga akhirnya Al-Baba Al-’Ali (Sultan Abdul Hamid II) mengeluarkan keputusan tahun 1302 H (1884) yang membolehkan peziarah Yahudi untuk tinggal selama 30 hari di Palestina.
Meski begitu, para diplomat Eropa menganggap waktu yang diberikan sangat pendek. Kemudian, tahun 1305 H beliau mengeluarkan keputusan bahwa Yahudi diizinkan tinggal selama tiga bulan.

 Harakah Shabaab Mujahidin
Kaum muslimin tak bisa mengelak dengan realita sepanjang sejarah tentang pergolakan yang terjadi antara ummat Islam, Yahudi dan Salibis serta oknum (pemimpin jahat) dari  umat islam yang bersekongkol dengan Salibis yang menjajah dan menduduki negeri kaum muslimin.
Lembaran sejarah akan terulang, hanya pemerannya saja yang berganti. Sudah menjadi sunnatullah bahwa al-haq dan batil akan selalu berbenturan.
Allah SWT berfirman: ”Allah telah menetapkan: ’Pasti Aku (Allah) yang menang, dan para Rasul-Ku!, Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Perkasa” (QS. Al-Mujadilah:21)
Anda tentu tahu dengna Al-Qaeda. Tandzim mujahidin lintas negara ini dikenal punya planning besar untuk membebaskan Al-Aqsa dan bumi Syam. Al-Qaeda memang masih dalam kacamata pro dan kontra ketika dihadapkan kepada publik global, terutama barat.
Ummat Islam sendiri ada yang menentang keras tandzim ini dan pemimpinnya, Syaikh Usamah bin Ladin. Namun, tidak sedikit pemerhati dan analisa yang mengakui keunggulan taktik dan strategi Al-Qaeda dalam upaya pembebasan Baitul Maqdis, syam dan negeri Arab dari cengkraman Zionis (Yahudi) dan Salibis (Amerika dan Eropa).
Diantara mereka yang menaruh perhatian pada gerakan internasional ini adalah Dr. Abdul Baari Atwan dan Dr. Abdullah Al-Nafisi.
Di awal pembentukannya, Al-Qaeda adalah nama sebuah kantor yang didirikan oleh Syaikh Usamah bin Ladin tahun 1989 untuk pendataan mujahidin yang datang dan mereka yang syahid di front melawan Uni Soviet. Dari sinilah cikal bakal Al-Qaeda hingga menjadi sebuah tandzim jihad yang besar berskala global.
Agenda strategis pertama dalam rangka pembebasan Baitul Maqdis adalah mengusir penjajah Amerika dan sekutu dari jazirah Arab.
Babak Baru Perang Salib
Mujahidin daulah islamiyah Iraq
Pasca wafatnya Rasulullah salallahu alaihi wa sallam, umat islam tidak lantas berdiam diri. Akan tetapi, umat islam dibawah kepemimpinan khalifah rasyidah terus mengembangkan sayap penaklukan negeri-negeri Jazirah Arab dan menghadapi dua kekuatan besar, Romawi dan Persi. Pada masa Rasulullah, umat Islam sudah menghadapi Romawi dalam perang Tabuk.
Setelah perang Mu’tah, kaisar Romawi bersiap-siap untuk melenyapkan kaum muslimin yang telah menguasai Mekkah. Ia bersekutu dengan oknum-oknum penguasa dari jazirah Arab yang dipelopori kabilah Ghassan untuk melawan ummat Islam.
Setelah berita sampai kepada Rasulullah tentang niat Romawi, maka beliau pun menyiapkan pasukan untuk menghadapi Romawi dan sekutu. Peristiwa itu terjadi bulan Rajab 9 H yang dimenangkan oleh kaum muslimin. Orang-orang Arab akhirnya membayar jizyah kepada Rasulullah.
Pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq, umat Islam kembali menghadapi invasi Romawi. Tahun 13 H Abu Bakar Ash-Shiddiq mengutus empat satuan pasukan untuk membebaskan negeri Syam dari cengkraman Salibis Romawi. Pasukan pertama dibawah komando Yazid bin Abi Sofyan yang diutus ke kota Damaskus. Pasukan kedua dibawah komando Abu Ubaidah bin Al-Jarrah yang diutus ke kota Homs. Pasukan ketiga dipimpin oleh Amru bin ’Ash ke Palestina. Yang terakhir adalah pasukan yang dipimpin oleh Syurahbil bin Hasanah.
Tahun 15 H, sahabat Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, mengepung Baitul Maqdis kemudian mengirimkan pesan kepada penduduknya. Pesan itu sbb:
”Bismillahirrahmanirrahim, dari Abu Ubaidah bin Al-Jarrah kepada pemimpin dan warga kota ’Iliya. Keselamatan atas orang-orang yang mengikuti petunjuk dan beriman kepada Allah dan Rasul, amma ba’du. 
Sesungguhnya aku mengajak kalian kepada syahadat (Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah), bahwa kiamat akan tiba, dan Allah membangkitkan penghuni kubur. Jika kalian bersaksi atas itu, maka haramlah bagi kami darah dan harta kalian. Dan kalian adalah saudara kami. 
Jika kalian menolak, maka bersedialah untuk membayar jizyah. Jika kalian tetap menolak, maka aku akan berangkat bersama suatu kaum yang amat mencintai kematian melebihi cinta kalian menenggak khamer dan memakan daging babi. Kemudian aku tidak akan kembali dari kalian, insya Allah, hingga aku membunuh pasukan kalian dan menawan anak-anak kalian.”

 Mujahidin Tandzim Al-Qaeda fi Biladi Maghrib
Sahabat Rasulullah telah berhasil mengembalikan Baitul Maqdis, Palestina dan negeri Syam ke pangkuan Islam setelah melewati jihad selama 7 tahun.
Episode perang Salib berlanjut pada abad 6 Hijriyah. Keluarga Zanki (Imaduddin Zanki, Saifuddin Ghazi, Nuruddin Mahmud Zanki) dan Al-Ayyubi berusaha keras dengan jihad mereka melawan salibis dan mengembalikan negeri Syam, khususnya Baitul Maqdis ke pangkuan kaum muslimin .
Tahun 539 H/1144 M, Imaduddin Zanki berhasil mengembalikan Roha dan benteng-benteng lainnya setelah melawan pasukan salib Eropa. Tahun 541 H, Imaduddin mengepung benteng Ja’bar dan syahid dalam pengepungan itu.
Kedua putranya, Saifuddin Ghazi dan Nuruddin Mahmud melanjutkan perjalanan jihad sang ayah dalam rangka membebaskan Baitul Maqdis dari tangan penjajah salibis Eropa.
Tahun 542 H, Nuruddin Mahmud Zanki mampu mengembalikan beberapa daerah dari cengkeraman salibis Barat. Hingga akhirnya Shalahuddin Al-Ayubi mampu mengembalikan Baitul Maqdis ke pangkuan umat Islam tanggal 27 Rajab 583 H yang sebelumnya berada ditangan salibis Eropa 92 tahun.
Tanggal 4 Sya’ban 583 H, 8 hari pasca penaklukan, kaum muslimin menggelar shalat Jum’at untuk pertama kali di Baitul Maqdis setelah  salib-salib yang berada di Baitul Maqdis dihancurkan.
Episode selanjutnya adalah cerita perang Salib yang meruntuhkan daulah Islam di Andalusia (Spanyol) tahun 1492 M. Hingga akhirnya, Paus membagi negeri Andalusia menjadi dua negara, Portugal dan Spanyol.
Hal yang sama juga dialami oleh umat Islam saat wilayah Daulah Utsmaniyyah dibagi-bagi dengan penjanjian Sykes-Picot tahun 1916 M. Jendral Inggris, Lord Allenby berkata saat memasuki wilayah Al-Quds, ”sekarang perang Salib telah berakhir!”
Begitupula dengan seorang Jendral Perancis saat memasuki Damaskus 1920 M, ia menuju ke makam Shalahuddin Al-Ayyubi dan meletakkan kakinya diatas makam beliau seraya berkata, ”kami telah kembali wahai Saladin!” Sebuah ungkapan jujur yang menunjukkan kedengkian yang terpendam dalam hati salibis terhadap komandan perang Hithin.
Abad 21 pun tiba. Pasca runtuhnya WTC, beberapa minggu kemudian presiden AS, George W Bush,  dalam jumpa pers melontarkan kata ”crusade”. Statemen serupa juga dilontarkan oleh PM Inggris, Tony Blair yang menguatkan bahwa perang melawan terorisme adalah perang Salib.

Mujahidin Imarah Islamiyah Kaukasus
Pejabat-pejabat Eropa juga tak ketinggalan mengomentari bahwa perang besar antara dua kubu adalah perang Salib. Meski sebagian dari mereka tampil dihadapan publik dan beralasan bahwa hal tersebut tidak disengaja terucap serta kepentingan mereka jauh dari agama.
Namun fakta tetaplah fakta. Adakah di dunia ini yang dicap sebagai teroris selain mereka yang beragama Islam, mengamalkan ibadah jihad serta anti terhadap Israel dan sekutunya. Dimana stempel teroris saat Israel membombardir Gaza dengan bom Fosfor yang dapat mengakibatkan kanker kulit dan meluluhlantakkan pemukiman, kantor, rumah sakit dan asset sipil lainnya?
Maka jelas bahwa ini adalah perang salib babak baru dengan Yahudi sebagai dirijen dan Amerika sebagai komandan perang yang membawahi negara-negara sekutu. Kaum muslimin mengenal aliansi ini sebagai zionis salibis.
Syaikh Usamah dalam wawancara bersama wartawan Al-Jazeera, Taisir juga menegaskan bahwa ini adalah perang salib.
”Apa urusan Jepang yang membuat dia ikut campur dalam perang ini yang sulit dan hebat dalam masalah penganiayaan anak-anak di Palestiana? Jepang sama sekali tidak masuk dalam perhitungan ini, maka hendaklah negara ini mengintrospeksi diri.
Apa urusan Australia yang berada di ujung selatan bumi dan kondisi orang-orang lemah di Afghanistan dan Palestina? 
Apa urusan Jerman dengan perang ini kecuali kekufuran dan salibisme?
Ia adalah perang yang berulang sebagaimana perang-perang terdahulu. Richard dari Inggris, Barbarosa dari Jerman dan Louis dari Perancis. Ketika genderang perang ditabuh, mereka berbondong-bondong bersatu untuk memerangi umat Islam.
Begitupula dengan hari ini, mereka bersegera untuk menyambut perang salib pada hari dimana Bush mengangkat panji salib. 
Apa urusan negara-negara Arab dalam perang salib ini dan masuk didalamnya siang dan malam? Mereka telah rela dengan putusan Salib,” tegas petinggi Al-Qaeda kelahiran 1957 ini.
Yahudi dan Amerika tidak mungkin bisa menghadapi umat Islam ketika mereka bersatu dalam barisan jihad. Maka, metode yang tepat untuk menghadapi kaum muslimin adalah dengan belah bamboo, yaitu mendukung yang satu dan menjatuhkan yang lain. Perang yang ditabuh pun tidak berslogan ”perang melawan Islam” melainkan atas nama perang melawan terorisme global.

Mujahidin Afghanistan
”Dia (Bush) tidak sekedar berbicara dengan jurnalis, melainkan keluar kehadapan masyarakat dunia seluruhnya untuk mengatakan dengan jelas bahwasanya perang ini adalah perang salib.
Dia berucap dengan kalimat ini dihadapan seluruh masyarakat dunia untuk menegaskan hakikat ini. Maka kemanakah mereka yang menganggap bahwa ini adalah perang melawan terorisme? 
Terorisme macam apa yang mereka maksudkan, diwaktu umat dibunuh selama puluhan tahun?
Sedangkan kami tidak mendengarkan suara mereka dan tidak ada yang bergerak untuk menolong. Jika para korban bangkit untuk membalaskan darah anak-anak yang gugur di Palestina, Irak, Sudan Selatan dan Somalia, Kashmir dan Filipina, ulama penguasa dan orang-orang munafik bangkit untuk membela kekufuran yang nyata ” tegas Syaikh Usamah bin Ladin dalam wawancara di acara Al-Jazeera Exclusive.
Al-Qaeda Menginspirasi Muslim Arab untuk Melawan Rezim Yang Jadi Antek Salibis Amerika
Gerakan rakyat Arab meledak dalam revolusi menggulingkan diktator dan sistem yang selama ini membelenggu mereka. Selama ini, dictator yang puluhan tahun berkuasa, dianggap menjadi perpanjangan tangan Amerika di negeri mereka.
Gelombang tersebut tidak serta merta muncul dengan sendirinya. Gerakan perlawanan terhadap rezim penguasa Arab, pertama kali telah diusung oleh Al-Qaeda beberapa tahun sebelumnya saat penguasa di Iraq, Saudi, Palestina, Mesir dan lainnya menjalin hubungan ’tidak wajar’ dengan Amerika Serikat.
Tokoh Dai Muslim London, Ust. Yasir, juga mengatakan bahwa wacana dan gerakan revolusi Arab digelar karena terinspirasi oleh perlawanan Al-Qaeda yang menekan pemerintah untuk tidak bersekutu dengan Yahudi dan AS.
Pemimpin-pemimpin Al-Qaeda, terutama Syaikh Usamah, dalam rekaman-rekaman ceramah memperingatkan rezim tersebut agar tidak menjadi sekutu bagi Amerika Serikat. Diantaranya pernyataan Syaikh Usamah saat diwawancarai oleh wartawan Al-Jazeera, Taisir mengenai negara yang ikut dalam barisan perang melawan ’terorisme’ dan menjadi sekutu Amerika penyokong Israel.
”Negara mana saja yang berdiri di barisan Yahudi (membantu mereka), maka janganlah mencela siapapun kecuali dirinya sendiri,” tegas Syaikh Usamah.
Saat masyarakat Arab mengikuti perlawanan terhadap rezim yang berkuasa dibawah kendali Amerika dan Israel, para petinggi Al-Qaeda pun tampil dengan wasiat-wasiat dalam rekaman video mendukung gerakan masyarakat Arab.
Baitul Maqdis, tujuan Tandzim Al-Qaeda
Para masyayikh menekankan bahwa mereka juga harus berkomitmen untuk menegakkan syari’at Islam, karena disitulah terdapat kekuatan Islam yang nantinya menjadi tonggak untuk membebaskan Al-Aqsha.
Berikut petikan ceramah Syaikh Usamah dalam rangka mengobarkan semangat para pemuda dalam gelombang protes pada tahun 2011.
”Mereka berbondong-bondong ke Tahrir Square di Kairo sambil menyalakan kobaran semangat untuk menumbangkan rezim tiran. Berdiri tegak dihadapan wajah kebatilan dan mengangkat kepalan mereka untuk melawannya.
Tentara rezim pun tidak bisa membendung. Mereka bersumpah dan mengokohkan sumpah mereka. Maka terpancarlah semangat tinggi, penolong-penolong datang dan revolusi pun dibentangkan. 
Dan jika demikian para pengusung revolusi diseluruh penjuru, bersegera untuk melakukannya dan tidak menunggu perundingan, maka tidak ada komproni antara pengusung kebenaran dan penyesat. Sekali-kali tidak.
Dan ingatlah ketika Allah telah memberikan kalian karunia pada hari sebelum hari-hari ini. Wahai putra islam, dihadapan kalian telah terbentang jalan yang berbahaya dan kesempatan bersejarah yang langka lagi berharga untuk kebangkitan umat serta membebaskan diri dari menyembah kepentingan para penguasa dan hukum-hukum positif (positif sesat) dan juga dari cengkeraman barat.
Maka termasuk dosa dan kejahilan yang besar kalau mensia-siakan kesempatan besar yang ditunggu-tunggu oleh umat selama beberapa dekade. Maka berdayakanlah dan hancurkan berhala-berhala (system yang memperbudak kalian.red) serta tegakkanlah keadilan dan keimanan.
Dan pada kesempatan ini, saya mengingatkan orang-orang yang tulus bahwa pembentukan majlis opini dan musyawarah kaum muslimin untuk berbagai wacana yang penting adalah kewajiban syar’I.”
Agenda Penaklukan Negara-Negara yang diduduki Musuh  Menuju Pembebasan Palestina
Dahulu pada era Khilafah Rasyidah, Abu Bakar Ash-Shiddiq mengirim pasukan ke negeri-negeri Syam melawan antek-antek salibis Romawi dari kabilah-kabilah Arab untuk membebaskan Baitul Maqdis. Kemudian dilanjutkan oleh Umar bin Khatab.
Begitupula dengan keluarga Zanki, Nuruddin Zanki dan Saifuddin Ghazi memberi pelajaran kepada sekutu salibis Eropa, Mujiruddin dan Mu’inuddin. Kemudian menguasai Damaskus dan Mesir sebagai jalan pembuka untuk membebaskan Baitul Maqdis.
Shalahuddin juga demikian. Beliau memerangi oknum dipemerintahan Syiah Fatimiah Mesir kemudian mengambil alih Mesir serta mengganti pejabat-pejabatnya dengan ulama Ahlussunnah. Diantaranya adalah menjadikan Shadruddin Abdul Malik bin Darbas Al-Maridani Asy-Syafi’i.
Demikian juga dengan strategi Al-Qaeda yang berusaha untuk melawan rezim yang menguasai negeri-negeri kaum muslimin. Mulai dari Afghanistan, Pakistan, Irak, Yaman, Somalia, dan Bilad Maghrib Al-Islamy.
Menjadikan Satu Tempat Sebagai Titik Tolak
Dalam catatan sejarah, pembebasan Palestina atau Baitul Maqdis bermula dari penaklukan daerah sekitarnya atau wilayah yang memiliki kekuatan besar sebagai daya dobrak dan mobilisasi umat untuk menaklukkan Baitul Maqdis.
Pada masa Nuruddin Mahmud Zanki dan Shalahuddin Al-Ayubi, Mesir dijadikan sebagai tempat titik tolak (munthalaq) dan tumpuan power untuk menaklukkan negeri Syam.
Al-Qaeda pun memiliki strategi yang sama. Namun, tempat yang dijadikan sebagai titik tolak adalah Irak. Syaikh Usamah bin Ladin dalam sebuah ceramah yang berjudul ’Khutuwat ’Amaliyyah li tahrir Filisthin’ (Practical Steps to Liberate Palestine), bulan Rabi’ul Awwal 1430H/Maret 2009 menekankan Irak sebagai zona titik tolak.
Berikut petikan dari ceramah beliau.
”Berdasarkan apa yang telah dipaparkan (yaitu setelah mengetahui Palestina dijajah dari dalam oleh penguasa Palestina dan Mesir yang bersahabat dengan Israel dan mengorbankan rakyat Palestina), maka haruslah mencari negeri yang berada diluar dan mapan. 
Dimana mujahidin bisa bergerak penuh dari situ untuk membuka perbatasan dengan kekuatan, agar kita bisa mencapai saudara-saudara kita disekitar Al-Aqsha yang diberkahi. Dan kesempatan emas lagi terbatas ini buat orang-orang ikhlas dalam kemauan mereka untuk membebaskan Al-Aqsha adalah mendukung mujahidin di Irak dengan apa yang mereka butuhkan agar mereka mampu membebaskan Mesopotamia.
Kemudian bertolak ke Yordania, dimana ia medan front yang lebih baik dan luas. Sebagian penduduknya adalah dari warga Palestina yang diungsikan tahun lalu. Dan dari Yordan, langkah selanjutnya bertolak ke tepi barat dan sekitar serta membuka perbatasan dengan sekuat tenaga untuk melengkapi pilar-pilar yang kurang agar tercapai pembebasan Palestina seluruhnya,” papar Syaikh Usamah bin Ladin.
Pergerakan Al-Qaeda begitu cepat, meski Irak dijadikan sebagai titik tolak, namun sekarang yang menjadi pusat perhatian adalah Yaman dan Somalia. Mujahidin Somalia dan Yaman telah berhasil mengusung kekuatan di negaranya. 
Al-Qaeda Yaman atau semenanjung Arab/AQAP (Al-Qaeda in Arabian Peninsula) telah menguasai hampir seluruh wilayah selatan dan sebagian utara Yaman. Mereka pun didukung oleh banyak kabilah-kabilah muslim ahlusunnah.
Memperbaiki Kondisi Intern Kaum Muslimin
Jika mau optimal untuk melakukan perlawanan terhadap musuh, maka kita harus mempersiapkan diri dengan matang. Mana mungkin mau melawan musuh sementara kita cacat atau cedera.
Melihat kondisi diri, berbenah, menutupi yang kurang dan melangkah. Hal ini tidak luput dari perhatian Shalahuddin Al-Ayubi ketika mengambil alih Mesir. Beliau membangun Mesir dari dalam dan memperhatikan kesejahteraan rakyat Mesir. Beliau meniadakan pajak yang selama ini dibebankan kepada mereka di masa dinasti Ubaidiyyah atau Fatimiah yang Syiah.
Saat masyarakat mapan dan merasa nyaman, maka mudah untuk dimobilisasi. Paling tidak dukungan moril ada. Inilah yang dilakukan Al-Qaeda setelah mengambil alih dan menguasai suatu daerah.
Kita bisa melihat Irak, saat mujahidin Al-Qaeda menguasai berbagai propinsi di Irak (tentu saja masih harus berbenturan dengan tentara AS dan pemerintah Syiah Safawy Irak), mereka membangun supremasi mahkamah syari’at. Segala perselisihan warga diselesaikan dengan cara syar’I.
Bidang pelayanan masyarakat pun mereka penuhi. Bahkan rakyat Palestina pun merasakan hal tersebut. Di kawasan Daulah Islam Irak, yang dipimpin Amir pertamanya, Syaikh Abu Umar Al-Baghdadi Al-Qurasy (sekarang diganti oleh Syaikh Abu Bakar Al-Qurasy), mujahidin membangun kamp-kamp tempat tinggal pengungsi bagi rakyat Palestina yang berhijrah.
Jadi seruan mujahidin dan apa yang mereka janjikan untuk umat di Palestina bukan sekedar isapan jempol tanpa ada pembuktian.
Dari Irak kita berpindah ke Somalia. Disana pun mujahidin Al-Qaeda (yang punya nama Harakah Al-Shabaab) berusaha keras berkhidmat untuk kaum muslimin. Berbagai bantuan sandang pangan mereka berikan kepada ribuan KK di berbagai daerah Somalia (bias anda lihat dirilis-rilis resmi Al-Shabaab, sebagian pernah kami tampilkan di www.lasdipo.com).
Tanggal 21/12/2011, mujahidin Al-Shabab membagi-bagikan sejumlah bantuan kepada ribuan warga yang membutuhkan di puluhan daerah di wilayah Islam Bay dan Bakool. Bantuan yang telah dibagikan  terdiri dari  beras, minyak goreng dan kacang-kacangan yang didistribusikan ke lebih dari 6.000 keluarga.
Tak hanya disitu pelayanan mujahidin, dibidang kesehatan pun mereka berkontribusi. Disponsori oleh kantor zakat Harakah Al-Shabab, Senin 21 Rabi’ul Awwal di kota Baidoa, mujahidin Al-Shabab membuka secara resmi rumah sakit khusus untuk merawat orang yang cacat mental dan terlantar serta orang-orang yang tidak punya keluarga lagi. Acara  peresmian tersebut dihadiri oleh para pemimpin, tokoh, pedagang, ulama dan da’i yang menjadi mas’ul wilayah.
Masih banyak lagi upaya mujahidin Al-Shabaab untuk memperbaiki kondisi intern umat islam didaerah kekuasaan mereka.
Cuma di Somalia mujahidin berbuat mulia? Mujahidin AQAP/Al-Qaeda Yaman pun melakukan hal yang sama. Setelah menduplikatkan gerakan menjadi Ansar Al-Shariah, mereka bekerja keras untuk melayani warga yang berada dibawah wilayah kekuasaan mereka.
Melalui putusan mahkamah syari’ah, mujahidin Al-Qaeda membebaskan nelayan Syuqrah dari pajak yang melilit mereka selama rezim Ali Saleh berkuasa. Peniadaan pajak juga diterapkan kepada Pabrik semen di Batis. Bahkan mujahidin Al-Qaeda memberdayakan pemuda-pemuda setempat untuk menjadi karyawan pabrik tersebut yang sebelumnya didominasi warga asing.
Masih banyak lagi prestasi Al-Qaeda Somalia dan Yaman dalam rangka membangun ummat Islam yang berada di bawah kekuasaan mereka. Warga pun merasakan ketentraman dan aman. Tidak ada yang ditakuti mereka kecuali serangan dari pesawat tanpa awak milik Amerika dan  serangan tentara sekutu Amerika baik di Yaman maupun Somalia.
Al-Qaeda Mengingatkan Penguasa Negeri Muslim Agar Tidak Menjadi Penghalang Pembebasan Al-Aqsa
Pada tahun 90an, ketika Syaikh Usamah berada dibawah pengawasan pemerintah Saudi dan tak bisa melakukan perjalanan luar negeri, saat itu beliau menyampaikan pesan lewat rekaman dan tulisan yang memperingatkan warga Saudi akan bahaya rezim sosialis Irak.
Beliau menegaskan bahwa pemerintah ini memiliki agenda untuk mengagresi negara Teluk. Beliau juga memprediksikan bahwa Saddam Husein akan menyerang Kuwait. Hal ini telah disampaikan kepada wakil menteri dalam negeri, Ahmad bin Abdul Aziz.
Maka, ketika melihat analisa Syaikh Usamah, menteri dalam negeri Nayef bin Abdul Aziz mengundang beliau dalam suatu pertemuan. Nayef memperhitungkan betul apa yang diprediksikan Syaikh Usamah.
Beliau kembali menulis risalah untuk Nayef, saat Saddam Husein mengagresi Kuwait bulan Agustus 1990, menawarkan opsi untuk membentuk pasukan mujahidin dari berbagai penjuru dunia. Diantaranya mujahidin Arab Afghan yang berada dibawah komando beliau, dalam rangka mempertahankan Kuwait dan kerajaan Saudi Arabia. Beliau memprediksikan sanggup untuk mengumpulkan seratus ribu pasukan.
Tapi beliau sangat terpukul saat pemerintah Saudi memutuskan untuk mendatangkan pasukan Amerika ke jazirah Arab untuk mempertahankan Kuwait dan Saudi. Beliau sangat mengkhawatirkan kedatangan pasukan AS ke Jazirah Arab akan berujung dengan penjajahan dan dominasi mereka atas negara kaum muslimin.
Melihat fenomena ini, beliau menegur kebijakan yang diambil oleh pemerintah Saudi dan menasehati ulamanya agar memberikan peringatan atas langkah yang diambil. Pemerintah Saudi tetap pada pendiriannya dan akhirnya membuahkan perseteruan antara Al-Qaeda dan pemerintah thaghut Saudi.
Hal serupa dilakukan oleh pemimpin Islam, Nuruddin Mahmud Zanki, yang menegur penguasa Damaskus waktu itu, Mujiruddin, yang lebih memilih Eropa dibandingkan pasukan Nuruddin untuk menjaga Damaskus. Padahal nyata bahwa salibis Eropa ingin menguasai negeri Syam, terutama Baitul Maqdis.
Tahun 549 H, Nuruddin Mahmud Zanki mengirimkan pesan untuk Mujiruddin.
”Saya tidak bermaksud dengan kedatanganku ke negeri ini (Damaskus) untuk memerangi kalian. Akan tetapi yang membuatku datang kemari adalah pengaduan kaum muslimin bahwasanya para petani diambil hartanya dan isteri anaknya dibunuh oleh salibis Eropa. Sedangkan tak ada yang menolong mereka. 
Maka, atas karunia kekuatan dan kemampuan yang Allah berikan kepada kami, saya berangkat untuk menolong mereka dan memerangi orang-orang musyrik. Dan tidak pantas bagiku untuk duduk diam tidak membantu mereka.
Karena aku tahu kalian lemah menjaga harta kalian dan membelanya, yang menjadikan kalian meminta bantuan kepada salibis Eropa untuk memerangi kami. Kalian menguras harta orang-orang lemah dan miskin secara zalim. Dan ini adalah perkara yang tidak diridhai Allah Ta’ala dan tidak pula seorang muslim.” Tegas Zanki.
Al-Qaeda yang Fenomenal
Demikian sekilas tentang fakta sebuah tandzim jihad internasionalal, Al-Qaeda. Tidak ada nama yang lebih mengganggu pikiran Amerika dan sekutunya selain nama ini. Berapa milyar aset digelontorkan oleh Amerika untuk memerangi orang yang melaksanakan ibadah jihad ini.
Itu belum seberapa ketika kita melihat nyawa dari tentara Amerika yang melayang di Afghanistan, Irak, Somalia dan Yaman.
Kita menyadari bahwa mujahidin bersenjata ini tidak mendapatkan tempat di hati sebagian kaum muslimin yang disetir oleh opini barat dan dijejali proyek ”Anti Terorisme Global.”
Belum lagi keterbatasan info yang mereka dapatkan tentang apa yang terjadi di lapangan dan wajah utuh dari Al-Qaeda. Kaum muslimin pun hanya mendapatkan foto copy hasil rekaan Amerika tentang gambaran Al-Qaeda.
Sejak peristiwa 11 September, Al-Qaeda menjadi bahan pembicaraan. Tak perlu dibahas mendalam tentang bagaimana mereka melakukan penyerangan, keabsahan amaliyah itu, hukum istisyhad dengan menceburkan diri ke barisan musuh, hukum memerangi penguasa Arab dan hal-hal yang berkaitan dengan status hukum syar’i atas operasi yang mujahidin lakukan. Sudah barang tentu, mujahidin punya pandangan tentang hukum syar’I, strategi, dan pertimbangan matang panjang lebar yang tak cukup untuk dibahas dalam beberapa lembar.
Tidak sedikit yang mengagumi rotasi pergerakan dari mujahidin Al-Qaeda. Mengapa demikian? Karena mereka memahami fakta dan data lapangan.
Dr Abdul Baari Atwan, jurnalis dan redaktur harian Al-Quds Al-’Araby, adalah salah satunya. Beliau telah berjumpa dengan Syaikh Usamah (Syaikh Usamah kagum dengan tulisan-tulisan beliau dan berpesan kepada kurir beliau bahwa beliau ingin bertemu Atwan) dan mengeruk info dari beliau mulai dari perjalanan hidup sampai misi Al-Qaeda.
Hingga Atwan menulis buku berjudul ”Al-Qa’idah At-Tanzhim As-Sirri.” Bahkan dihadapan publik, ketika diwawancarai secara live di tv Yaman, beliau mengatakan bahwa kita harus memberikan kredit kepada tandzim ini, karena melihat usaha mereka yang memperjuangkan Islam dan nasib kaum muslimin dengan melawan Yahudi, Amerika dan sekutunya dari rezim-rezim thaghut Timur Tengah.
Kepergian pemimpin tertinggi Al-Qaeda, Syaikh Usamah bin Ladin, menjadi kesedihan bagi ummat Islam. Di berbagai negara Arab, kaum muslimin berbondong-bondong keluar ke jalan melakukan aksi protes dan mengutuk serangan pasukan khusus AS, Navy Seal, ke kediaman beliau tanggal 2/5/2011 di kota Abottabat, Pakistan.
Kaum muslimin Palestina pun menggelar aksi serupa dari siang hingga malam. Aksi ini didokumentasikan dan dirilis oleh Media Centre Al-Yaqin dengan judul aksi kemarahan rakyat Gaza sebagai penolokan atas pembunuhan Syaikh Usamah bin Ladin -rahimahullah-.
Dalam aksi tersebut, Syaikh Munir Al-’Ayidi mengatakan, ”Orang inilah (Syaikh Usamah) yang mengomandoi perlawanan jihad global melawan Amerika dan sekutunya dari salibis, maka beliau pantas untuk digelari Imam zaman ini… 
Ketika zamannya Imam Ahmad bin Hanbal, beliau sabar atas fitnah golongan yang menyebarkan faham Al-Qur’an adalah makhhluk, maka ulama pada zamannya mengatakan kami dahulu mengetahui seseorang itu mukmin atau munafik dengan kecintaannya kepada Imam Ahmad bin Hanbal. 
Maka pada hari ini kami katakan juga bahwa seseorang bisa diketahui keimanannya dan kemunafikannya dengan kecintaannya kepada Syaikh Usamah bin Ladin,” tegas syaikh Munir Al-’Ayidi.
Ummat Islam Pakistan dan Afghanistan tidak kalah marah ketika mengetahui hal tersebut. Ini menunjukkan betapa mereka merasakan kehadiran dan sepak terjang mujahidin Al-Qaeda.
Segala aspek menjadi perhatian mujahidin Al-Qaeda dalam upaya pembebasan Palestina, mulai dari lisan (memberi pencerahan kepada umat tentang hakikat perang melawan Amerika dan Israel serta yang memberikan kontribusi mempermudah langkah Amerika dan Israel menjajah Palestina), tulisan (baik melalui media elektronik maupun media cetak) hingga kekuatan militer.
Sehingga umat bisa bersinergi dan bahu membahu untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman salibis zionis.
(adnan nafisa/lasdipo.com) diolah dari berbagai sumber.
Continue Reading